Ratusan Gurame Mati di Sleman, Kualitas Air Kolam Menurun
Ratusan ikan gurame mati di Sleman akibat kualitas air kolam menurun selama musim kemarau. DP3 menyediakan vitamin gratis bagi pembudidaya.
Ilustrasi saluran irigasi./JIBI-Solopos
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sekitar 76% jaringan irigasi di Gunungkidul dalam kondisi rusak. Itulah sebabnya diperlukan penanganan seperti rehabilitasi atau peningkatan jaringan agar fungsinya menjadi normal kembali.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Handoko mengatakan ada jaringan yang mengalami kerusakan ringan, sedang, dan berat. “Kalau kondisi jaringan rusaknya ringan dan sedang, itu masih bisa dipakai. Kalau rusak berat ya air tidak bisa lewat,” kata Handoko, Selasa (6/2/2024).
Dengan begitu hanya 24% jaringan dalam kondisi benar-benar baik. Kondisi baik yang ia maksud yaitu memiliki nilai di atas 90. Pada tahun ini, DPUPRKP akan melakukan rehabilitasi dan peningkatan jaringan di dua kapanewon, yaitu Playen dan Wonosari.
Kapanewon Wonosari akan mendapat alokasi Rp1,2 miliar dan Playen mendapat Rp900 juta. Sebelum pengusulan, DPUPRKP telah mengadakan penjaringan aspirasi di tingkat petani.
Jaringan yang menjadi kewenangan mereka yaitu jaringan primer dan sekunder. Sedangkan jaringan tersier menjadi kewenangan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) setempat. Anggaran yang dipakai berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp2 miliar. “Peningkatan berarti yang tadinya jaringan irigasi terbuat dari tanah atau nonpermanan jadi permanen,” katanya.
Secara umum, kondisi jaringan irigasi di Bumi Handayani tergolong tua. Ada jaringan yang dibangun sejak tahun 1927. Dengan begitu perlu adanya rehabilitasi untuk menormalkan fungsinya. Pada 2023, DPUPRKP juga telah melakukan rehabilitasi dengan Dana Alokasi Umum (DAU) senilai Rp6,1 miliar untuk 27 paket.
BACA JUGA: Tata Saluran Irigasi, DPUPESDM DIY Tampung Aspirasi Masyarakat
Sementara itu, Dandim 0730 Gunungkidul, Letkol Kav Anton Wahyudo mengatakan gerakan TNI AD Manunggal Air Tahun 2024 dimulai dengan peresmian 1.898 titik air bersih se-Indonesia.
Kabupaten Gunungkidul mendapat bantuan lima titik yaitu di Padukuhan Klepu, Nglegi, Patuk. Titik air bersih tersebut mampu mencukupi kebutuhan air bersih bagi 52 KK baik untuk persawahan dan juga perikanan.
Lokasi kedua berada di Padukuhan Nglegi, Nglegi, Patuk dan dapat dimanfaatkan untuk 50 KK. Lokasi ketiga berada di Padukuhan Bunder, Patuk dengan penerima manfaat 45 KK. Keempat ada di Kalurahan Mulusan, Paliyan dan kelima ada di Kalurahan Tileng, Girisubo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ratusan ikan gurame mati di Sleman akibat kualitas air kolam menurun selama musim kemarau. DP3 menyediakan vitamin gratis bagi pembudidaya.
WhatsApp menghadirkan fitur panggilan suara dan video langsung di WhatsApp Web. Pengguna kini bisa menelepon dari browser tanpa perlu menginstal aplikasi deskto
Mohammad Zaki Ubaidillah gagal melaju ke babak 16 besar Taipei Open 2026 setelah kalah dari Justin Hoh dalam duel tiga gim di Taipei Arena, Taiwan.
Masih sering memikirkan mantan setelah putus? Psikologi menjelaskan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan ikatan emosional yang tidak langsung hilang saat hub
Membincang perekonomian sirkuler berarti membicarakan optimalisasi bahan bekas pakai menjadi bentuk lain yang bernilai dan bermanfaat.
Fitur Shared Chat Claude AI sempat menjadi sorotan setelah sejumlah tautan percakapan muncul di hasil pencarian Google. Simak cara memeriksa dan mengamankan cha