19 WNA Love Scammer Diciduk di Tangerang, Modus Terbongkar
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.
Ilustrasi ikan bawal putih. (SHUTTERSTOCK)
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kulonprogo mengingatkan nelayan setempat mengelola dana hasil penjualan ikan dengan baik seiring hasil tangkapan bawal putih dalam beberapa minggu terakhir yang melimpah.
Kepala DKP Kulonprogo Trenggono di Kulonprogo, Sabtu (3/2), mengatakan beberapa hari minggu terakhir, nelayan sepanjang panta selatan menangkap ikan bawal.
Hal ini sudah mulai terlihat di TPI Trisik, TPI Bugel, TPI Karangwuni dan TPI Congot.
"Panen ikan bawal diharapkan dapat meningkatkan pendapatan nelayan. Kami berpesan kelola uang dengan baik, sehingga saat paceklik ikan memiliki tabungan yang cukup," kata Trenggono.
Ia mengatakan tangkapan ikan yang banyak dan memiliki harga yang tinggi adalah harapan dari nelayan saat melaut.
Hasil tangkapan ikan dari nelayan dapat terlihat di tempat pelelangan ikan (TPI) di mana hasil tangkapan akan dilelang kepada sejumlah tengkulak.
BACA JUGA: Jelang Imlek, Harga Bawal Laut di Bantul Capai Rp400 Ribu per kilogram
TPI Trisik melelang sekitar 32 kg ikan bawal per hari. Adanya ikan bawal ini membuat nelayan lebih semangat dalam melaut, karena jenis ikan ini menjadi harapan dari nelayan mengingat harganya yang lumayan tinggi.
"Tingginya hasil tangkapan ikan dapat memenuhi target pendapatan dari retribusi tempat pelelangan ikan DKP Kabupaten Kulon Progo," katanya.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Kulon Progo Wakhid Purwosubiyantoro mengatakan DKP Kulon Progo berharap nelayan mampu mengelola pengeluaran dari pendapatan hasil penangkapan secara bijaksana.
"Hasil tangkapan ikan tidak menentu. Jenis ikan yang ditangkap juga berbeda-beda. Kami berharap dengan tangkapan ikan bawal yang memiliki nilai jual tinggi, nelayan bijak mengelola uang hasil penjualan ikan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.
Canva resmi menghadirkan fitur Canva Offline yang memungkinkan pengguna tetap edit desain tanpa koneksi internet.
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.