Jelang DCF XVI, Harga Homestay Dieng Diminta Wajar
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Ilustrasi uang- Antara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulonprogo memeprtanyakan urgensi penyertaan modal Rp88 miliar dari dari Pemkab setempat kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Binangun.
Juru Bicara Pansus Rancangan Peraturan Daerah (raperda) tentang Perumda Tirta Binangun DPRD Kulonprogo, Agus Supriyanta mengatakan pihaknya ingin penyertaan modal tersebut sebanding dengan capaian kinerja maupun inovasi yang dilakukan PDAM.
"Apabila melihat modal sesuai Perda Kulon Progo Nomor 6 tahun 2020, saat ini bagaimana dengan kinerja Perumda Air Minum Tirta Binangun? Mohon penjelasannya juga terkait peningkatan kinerja apa yang ingin dicapai dengan penambahan modal tersebut," kata Agus saat membacakan pandangan pansus dalam rapat paripurna di DPRD Kulonprogo, Kamis (22/2/2024).
Ia mengatakan berdasarkan pencermatan dan pembahasan terhadap Raperda tentang Perubahan Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 6 Tahun 2020 tentang Perusahaan Umum Daerah Air minum Tirta Binangun, pansus mempertanyakan capaian kinerja Perumda Air Minum Tirta Binangun.
"Mohon disampaikan upaya yang telah dilakukan untuk menggandeng investor dari pihak luar dan investor dari mana saja yang telah bekerja sama selama ini," katanya.
Selain itu, kata Agus, pansus mempertanyakan inovasi strategi baru untuk bersaing dengan produk air minum dari perusahaan yang lebih besar.
BACA JUGA: PDAM Tirta Binangun Peroleh Suntikan Dana Rp4,5 Miliar
"Saat ini, perlu ada inovasi dan strategis khusus dalam penyediaan air bersih," katanya.
Sementara itu, Penjabat Bupati Kulon Progo Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perumda Air Minum Tirta Binangun tentu membutuhkan modal yang mencukupi.
Kebutuhan modal tersebut tidak dapat dilepaskan dari dinamika kebijakan internal perusahaan, maupun dinamika eksternal. Misalnya, kebijakan pemerintah baik pada level nasional maupun daerah.
Penyertaan modal pemkab untuk memenuhi modal dasar Perumda Air Minum Tirta Binangun yang diberikan dalam bentuk tunai selain bersumber dari APBD, juga bersumber dari program masyarakat berpenghasilan rendah (Program MBR) yang merupakan program hibah dari Pemerintah Pusat c.q. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya kepada Pemerintah Daerah.
"Tujuannya, masyarakat berpenghasilan rendah juga memperoleh akses yang sama untuk menikmati air bersih, sebagai bagian dari hak dasar mereka," kata Ni Made.
Ia juga mengatakan penyaluran modal yang bersumber dari program MBR tersebut di atas tidak diberikan secara langsung, melainkan dengan cara reimbursement.
"Kondisi tersebut kemudian menjadi perhatian bagi Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berkenaan dengan pemenuhan modal dasar, khususnya dengan adanya perubahan kebijakan tentang dana reimbursement untuk program MBR yang akan dihapuskan pada anggaran 2024," katanya.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA . Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
Inggris menjuarai Grup L Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Panama 2-0. Harry Kane pecahkan rekor, Kroasia dan Ghana juga lolos ke fase gugur.
BMKG memprakirakan cuaca DIY pada Minggu 28 Juni 2026 didominasi cerah berawan dengan suhu udara berkisar 21 hingga 30 derajat Celsius.
Nilai SPMB SMA Jogja 2026 jalur domisili wilayah. SMAN 3 Yogyakarta mencatat nilai tertinggi 393,74, disusul SMAN 8 dan SMAN 1.