Pemuda Mabuk Bawa Celurit di Jalan Palagan Sleman Diamankan Polisi
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.
Ilustrasi proyek jalan tol./Harian jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Pembangunan tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman turut melebarkan jalan eksisting ring road di area Trihanggo. Pelebaran ini dilakukan untuk memberikan akses bagi pengendara di sisi utara maupun sisi selatan dari jalan tol melayang.
Humas PT. Adhi Karya Pembangun Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto menjelaskan pelebaran jalan di area Ring Road sejak awal memang masuk dalam rencana pembangunan.
"[Pelebaran jalan] Ring Road kan untuk kepentingan tol. Kalau eksisting yang lainnya itu kebijakan Pemda ataupun yang memiliki jalan. Baik jalan nasional, provinsi atau kabupaten," kata Agung pada Kamis (11/1/2024).
Pelebaran jalan dilakukan sepanjang satu kilometer di sisi utara maupun selatan jalan Ring Road. Rinciannya, pelebaran jalan dimulai sekitar 500 meter di timur simpang empat Kronggahan hingga tikungan Ngawen. Pasalnya sampai tikungan Ring Road Ngawen, jalan tol akan dibangun lurus hingga arah Junction Sleman yang merupakan penghubung antara tol Jogja-Solo dan tol Jogja-Bawen di area Tirtoadi.
Adapun pelebaran jalan mencakup masing-masing satu meter di sisi utara maupun selatan jalan. Nantinya proyek tol akan memakan jalan selebar 12 meter di ring road untuk pembangunan pilar tol melayang. Lalu sisanya 7,55 meter ke arah Godean dan 7,55 meter ke arah Jombor bisa dilewati kendaraan. Lebar tersebut susah termasuk satu meter pelebaran jalan yang dikerjakan kontraktor.
Dimulai pertengahan Oktober 2023, proyek pelebaran jalan telah selesai di pertengahan Desember tahun lalu. Adanya pelebaran jalan ini membuat pengendara masih tetap bisa melintas ke arah timur maupun barat di area Ring Road Trihanggo.
Di sisi lain, kebijakan pelebaran jalan eksisting lain barangkali mungkin akan diambul pemerintah setempat. Apalagi bila jalan eksisting yang ada mengalami peningkatan volume kendaraan. Khususnya di pintu-pintu keluar tol.
"Apakah kalau itu nanti bersinggungan terus secara inisiatif itu jalan provinsi atau jalan kabupaten terus provinsi atau kabupaten melakukan pelebaran ataupun peningkatan kualitas ya monggo," ungkapnya.
Di luar itu, sejauh ini hanya pelebaran jalan ring road yang menjadi satu-satunya jalan eksisting yang dilebarkan. "Sementara kita masih firm pada rencana awal seperti itu [pelebaran jalan ring road]," tandasnya.
Selain kanan-kirinya tetap bisa untuk digunakan lalu lalang kendaraan, tak jauh dari jalan yang dilebarkan akan dibangun ramp on/off Trihanggo yang merupakan akses keluar dan masuk pintu tol Jogja-Solo. "Iya di depan UTY itu yang di sebelah selatan untuk naik yang sebelah utara untuk turun," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.