KRI Canopus Bawa Teknologi Bawah Laut Cari Korban Virgo Transport 8
KRI Canopus dikerahkan mencari korban KM Virgo Transport 8 dengan teknologi bawah laut setelah cuaca buruk menghambat penyelam.
Salah satu peserta Gelar Potensi UMKM Kota Jogja di Panggung promosi UPT Pusat Bisnis Pasar beringharjo, sedang memamerkan produknya kepada pengunjung pasar, Senin (25/3/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat ada pertumbuhan jumlah industri di wilayah ini sebanyak 229 industri baru selama 2021-2022.
BACA JUGA: Pemkab Kulonprogo Jamin Keamanan Bahan Pokok
Kepala Bidang Industri Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kulonprogo Ade Wahyu mengatakan pada 2021, jumlah industri sebanyak 15.618 , pada 2022 naik 229 industri menjadi 15.847 industri.
"Selama pandemi COVID-19, industri kecil menengah tumbuh pesat. Masyarakat menciptakan inovasi baru sebagai pendapatan keluarga," kata Ade Wahyu, Kamis (2/2/2023).
Ia mengatakan sebabnyak 15.847 industri tersebar di seluruh kecamatan/kapanewon, khususnya di 34 sentra industri kecil.
Saat ini, Disdagin Kulonprogo berupaya melakukan pembangunan sumber daya industri, pemberdayaan industri dan peran serta masyarakat, dan pembangunan sarana dan prasarana perindustrian. Tujuannya, yakni produk mampu bersaing di pasar luas.
"Dengan adanya Bandara Internasional Yogyakarta, produk industri kecil menengah (IKM) Kulonprogo harus bisa bersaing. Sehingga perlu adanya pemberdayaan industri," katanya.
Menurut Ade, persoalan IKM di Kulonprogo berdasarkan analisis, yakni rendahnya jumlah pelaku usaha industri yang memiliki izin usaha industri, kualitas produk IKM belum mampu bersaing dan nilai usaha industri masih relatif rendah.
Untuk itu, Disdagin telah menyusun rencana pembangunan industri di Kulonprogo. Adapun beberapa kegiatan yang telah direncanakan, yakni fasilitasi sertifikasi halal, sertifikasi tingkat komponen dalam negeri hingga bimbingan teknis bagi wirausaha baru.
"Kami juga memberikan bantuan peralatan produksi. Sehingga produksi mereka terjamin dan dapat memproduksi dalam jumlah banyak," katanya.
Sementara itu, Kepada Disdagin Kulonprogo Sudarna mengatakan pelaku IKM di wilayahnya berjuang keras menjual produk mereka secara daring. Usaha mereka benar-benar bisa bertahan saat COVID-19 hingga saat ini.
"Pemasaran digital secara daring menjadi kunci utama menghadapi persaingan dan produk cepat terjual, serta bertahan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KRI Canopus dikerahkan mencari korban KM Virgo Transport 8 dengan teknologi bawah laut setelah cuaca buruk menghambat penyelam.
Aktivis Jogja menyurati MPR dan DPD RI untuk meminta program MBG dihentikan karena menyoroti kasus keracunan dan dugaan pelanggaran HAM.
Profil Adrianto Pitojo Adhi, Presdir Summarecon yang diamankan KPK dalam OTT kasus dugaan korupsi pengurangan HGB di Bogor.
Dampak perubahan iklim yang semakin terasa, mulai dari peningkatan suhu hingga perubahan pola cuaca, menjadi tantangan dalam pembangunan gedung
Kemenhut menangani kebakaran hutan lewat OMC, penegakan hukum hingga rehabilitasi lahan. Kebakaran juga meningkat di DIY.
Harga BBM dan material konstruksi naik akibat minyak dunia tembus US$100. AKI mendesak pemerintah menerapkan eskalasi nilai kontrak.