PDAM Tirta Binangun Peroleh Suntikan Dana Rp4,5 Miliar

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
26 Agustus 2020 09:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--DPRD Kulonprogo melalui Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah tentang Penambahan Penyertaan Modal PDAM, mendesak PDAM Tirta Binangun untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan baik soal kualitas air, perbaikan jaringan dan kelancaran distribusi air ke seluruh pelanggan.

Ketua Pansus, Priyo Santoso mengatakan mulai 2020 sampai lima tahun ke depan, PDAM akan mendapat penambahan modal sebesar Rp4,5 miliar per tahun. Momen ini perlu dimanfaatkan PDAM untuk meningkatkan dan memperbaiki layanan kepada masyarakat.

BACA JUGA : PDAM Kulonprogo Akan Bangun Sumur Bor di YIA untuk

"Mulai dari kualitas air, perbaikan jaringan dan kelancaran distribusi air ke seluruh pelanggan, harus bisa ditingkatkan menggunakan modal tersebut," ujar Priyo, Selasa (25/8/2020).

Pihaknya juga meminta PDAM bisa berkontribusi dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ini karena PDAM merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang memiliki bisnis pengelolaan air dalam kemasan berjenama AirKu. Dengan adanya usaha itu, maka rumusan PAD yang disetor PDAM harus diperjelas.

"Dalam inovasi usaha PDAM juga harus pengoptimalkan potensi sumber air baku untuk memperbanyak pemanfaatan usaha bagi masyarakat maupun pelaku usaha yang ada di kulonprogo termasuk di dalamnya kebutuhan ketersedian air bersih bagi Yogyakarta International Airport (YIA)," ujarnya.

Terkait dengan peran PDAM untuk mensuplai kebutuhan air bersih di YIA, Pemkab masih membutuhkan anggaran sekitar  Rp13,150 miliar untuk invetasi jaringan distribusi utama ke bandara itu. Anggaran tersebut digunakan untuk pembuatan sumur bor dan optimalisasi intake Lendah.

Asisten II Setda Kulonprogo Bambang Tri Budi mengatakan kebutuhan air bersih di YIA dan kawasan aerotropolis kekinian mencapai lebih dari 27 liter perdetik. Namun saat ini PDAM baru bisa mencukupi delapan liter perdetik dengan mengoptimalkan intake Lendah.

BACA JUGA : Pelanggan A2 PDAM Kulonprogo Peroleh Keringanan

Berdasarkan nota kesepahaman antara Pemkab dengan PT Angkasa Pura I, permintaan kebutuhan awal air bersih yang harus dicukupi PDAM sebesar 14 liter/detik. Kebutuhan tersebut telah dapat dipenuhi dari existing PDAM (SPAM Lendah) dan rencana pembuatan sumur bor untuk cadangan 10 liter/detik, serapan tertinggi sampai dengan saat ini sebesar 8 liter/detik.

Oleh karena itu PDAM  lanjutnya butuh anggaran untuk pembangunan jaringan distribusi utama (JDU) bandara dan kawasan aerotropolis sebesar Rp13,150 miliar.

"Untuk perencanaan ke depan pertumbuhan kawasan bandara baik aerocity, aerotropolis, hinterland akan dipenuhi dengan rencana pengembangan SPAM Kamijoro yang direncanakan akan dibangun pada 2023 atau 2024," kata Bambang.

BACA JUGA : Banyak Pembangunan di Kulonprogo, Kebutuhan Air di Bukit 

Bambang mengatakan selain rencana membangun JDU kawasan bandara, PDAM juga memiliki target membangun jaringan air rakyat. Pada 2020 targetnya bisa membangun sebanyak 3.150 sambungan. Pada 2021 sebanyak 3.150 sambungan, 2022 sebanyak 1.750 sambungan, 2023 sebanyak 1.750 sambungan dan 2024 sebanyak 334 sambungan. Adapun hingga  akhir 2019, PDAM telah melayani 31.146 sambungan.

Direktur PDAM Tirta Binangun, Jumantoro mengatakan pihaknya siap merealisasikan target yang telah ditentukan pemerintah. Pun demikian dengan permintaan dewan yang ingin PDAM bisa meningkatkan kualitas pelayanan dan inovasi.