2 Rumah Rusak Akibat Longsor dan Banjir di Wukirsari Imogiri

Jumali
Jumali Selasa, 09 Januari 2024 12:37 WIB
2 Rumah Rusak Akibat Longsor dan Banjir di Wukirsari Imogiri

Petugas BPBD Bantul saat mengecek lokasi banjir di Wukirsari, Imogiri, Senin (8/1/2024) malam. /Istimewa-BPBD Bantul

Harianjogja.com, BANTUL—Hujan deras yang terjadi pada Senin (8/1/2024) sore menyebabkan dua unit rumah di di Padukuhan Dengkeng, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, rusak.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya saja akibat kejadian tersebut telah membuat kerugian mencapai puluhan juta. "Dua rumah yang rusak tersebut adalah milik Rohadi Utomo,68, di RT 3, dan Paryanto, 44, di RT 2. Untuk rumah Rohadi terkena luapan air got [banjir] setinggi 1 meter, sedangkan untuk rumah Paryanto, bagian dapurnya terkena longsoran bukit di belakangnya," kata Dukuh Dengkeng, Kalurahan Wukirsari, Nursidik, Selasa (9/1/2024).

BACA JUGA : Bantu Rumah Korban Longsor Samigaluh, Pemkab Siapkan 2 Skema Ini

Meski tidak ada korban jiwa, namun akibat kejadian tersebut kerugian dipastikan mencapai puluhan juta. Sebab, pagar tembok belakang rumah Rohadi ambrol dan menyebabkan kerusakan  sejumlah  barang elektronik. Sementara untuk rumah Paryanto terdapat kerusakan pada bagian atap dan dinding dapur, peralatan masak dan kamar mandi rusak.

"Saat ini, kondisi dua unit rumah tersebut sudah dilakukan evakuasi. Semalam teman-teman Tagana, BPBD, relawan dan warga sekitar juga sudah kerja bakti membersihkan kedua rumah tersebut. Untuk penghuninya, sekarang ada yang tinggal dengan saudaranya," ungkapnya.

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol mengatakan, kawasan dari rumah Paryanto dan Rohadi itu merupakan kawasan rawan bencana dan Kampung Siaga Bencana. Oleh karena itu pihaknya juga telah memasang rambu-rambu peringatan rawan bencana di kawasan tersebut. Selain Wukirsari, ada 10 KSB lainnya di kabupaten Bantul.

"Kami juga sudah sering melakukan imbauan ke masyarakat untuk lebih waspasa. Kami  harap masyarakat bisa melakukan antisipasi," harapnya.

BACA JUGA : Evakuasi Longsor Kulonprogo Baru Mencapai 50 Persen, Akses Jalan Masih Terputus

Selain itu, Antoni berharap masyarakat di daerah lainnya, mewaspadai potensi bencana di sekitarnya. "Utamanya untuk angin kencang, longsor dan banjir," katanya.

Oleh karena itu, Antoni meminta kepada masyarakat untuk melakukan pemangkasan terhadap pohon yang dinilai membahayakan. Selain itu, memastikan saluran di sekitaran rumah tidak mampet. "Ini sebagai upaya mitigasi terjadinya bencana," ucap Antoni.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online