Banyak Pembangunan di Kulonprogo, Kebutuhan Air di Bukit Menoreh Harus Diperhatikan

Ilustrasi - Freepik
22 Juli 2020 12:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—DPRD Kulonprogo mendesak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Binangun segera membuat detail engineering design (DED) pemanfaatan sumber mata air baku di Kulonprogo sisi utara atau wilayah Bukit Menoreh. Wilayah tersebut belum banyak disuplai air bersih sehingga kerap krisis air ketika memasuki musim kemarau.

Wakil Ketua I DPRD Kulonprogo Ponimin Budi Hartono mengatakan PDAM baru mengandalkan air baku dari sumber mata air Clereng, Pengasih dan Sungai Progo. Suplai air dari situ menurutnya masih kurang untuk memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat yang tinggal di wilayah utara, seperti Kapanewon Girimulyo, Kalibawang dan Samigaluh.

Apalagi, beroperasinya Yogyakarta International Airport (YIA) dan pengembangan kawasan aerotropolis yang sebagian airnya berasal dari Clereng, bisa makin menambah krisis air. “Daerah utara ini jadi langganan kekeringan di musim kemarau," kata Ponimin kepada wartawan, Rabu (22/7/2020).

PDAM perlu segera membuat DED pemanfaatan air baku di wilayah utara. Sumber mata air yang bisa digunakan kata Ponimin yakni Daerah Aliran Sungai (DAS) Tinalah, Samigaluh. Aliran sungai Tinalah menurutnya cukup melimpah dan bisa dimanfaatkan untuk menyuplai sumber air kepada masyarakat. Namun, sampai hari ini, PDAM belum memanfaatkan peluang itu.

"DED pemanfaatan air baku ini perlu segera dibuat, untuk kemudian bisa diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat guna mendapat bantuan pendanaan," ujarnya.

Pendapat senada disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kulonprogo Budi Hutomo Putro. Ia mendorong PDAM mempercepat pembangunan jaringan air di kawasan perbukitan Menoreh yang menjadi langganan kekeringan setiap musim kemarau.

"Wilayah di kawasan Bukit Menoreh yang menjadi langganan kekeringan yakni Girimulyo, Kalibawang dan Samigaluh. Tiga wilayah ini dengan dengan sumber mata air di Kalibawang, tapi setiap tahun kekurangan air," katanya.

Perlunya pembangunan jaringan air di kawasan Perbukitan Menoreh ini juga berkaitan dengan proyek pengembangan kawasan utara menjadi pusat wisata baru penyangga Kawasan Strategis Pembangunan Nasional (KSPN) Borobudur.

"Bila suplai air di wilayah itu tidak mencukupi, tentunya rencana pengembangan kawasan ini menjadi sukar terlaksana, karena air merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat," ujarnya.

Direktur PDAM Tirta Binangun Jumantoro mengatakan pengembangan Sungai Tinalah sebagai sumber mata air baku sebenarnya sudah masuk dalam daftar rencana pengembangan oleh Kementerian PUPR. Namun untuk saat ini belum ada kejelasan lebih lanjut. Kendati begitu, pihaknya tetap akan mengupayakan agar Sungai Tinalah bisa segera dimanfaatkan.

PDAM juga berencana membangun embung baru di wilayah utara. Embung ini akan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat sekitar. "Kami juga akan mengupayakan pembangunan embung yang menampung air Sungai Progo untuk mencupi kebutuhan air bersih masyarakat," ujarnya.