Tekan Pengangguran, Padat Karya Digelar di 65 Titik di Gunungkidul
Program padat karya di Gunungkidul digelar di 65 titik pada 2026 dengan anggaran Rp100-200 juta per lokasi untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi
Foto ilustrasi penyitaan petasan. - Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Polsek Paliyan mengungkap korban ledakan mercon rakitan di Kedungdowo Wetan, AP, 12, membeli bubuk mercon secara online dengan sistem COD. Korban kini masih dirawat intensif di RS PKU Wonosari.
Kapolsek Paliyan, AKP Slamet Riyanto, mengatakan jajarannya telah melakukan pemeriksaan di sekitar rumah korban. Dari lokasi, polisi menemukan satu bungkus bubuk mercon dengan berat sekitar 25 gram.
Menurut hasil keterangan yang dihimpun, bubuk tersebut dibeli AP secara online dengan metode pembayaran cash on delivery (COD).
"Kami menemukan bungkus pembelian bubuk mercon secara online. Bubuk ini dibeli dengan cara COD," kata Slamet kepada wartawan, Senin malam.
Barang bukti tersebut kini telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Slamet menjelaskan, satu bungkus bubuk mercon seharusnya dapat digunakan untuk membuat beberapa batang petasan. Namun oleh korban, seluruh isi bungkus justru dirakit menjadi satu mercon berukuran lebih besar.
"Karena ketidaktahuan korban, maka hanya dibuat satu mercon," kata Kapolsek.
Kronologi Ledakan Mercon Rakitan
Sebelumnya diberitakan, insiden ledakan terjadi pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa bermula saat AP merakit mercon di bagian belakang rumahnya.
Seusai proses perakitan selesai, korban mencoba menyalakan sumbu menggunakan korek api. Akan tetapi, mercon tidak langsung meledak.
Karena penasaran, korban memegang petasan tersebut untuk memeriksa kondisinya. Pada saat itulah ledakan tiba-tiba terjadi dan menyebabkan luka serius di bagian tangan.
"Korban sempat berlari ke rumah untuk memberitahu neneknya kalau terkena ledakan petasan," kata Slamet kepada wartawan, Senin malam.
Seusai menerima laporan tersebut, keluarga segera membawa korban ke Rumah Sakit PKU Wonosari untuk mendapatkan penanganan medis.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tangan kanan korban mengalami luka berat. Ibu jari dilaporkan patah, sementara jari telunjuk dan jari tengah mengalami luka-luka akibat ledakan.
"Yang terluka tangan kanan. Ibu jarinya mengalami patah, sedangkan telunjuk dan jari tengah juga mengalami luka-luka," ungkapnya.
Slamet menambahkan, hingga saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Pihak kepolisian juga terus melakukan penyelidikan terkait peredaran bahan mercon yang diperoleh secara online tersebut.
"Kami berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bersama sehingga kasus sama tidak terulang. Kami meminta kepada orang tua juga terus memperhatikan aktivitas abak-anak sehingga bisa terhindar dari hal-hal yang berbahaya," kata dia.
Kasus ledakan mercon rakitan di Paliyan ini menjadi peringatan keras terkait bahaya pembelian bahan peledak secara daring tanpa pengawasan, terutama oleh anak-anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program padat karya di Gunungkidul digelar di 65 titik pada 2026 dengan anggaran Rp100-200 juta per lokasi untuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi
Timnas Voli Putri Indonesia kalah 1-3 dari Vietnam di SEA V Cup Women 2026. Blok kurang solid dan banyak eror jadi penyebab. Lawan Filipina selanjutnya.
Pembiayaan UMKM di DIY dinilai perlu difokuskan pada usaha produktif dan prospektif. Penyaluran KUR hingga Juni 2026 mencapai Rp2,74 triliun kepada 48.290 debit
Cara update Roblox di Windows dan MacBook terbaru 2026. Simak langkah mudah memperbarui Roblox serta solusi mengatasi error update failed.
BMKG mengingatkan masyarakat mewaspadai heatstroke selama musim kemarau. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan cara mencegah sengatan panas akibat cuaca ekstr
Polresta Sleman masih menyelidiki dugaan kasus kecelakaan yang menewaskan seorang juru parkir di Jalan Monjali, Mlati.