Advertisement
Harga Bahan Pokok di Bantul Diklaim Stabil, Cabai Masih Mahal
Salah satu pedagang menjual cabai rawit merah di Pasar Bantul, Selasa (7/11/2023)(Harian Jogja - Lugas Subarkah)
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL— Pemerintah Kabupaten Bantul mengklaim harga kebutuhan pokok (bapok) di Bumi Projotamansari cenderung stabil jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024. Kenaikan harga hanya terjadi untuk komoditas cabai, baik cabai merah maupun cabai rawit.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul Agus Sulistiyana mengungkapkan, komoditas cabai yang mengalami kenaikan cukup tinggi terjadi untuk cabai rawit merah.
Advertisement
Pada Desember mencapai Rp83.667 per kilogram atau naik dari sebelumnya Rp81.300 per kilogram. sedangkan untuk cabai rawit hijau naik dari Rp53.600 menjadi Rp53.933 per kilogram. Untuk cabai merah keriting juga naik dari Rp61.033 menjadi Rp65.217 dan cabai merah besar dari Rp53.750 menjadi Rp57.292 per kilogram.
"Kenaikan ini terjadi karena faktor cuaca dan juga belum panen. Nanti jika sudah panen akan turun lagi," kata Agus, Kamis (21/12/2023).
Sementara untuk komoditas lainnya, Agus memastikan harganya masih stabil. Untuk beras saat ini masih berkisar Rp13.200-Rp13.900 per kilogram, gula pasir Rp16.000 per kilogram, minyak goreng Rp14.000 per liter. Daging sapi Rp140.000 per kilogram, telur Rp27.000 per kilogram, bawang merah Rp36.500 per kilogram dan bawang putih Rp37.183 per kilogram.
BACA JUGA: APK Caleg Gerindra Bergambar Prabowo-Gibran di Kota Jogja Dirusak
Harga tersebut didapatkan dari pemantauan yang dilakukan ke 5 pasar yang ada di Bantul, yakni Pasar Bantul, Pasar Imogiri, Pasar Piyungan, Pasar Niten dan Pasar Pijenan.
Adapun stok yang ada, beras ada 9.570,4 ton, gula pasir 1.704,1 ton, minyak goreng ada 787.438 liter untuk kemasan botol, dan 98.000 liter untuk curah. Tepung terigu ada 1.205,8 ton, Daging sapi 34.590 kilogram, cabai 46.338 kilogram untuk merah keriting dan 36.791 kilogram untuk rawit merah. Sedangkan telur ayam ras ada 149.350 kilogram.
"Untuk stok, komoditas yang ada kami pastikan juga aman. Kami sudah mengecek ke 5 pasar dan distributor, hasilnya aman dan mencukupi," kata Agus.
Lebih jauh Agus memaparkan untuk ketersediaan dan penyaluran LPG 3 Kg, Bantul mendapatkan alokasi sebanyak 33.390 MT (11.130.000 tabung) pada 2023. Selain itu, ada kuota cadangan sebanyak 2.230 MT (743.333 tabung) menjadi 35.620 MT (11.873.333 tabung).
"Untuk penyaluran rata-rata per bulan sebanyak 900.000-1.100.000 tabung. Dan sampai November telah tersalurkan sebesar 35.461 MT (11.820.400 tabung). Kami juga sudah pantau beberapa pangkalan saat ini ketersediaan stok LPG tabung 3 kg di Bantul juga aman dan bahkan berlebihan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Hari Terakhir Pendaftaran! Cek Link Rekrutmen TPM P3TGAI 2026 Kemen PU
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement






