Jateng Fair 2026 Pamer Inovasi, Investasi, dan Hiburan di PRPP
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi resmi membuka gelaran Jateng Fair 2026 di kawasan PRPP Semarang, Jumat 26 Juni 2026.
Direktur Utama PDAM Tirta Sembada Sleman, Dwi Nurwata (baju batik) saat melakukan penanaman pohon di kawasan lereng Merapi beberapa waktu lalu./ Istimewa - dok PDAM Sleman
SLEMAN—PDAM Tirta Sembada Sleman ikut menyemarakkan Peringatan Hari Air Sedunia 2024 yang dilaksanakan Jumat (22/3/2024). Kegiatan peringatan salah satunya dilakukan dengan menanam 1.000 pohon di lereng Gunung Merapi.
Direktur Utama PDAM Tirta Sembada Sleman, Dwi Nurwata mengatakan Peringatan Hari Air Sedunia menjadi momen penting untuk mengedukasi masyarakat.
Menurut dia, masyarakat perlu diberikan sosialiasi dan diajak untuk ikut berpartisipasi menjaga kelestarian sumber mata air.“Air menjadi kebutuhan vital karena jika tidak tercukupi bisa mati,” kata Dwi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (19/3/2024).
Dia menjelaskan, keberadaan sumber air semakin berkurang seiring dengan pesatnya pertumbuhan manusia. Di sisi lain, terjadinya bencana seperti Gunung Merapi yang meletus di 2010 ikut berpengaruh terhadap Umbul Wadon yang menjadi salah satu lokasi pengambilan air milik PDAM Tirta Sembada. “Penurunan debitnya sudah mencapai lima hingga sepuluh persen. Jadi, ini harus diantisipasi agar tidak terjadi krisis, di tengah terus bertambahnya pelanggan PDAM,” katanya.
Menurut Dwi, untuk menjaga kelestarian air dengan cara konservasi. Oleh karena itu, dalam Peringatan Hari Air Sedunia akan dilakukan beberapa kegiatan.
Ia menjelaskan, kegiatan pertama dilakukan dengan cara memberikan edukasi ke masyarakat. Rencananya dilaksanakan dengan memberikan bingkisan kepada pengguna jalan di titik yang ditentukan. “Kegiatan ini tidak hanya memberikan bingkisan, tapi juga ada pemberian sticker tentang pesan-pesan untuk berpartisipasi dalam konservasi sumber air,” katanya.
Adapun kegiatan kedua dilakukan dengan program reboisasi atau gerakan penanaman pohon. Rencananya, kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman untuk menanam 1.000 pohon di lereng Gunung Merapi. “Untuk jenisnya adalah bibit pohon yang memiliki akar panjang sehingga bisa menahan air serta tentunya berbuah sehingga hasilnya bisa dimanfaatkan,” kata Dwi.
Disinggung mengenai pelanggan di PDAM Tirta Sembada, ia mengakui hingga sekarang berjumlah sekitar 45.000 sambungan rumah (SR). Jumlah ini diperkirakan terus bertambah dikarenakan setiap tahunnya terdapat sekitar 2.000 pelanggan baru. “Dari sumber yang dimiliki kapasitasnya sekitar 640 liter per detik. Untuk sekarang masih mencukupi, tapi kalau terus bertambah pelanggannya maka harus ada alternatif sumber lain. Jadi, upaya konservasi untuk mempertahankan sumber air sangat penting karena juga menyangkut masalah pelayanan,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi resmi membuka gelaran Jateng Fair 2026 di kawasan PRPP Semarang, Jumat 26 Juni 2026.
PT Importa Jaya Abadi (Importa) meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian penjualan 1 juta unit lemari pakaian besi
Kasus Ebola di Kongo meningkat. Dosen UMY mengingatkan Indonesia memperkuat kewaspadaan, deteksi dini, dan sistem kesehatan menghadapi ancaman penyakit menular.
Kemhan mengevaluasi total Latsarmil SPPI 2026 usai lima peserta meninggal, mencakup seleksi kesehatan, latihan fisik, dan metode pembelajaran.
Bareskrim menyelidiki 15 perusahaan yang diduga menjadi sponsor 321 WNA dalam kasus sindikat judi online Hayam Wuruk.
Xpeng G6 AWD resmi meluncur di Indonesia dengan motor ganda, tenaga 358 kW, akselerasi 4,13 detik, dan identitas baru Black Edition.