DPRD Gunungkidul Soroti Proyek Strategis yang Belum Jalan
DPRD Gunungkidul meminta lima proyek strategis senilai Rp17,3 miliar segera dilelang agar pengerjaan tidak molor.
Foto ilustrasi penyitaan petasan. - Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Polsek Paliyan mengungkap korban ledakan mercon rakitan di Kedungdowo Wetan, AP, 12, membeli bubuk mercon secara online dengan sistem COD. Korban kini masih dirawat intensif di RS PKU Wonosari.
Kapolsek Paliyan, AKP Slamet Riyanto, mengatakan jajarannya telah melakukan pemeriksaan di sekitar rumah korban. Dari lokasi, polisi menemukan satu bungkus bubuk mercon dengan berat sekitar 25 gram.
Menurut hasil keterangan yang dihimpun, bubuk tersebut dibeli AP secara online dengan metode pembayaran cash on delivery (COD).
"Kami menemukan bungkus pembelian bubuk mercon secara online. Bubuk ini dibeli dengan cara COD," kata Slamet kepada wartawan, Senin malam.
Barang bukti tersebut kini telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Slamet menjelaskan, satu bungkus bubuk mercon seharusnya dapat digunakan untuk membuat beberapa batang petasan. Namun oleh korban, seluruh isi bungkus justru dirakit menjadi satu mercon berukuran lebih besar.
"Karena ketidaktahuan korban, maka hanya dibuat satu mercon," kata Kapolsek.
Kronologi Ledakan Mercon Rakitan
Sebelumnya diberitakan, insiden ledakan terjadi pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa bermula saat AP merakit mercon di bagian belakang rumahnya.
Seusai proses perakitan selesai, korban mencoba menyalakan sumbu menggunakan korek api. Akan tetapi, mercon tidak langsung meledak.
Karena penasaran, korban memegang petasan tersebut untuk memeriksa kondisinya. Pada saat itulah ledakan tiba-tiba terjadi dan menyebabkan luka serius di bagian tangan.
"Korban sempat berlari ke rumah untuk memberitahu neneknya kalau terkena ledakan petasan," kata Slamet kepada wartawan, Senin malam.
Seusai menerima laporan tersebut, keluarga segera membawa korban ke Rumah Sakit PKU Wonosari untuk mendapatkan penanganan medis.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tangan kanan korban mengalami luka berat. Ibu jari dilaporkan patah, sementara jari telunjuk dan jari tengah mengalami luka-luka akibat ledakan.
"Yang terluka tangan kanan. Ibu jarinya mengalami patah, sedangkan telunjuk dan jari tengah juga mengalami luka-luka," ungkapnya.
Slamet menambahkan, hingga saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Pihak kepolisian juga terus melakukan penyelidikan terkait peredaran bahan mercon yang diperoleh secara online tersebut.
"Kami berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bersama sehingga kasus sama tidak terulang. Kami meminta kepada orang tua juga terus memperhatikan aktivitas abak-anak sehingga bisa terhindar dari hal-hal yang berbahaya," kata dia.
Kasus ledakan mercon rakitan di Paliyan ini menjadi peringatan keras terkait bahaya pembelian bahan peledak secara daring tanpa pengawasan, terutama oleh anak-anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta lima proyek strategis senilai Rp17,3 miliar segera dilelang agar pengerjaan tidak molor.
Pengadilan Militer Jakarta menjatuhkan vonis 13 tahun penjara kepada Serka Mochamad Nasir dalam kasus pembunuhan kepala cabang bank.
Polres Kulonprogo merotasi jabatan Kasat Samapta, Kapolsek Sentolo, dan Kapolsek Samigaluh dalam upaya penyegaran organisasi.
Kejagung mengungkap yayasan terafiliasi tersangka kasus MBG diduga menerima insentif miliaran rupiah per hari dari program tersebut.
MSI memperkenalkan Claw 8 EX AI+ berbasis Intel Arc G3 Extreme serta laptop edisi spesial 40 tahun pada COMPUTEX 2026.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa siap berbagi data dengan penegak hukum terkait penyidikan dugaan korupsi Program MBG periode 2025–2026.