Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Ilustrasi industri kecil dan menengah. - Harian Jogja/ist
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak 62.342 orang di Bumi Binangun terserap kerja di sektor industri kecil dan menengah (IKM) di wilayah tersebut. Total ada 15.962 IKM di Kulonprogo per akhir 2023 kemarin.
Besarnya warga Kulonprogo yang terserap kerja lantaran IKM setempat terus berkembang. Data Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kulonprogo mencatat jumlah IKM di wilayahnya terus bertambah sejak 2022 silam.
Pada 2022 tercatat ada 15.947 IKM dan dapat menyerap 60.071 warga sekitar sebagai pekerja. Lalu meningkat jadi 15.962 unit IKM pada 2023 dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 61.342 orang.
"Kami memang terus mengupayakan IKM ini terus berkembang karena selain mengerek pertumbuhan ekonomi, ternyata juga menambah lapangan kerja," kata Kepala Bidang Perindustrian Disdagin Kulonprogo, Ade Wahyudiyanto pada Rabu (21/2/2024).
Ade menjelaskan IKM terbanyak di Bumi Binangun disumbang sektor makanan dan minuman yang jumlahnya mencapai 11.000. "Selanjutnya IKM sektor kerjainan juga cukup banyak kedua, prakiraannya sekitar dua ribuan unit," ungkapnya.
Baca Juga
Dongkrak Kunjungan ke Showroom UMKM di Kulonprogo, Ini Reward yang Bakal Diperoleh Travel Agen
Sebanyak 229 Industri Baru Tumbuh di Kulonprogo
Kulonprogo Ciptakan Lapangan Kerja untuk Kurangi Pengiriman TKI
IKM sektor kerajinan di Kulonprogo, jelas Ade, cukup banyak menyumbang lapangan pekerjaan karena sebagian besar masih menggunakan sistem manual. "Kalau manual kan cukup banyak membutuhkan tenaga kerjanya, setelah IKM sektor kerajinan ada industri menengah lain yang bergerak di sektor manufaktur yang menyumbang kebutuhan tenaga kerja cukup banyak," terangnya.
Sementara itu Kepala Disdagin Kulonprogo, Sudarna menyebut pertumbuhan IKM di wilayahnya diupayakan terus meningkat. "Secara proyeksi pertumbuhan ekonomi di Kulonprogo cukup menjamin pertumbuhan IKM. Rata-rata pertumbuhan ekonomi di sini di atas angka nasional," tuturnya.
Sudarna menyebut pertumbuhan ekonomi di Bumi Binangun terus melejit dari 4,33% pada 2021 meningkat jadi 6,57% pada 2022. Lalu masih meningkat lagi jadi 6,70% pada 2023. "Targetnya pada 2024 ini pertumbuhan ekonominya sebesar Rp6,91 persen di Kulonprogo, tentu ini akan sangat mendukung IKM," katanya.
Fasilitas dan dukungan lain untuk perkembangan IKM di Kulonprogo, jelas Sudarna, adalah Bandara YIA yang dapat meningkatkan ekspor IKM. "Dengan adanya Bandara YIA dan sedang kami bahas juga agar ada pertumbuhan nilai ekspor dari IKM dengan afirmasi kebijakan, semoga IKM terus tumbuh di Kulonprogo," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Microsoft mulai menghapus login OTP SMS dan beralih ke passkey demi meningkatkan keamanan akun pengguna dari ancaman siber.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Harga BBM dunia melonjak akibat konflik Iran, permintaan mobil listrik di Eropa naik drastis dan ubah pasar otomotif global.
Danantara menunjuk Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama PT DSI untuk mengawal ekspor batu bara, sawit, dan fero alloy.
Laki Code 2026 menyajikan berbagai kompetisi menarik bagi para peserta, di antaranya Vario Modification Contest, E-SportCompetition, Band Competition