AI Tak Hanya Hapus Pekerjaan, 41 Juta Posisi Bisa Muncul
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
Early Warning System/Ist-OPI
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul menilai jumlah Early Warning System (EWS) longsor dan banjir yang saat ini terpasang masih belum ideal untuk mendeteksi terjadinya bencana tanah longsor dan banjir.
Sebab, hingga akhir 2023 Bantul baru memiliki 8 EWS longsor dan 6 EWS banjir, padahal titik rawan bencana longsor dan banjir di Kabupaten Bantul cukup luas dan tersebar di sejumlah kapanewon. Untuk itu dibutuhkan penambahan EWS longsor dan banjir agar deteksi bencana tanah longsor dan banjir di Bantul bisa optimal.
Manajer Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah mengatakan berdasarkan data yang ada, lokasi rawan bencana untuk longsor dan banjir ada di sejumlah kapanewon seperti Kapanewon Piyungan, Dlingo, Pundong, Imogiri, Pleret, Sedayu sampai Pajangan.
"Sementara jika di data per KK yang berada di area rawan bencana untuk longsor dan banjir ada 4.000-an orang, yang tersebar di banyak titik," katanya, Sabtu (27/1/2024).
BACA JUGA: 4 Alat Peringatan Dini Bencana di Bantul Rusak
BCA JUGA: Bantul Kekurangan Puluhan EWS Tsunami, Pemkab Belum Bisa Beli karena Anggaran Terbatas
Mengenai kapan dan berapa banyak pengajuan pemasangan EWS agar ideal untuk mendeteksi terjadinya bencana tanah longsor dan banjir di Bantul, Aka mengaku belum bisa berkomentar banyak. Sebab, persoalan tersebut di bidang pelaksana teknis.
"Karena kami kan tugasnya lebih ke pemantauan dan pemberian desimenasi informasi," katanya.
Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Bantul Agus Yuli Herwanto mengungkapkan ke depan pihaknya akan banyak menganggarkan lebih banyak pengadaan EWS banjir dan longsor. Sebab, potensi longsor, potensi banjir yang ada di Bantul cukup banyak. Selain itu, alat EWS tanah longsor juga butuh perbaikian karena sering mengalami kerusakan, sehingga butuh perbaikan dan perawatan rutin.
"Jadi ke depan tentunya akan dianggarkan lebih banyak lagi, karena potensi longsor dan potensi banjir di Bantul cukup banyak," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.