KIP Kuliah 2026 Mulai Cair, Ini Hak dan Larangannya
KIP Kuliah 2026 mulai cair. Simak aturan lengkap penerima bantuan, mulai dari masa bantuan, kerja paruh waktu, hingga risiko pencabutan.
Ilustrasi lampion yang identik saat perayaan Imlek dan Cap Go Meh./istockphoto\r\n
Harianjogja.com, BANTUL—Menjelang tahun baru China atau Imlek, harga ikan bawal laut di Kabupaten Bantul mencapai Rp400.000 per kilogram (kg). Hal itu menjadi berkah bagi para nelayan, yang sebelumnya tidak bisa melaut karena cuaca buruk sebagai dampak siklon tropis anggrek.
Salah satu nelayan di Pantai Depok, Mistok, 52, mengatakan menjelang perayaan tahun baru China yang jatuh pada Sabtu (10/1/2024), harga ikan utamanya ikan bawal laut selalu mengalami kenaikan. Sebab, ikan bawal laut merupakan salah satu jenis ikan komoditas ekspor yang digandrungi masyarakat China jelang Imlek.
“Sekarang memang mulai naik harganya, untuk ikan bawal laut. Untuk ukuran paling kecil Rp70.000 dari yahg semula sekitar Rp55.000 per kilogram. Sedangkan untuk jenis ikan lainnya, seperti layur masih relatif tidak banyak mengalami kenaikan,” katanya, Selasa (30/1/2024).
Hal sama juga diungkapkan oleh Ketua Koperasi Usaha Bersama (KUB) Mina Samudra sekaligus nelayan Pantai Samas, Tri Jarwanto. Pria yang akrab dipanggil Gotri ini mengungkapkan jika kenaikan harga ikan bawal laut jelang Imlek mencapai hampir 2 kali dari harga semula.
“Harga di pelelangan di sini, untuk size terkecil Rp70.000 per kilogram, sedangkan size 8 atau paling besar yakni 8 ons per ekor mencapai Rp400.000 per kilogrammya,” katanya.
Baca Juga
Sambut Imlek, Lampion-Lampion Sudah Bertebaran di Solo
Rayakan Imlek dan Valentine, Kimaya Sudirman Yogyakarta by Harris Hadirkan Beragam Promo Menarik
Imlek di Jogja, Ada Karnaval di Tanggal 4 Februari. Catat Agendanya!
Padahal, sebelumnya harga ikan bawal laut hanya Rp45.000 per kilogra untuk size paling kecil. Sedangkan untuk size besar yakni 8 ons per ekor mencapai Rp250.000 per kilogramnya.
“Harga ini akan bertahan sampai H-4 imlek. Kami berharap agar harga ini tetap bertahan sampai beberapa hari setelah imlek,” katanya.
Diakui Tri dan Mistok, para nelayan di Pantai Depok dan Samas beberapa waktu lalu banyak yang tidak melaut. Hal ini dikarenakan adanya cuaca buruk sebagai dampak siklon tropis anggrek. Namun, beberapa hari terakhir, cuaca sudah membaik dan membuat nelayan mulai melakukan aktivitasnya menangkap ikan.
Di sisi lain, dengan tingginya harga ikan bawal laut, telah membuat tidak hanya Tri dan Mistok bersemangat untuk menangkap ikan. Akan tetapi nelayan lainnya di Patai Depok dan Samas.
“Tentu ini membuat kami lebih semangat. Apalagi, sekarang harga ikan bawal laut lagi tinggi. Harapannya hasil tangkapannya nanti setidaknya tidak hanya bisa menutup biaya operasional, tapi juga meningkatkan pendapatan kami,” ucap Tri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KIP Kuliah 2026 mulai cair. Simak aturan lengkap penerima bantuan, mulai dari masa bantuan, kerja paruh waktu, hingga risiko pencabutan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.