Advertisement
Tak Hanya Korban Meninggal, di Sleman Ada 5 Petugas Pemilu Dilarikan ke Rumah Sakit
Foto Ilustrasi. Anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) melengkapi data dari formulir C-Hasil untuk aplikasi Sirekap Pemilu 2024 seusai penghitungan surat suara Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di TPS 23 Pabean udik, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (14/2/2024). - Antara - Dedhez Anggara
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Pascapelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara di Sleman, KPU mencatat ada seorang petugas di TPS meninggal dunia dan lima orang lainnya dirawat di rumah sakit. Diduga hal ini terjadi karena para petugas diduga kelelahan.
Anggota KPU Sleman, Huda Al Amna mengatakan, berdasarkan laporan yang masuk ada enam petugas di TPS yang mengalami sakit. Satu orang petugas linmas di Kalurahan Candibinangun dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (15/2/2024), sedangkan lima orang lainnya terpaksa mejalani opname di rumah sakit.
Advertisement
BACA JUGA: KPU Siapkan Santuan kepada Petugas Pemilu 2024, Segini Besarannya
Dia menjelaskan, untuk petugas yang sakit di ada tiga kapanewon meliputi petugas linmas di wilayah Kapanewon Gamping; KPPS di Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon dan PPS di Kapanewon Cangkringan. “Dugaan sementara, dari sisi medis kelelahan. Mereka lelah dan capek,” kata Huda kepada wartawan, Sabtu (17/2/2024).
Menurutnya, dugaan kelelahan merupakan hal yang wajar. Pasalnya, para petugas ini berada di garda terdepan pada saat proses pemilihan berlangsung. Proses kerjanya juga lebih dari 24 jam dikarenakan banyak proses perhitungan yang selesai di hari berikutnya.
“Adanya petugas yang sakit hingga meninggal dunia sudah kami laporkan, baik ke KPU DIY maupun KPU RI,” ungkapnya.
Huda menambahkan, bagi petugas pemungutan suara yang meninggal dunia atau di rawat di rumah sakit akan mendapatkan santunan. Prosesnya dimulai dengan melengkapi berkas yang dibutuhkan seperti dokumen kematian atau surat keterangan dirawat di rumah sakit.
“Nantinya berkas yang diajukan akan diverifikasi di KPU kabupaten yang selanjutnya diserahkan ke KPU RI melalui KPU DIY,” katanya.
BACA JUGA: KPU Pastikan Penyaluran Santunan Bagi Ahli Waris KPPS yang Meninggal Dunia
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyatakan komitmennya untuk kesuksesan penyelenggaraan pemilu. Guna menjaga Kesehatan petugas di lapangan ada bantuan paket vitamin yang diberikan melalui dinas Kesehatan.
“Ada 63.428 paket vitamin untuk petugas di TPS,” katanya.
Menurut dia, Kesehatan petugas di TPS menjadi salah satu hal yang diutamakan. Oleh karenanya, berbagai upaya dilakukan untuk mengurangi risiko sakit maupun korban meninggal pascapemungutan dan perhitungan suara.
“Mudah-mudahan semua dalam kondisi sehat dan bagi yang sakit bisa segera diberikan kesembuhan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Iran Ancam Balas Dendam Jika AS Berani Incar Mojtaba Khamenei
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Polda DIY Siapkan 21 Drone, Tangani Kemacetan Arus Mudik Lebaran
- Pro Kontra Dapur MBG di Banguntapan Bantul, Lurah: Mayoritas Setuju
- Hari Jadi DIY ke-271, Sultan Ajak Perkuat Cipta, Rasa, dan Karsa
- Jelang Idulfitri, Pemkab Sleman Cairkan THR ASN Rp56 Miliar
- Mudik Lebaran, Polisi Petakan Jalur Rawan Kecelakaan di Gunungkidul
Advertisement
Advertisement





