Advertisement
Sebanyak 229 Industri Baru Tumbuh di Kulonprogo
Salah satu peserta Gelar Potensi UMKM Kota Jogja di Panggung promosi UPT Pusat Bisnis Pasar beringharjo, sedang memamerkan produknya kepada pengunjung pasar, Senin (25/3/2019). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat ada pertumbuhan jumlah industri di wilayah ini sebanyak 229 industri baru selama 2021-2022.
BACA JUGA: Pemkab Kulonprogo Jamin Keamanan Bahan Pokok
Advertisement
Kepala Bidang Industri Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kulonprogo Ade Wahyu mengatakan pada 2021, jumlah industri sebanyak 15.618 , pada 2022 naik 229 industri menjadi 15.847 industri.
"Selama pandemi COVID-19, industri kecil menengah tumbuh pesat. Masyarakat menciptakan inovasi baru sebagai pendapatan keluarga," kata Ade Wahyu, Kamis (2/2/2023).
Ia mengatakan sebabnyak 15.847 industri tersebar di seluruh kecamatan/kapanewon, khususnya di 34 sentra industri kecil.
Saat ini, Disdagin Kulonprogo berupaya melakukan pembangunan sumber daya industri, pemberdayaan industri dan peran serta masyarakat, dan pembangunan sarana dan prasarana perindustrian. Tujuannya, yakni produk mampu bersaing di pasar luas.
"Dengan adanya Bandara Internasional Yogyakarta, produk industri kecil menengah (IKM) Kulonprogo harus bisa bersaing. Sehingga perlu adanya pemberdayaan industri," katanya.
Menurut Ade, persoalan IKM di Kulonprogo berdasarkan analisis, yakni rendahnya jumlah pelaku usaha industri yang memiliki izin usaha industri, kualitas produk IKM belum mampu bersaing dan nilai usaha industri masih relatif rendah.
Untuk itu, Disdagin telah menyusun rencana pembangunan industri di Kulonprogo. Adapun beberapa kegiatan yang telah direncanakan, yakni fasilitasi sertifikasi halal, sertifikasi tingkat komponen dalam negeri hingga bimbingan teknis bagi wirausaha baru.
"Kami juga memberikan bantuan peralatan produksi. Sehingga produksi mereka terjamin dan dapat memproduksi dalam jumlah banyak," katanya.
Sementara itu, Kepada Disdagin Kulonprogo Sudarna mengatakan pelaku IKM di wilayahnya berjuang keras menjual produk mereka secara daring. Usaha mereka benar-benar bisa bertahan saat COVID-19 hingga saat ini.
"Pemasaran digital secara daring menjadi kunci utama menghadapi persaingan dan produk cepat terjual, serta bertahan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KPK Akui Yaqut Jadi Tersangka Korupsi Haji Sejak 8 Januari 2026
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sering Timbul Genangan, Luweng Gabluk Ponjong Dinormalisasi Tahun Ini
- Generasi Muda di Kulonprogo Menunda Nikah, Angka Pernikahan Turun
- Progres Jalan Kelok 23 Bantul-Gunungkidul Capai 88,58 Persen
- 10 Gedung Koperasi Desa Merah Putih Gunungkidul Mulai Dibangun
- Wisata Wellness DIY Kian Diminati, Dukung Quality Tourism 2026
Advertisement
Advertisement




