Tol Ruas Trihanggo Junction Sleman Ditarget Tuntas Agustus
Progres Tol Trihanggo–Junction Sleman telah mencapai 87 persen. Ramp On dan Ramp Off ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
Ilustrasi proyek jalan tol./Harian jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Pembangunan tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman turut melebarkan jalan eksisting ring road di area Trihanggo. Pelebaran ini dilakukan untuk memberikan akses bagi pengendara di sisi utara maupun sisi selatan dari jalan tol melayang.
Humas PT. Adhi Karya Pembangun Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto menjelaskan pelebaran jalan di area Ring Road sejak awal memang masuk dalam rencana pembangunan.
"[Pelebaran jalan] Ring Road kan untuk kepentingan tol. Kalau eksisting yang lainnya itu kebijakan Pemda ataupun yang memiliki jalan. Baik jalan nasional, provinsi atau kabupaten," kata Agung pada Kamis (11/1/2024).
Pelebaran jalan dilakukan sepanjang satu kilometer di sisi utara maupun selatan jalan Ring Road. Rinciannya, pelebaran jalan dimulai sekitar 500 meter di timur simpang empat Kronggahan hingga tikungan Ngawen. Pasalnya sampai tikungan Ring Road Ngawen, jalan tol akan dibangun lurus hingga arah Junction Sleman yang merupakan penghubung antara tol Jogja-Solo dan tol Jogja-Bawen di area Tirtoadi.
Adapun pelebaran jalan mencakup masing-masing satu meter di sisi utara maupun selatan jalan. Nantinya proyek tol akan memakan jalan selebar 12 meter di ring road untuk pembangunan pilar tol melayang. Lalu sisanya 7,55 meter ke arah Godean dan 7,55 meter ke arah Jombor bisa dilewati kendaraan. Lebar tersebut susah termasuk satu meter pelebaran jalan yang dikerjakan kontraktor.
Dimulai pertengahan Oktober 2023, proyek pelebaran jalan telah selesai di pertengahan Desember tahun lalu. Adanya pelebaran jalan ini membuat pengendara masih tetap bisa melintas ke arah timur maupun barat di area Ring Road Trihanggo.
Di sisi lain, kebijakan pelebaran jalan eksisting lain barangkali mungkin akan diambul pemerintah setempat. Apalagi bila jalan eksisting yang ada mengalami peningkatan volume kendaraan. Khususnya di pintu-pintu keluar tol.
"Apakah kalau itu nanti bersinggungan terus secara inisiatif itu jalan provinsi atau jalan kabupaten terus provinsi atau kabupaten melakukan pelebaran ataupun peningkatan kualitas ya monggo," ungkapnya.
Di luar itu, sejauh ini hanya pelebaran jalan ring road yang menjadi satu-satunya jalan eksisting yang dilebarkan. "Sementara kita masih firm pada rencana awal seperti itu [pelebaran jalan ring road]," tandasnya.
Selain kanan-kirinya tetap bisa untuk digunakan lalu lalang kendaraan, tak jauh dari jalan yang dilebarkan akan dibangun ramp on/off Trihanggo yang merupakan akses keluar dan masuk pintu tol Jogja-Solo. "Iya di depan UTY itu yang di sebelah selatan untuk naik yang sebelah utara untuk turun," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres Tol Trihanggo–Junction Sleman telah mencapai 87 persen. Ramp On dan Ramp Off ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
Lebih dari 3.800 orang meninggal akibat gelombang panas di Spanyol. Kebakaran hutan juga memicu evakuasi puluhan ribu warga.
Pemkot Jogja akan menertibkan replika plang Jalan Malioboro yang digunakan jasa foto usai video wisatawan dimintai bayaran viral.
Polda Metro Jaya menegaskan AKP Pardiman tidak ditangkap dalam kasus narkoba dan saat ini masih menjalani pemeriksaan etik.
DPP Kota Jogja memberikan layanan kesehatan terpadu bagi 350 ternak untuk memperkuat pencegahan PMK dan penyakit hewan menular strategis.
Paus Leo XIV kembali menyerukan perdamaian di Timur Tengah dan mendesak semua pihak segera membuka kembali jalur dialog dan diplomasi.