Advertisement
Sistem Pengolahan Sampah Terpadu Bantul Ditarget Rampung 2025
Petugas memilah sampah plastik di BUMDes Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah (Kupas) Panggungharjo, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (7/2/2023). Kelompok itu mengolah sampah organik menjadi kompos dan sampah plastik menjadi batako. Antara - Hendra Nurdiansyah
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Pengolangan sampah terpadu di Kabupaten Bantul ditargetkan rampung pada 2025. Pemkab Bantul memberi nama program pengolahan sampah terpadu ini sebagai Bantul Bersih Sampah.
"Pemkab saat ini sedang menuntaskan program daerah yang kita beri Bantul Bersama, Bersih Sampah 2025 yang kita targetkan akan tuntas dan selesai sistem pengelolaan sampah terpadu di Bantul," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih pada acara Peresmian Penanganan Rumah Tidak Layak Huni Terintegrasi di Bantul, Senin (18/12/2027).
Advertisement
Berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah diantaranya dengan memberikan bantuan-bantuan fasilitasi dalam penanganan sampah, pendirian tempat pembuangan sampah (TPS) sistem 3R (reduce, reuse dan recycle) di tingkat kelurahan.
Selain itu, kata dia, melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK), telah digelontorkan anggaran setiap pedukuhan atau kampung masing-masing sebesar Rp50 juta lewat kelurahan, yang diantaranya dapat dimanfaatkan untuk pengelolaan sampah di level pedukuhan.
"Kami alokasikan Rp50 juta per pedukuhan, dan dikalikan 933 pedukuhan se Bantul mencapai Rp46,6 miliar, yang itu digunakan untuk tiga hal, pertama mengatasi masalah sampah di tingkat pemukiman pedukuhan atau kampung," katanya.
BACA JUGA: Debat Capres-Cawapres, KPU: Tidak Boleh Beri Kode Provokatif untuk Menyemangati
Bupati juga mengatakan, sejak program Bantul Bersama dicanangkan tahun lalu, telah terjadi peningkatan kesadaran masyarakat Bantul di dalam melakukan pemilahan-pemilahan sampah sejak dari rumah tangga atau keluarga.
"Ini nanti hasil pilahannya juga akan kami serap melalui industri industri recycle yang sedang dan akan terus kita bangun di Bantul, sehingga terjadilah sirkular ekonomi, ekonomi berputar," katanya.
Bupati juga mengatakan, barang barang dari sampah anorganik akan dihasilkan green produk, juga sampah organik akan dibuat pupuk organik, serta sampah residual direncanakan akan menjadi salah satu role material bagi program waste to energy.
"Program ini kami harapkan bisa tuntas sampai 2025, sehingga harapannya program ini dapat meningkatkan kualitas lingkungan hidup, karena sampah akan tertata dengan baik, meningkatkan kesejahteraan karena sampah ini akan menjadi sumber daya ekonomi, menjadi komoditi yang menghasilkan pendapatan masyarakat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement






