Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Pipa air bersih tua - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—PDAM Tirtamarta Jogja merevitaliasi pipa distribusi utama air bersih berusia 100 tahun di Jalan HOS Cokroaminoto Jogja sepanjang 2,1 kilometer. Revitalisasi ini dianggarkan sekitar Rp11 miliar dan akan dimulai minggu depan.
Dirut PDAM Tirtamarta Jogja, Majiya, menjelaskan revitalisasi ini tepatnya dilakukan di sepanjang jalan HOS Cokroaminoto, mulai dari simpang empat Wirobrajan hingga simpang empat Jati Kencana. Revitalisasi ini mengganti pipa sebelumnya yang berbahan asbes dengan pipa baru jenis High Density Polyethylene (HDPE).
Revitalitalisasi ini diperlukan karena pada pipa sebelumnya sudah terjadi kebocoran di beberapa titik.
“Untuk menekan kebocoran. Sebelumnya sudah ada kebocoran, kemaren dua tahun lalu yang di bawah rel bocor. Lalu di selatan rel dekat BPK DIY sama di depan SPBU juga bocor,” ujarnya, Selasa (10/9/2024).
Kebocoran tersebut terjadi lantaran usia pipa yang sudah sangat tua, yakni lebih dari 100 tahun. Pipa sebelumnya diketahui telah mulai dipasang sejak 1920. “Pemasangan itu dari 1920 mulai dipasang. Artinya lebih dari 100 tahun,” katanya.
BACA JUGA: Tahun Depan, Disdikpora Bantul Siapkan 10 Paket Rehab Sekolah
PDAM Tirtamarta Jogja telah melelang paket pengerjaan ini pada Juni lalu dengan pagu anggaran Rp13 miliar. Pemenang lelang sudah didapatkan pada awal Agustus dengan nilai kontrak yang disepakati sebesar Rp11 miliar. “Insyaallah mulai pemasangan pekan depan,” katanya.
Pemasangan pipa ini berada di tengah Jalan HOS Cokroaminoto. Pengerjaan akan dilakukan pada malam hari mulai pukul 21.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB keesokan harinya, sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Pengerjaan diperkirakan akan selesai pada pertengahan Desember mendatang.
Pihaknya secara bertahap akan mengganti semua pipa menggunakan HDPE. Hingga akhir tahun nanti, total pipa yang sudah menggunakan HDPE di Kota Jogja sepanjang 25 Km, yang merupakan pipa distribusi utama.
“Nanti secara bertahap akan kami ganti ke pipa HDPE sampai ke rumah-rumah. Panjang pipa PDAM baik jaringan distribusi utama, jaringan distribusi pembagi, jaringan distribusi pelayanan, kurang lebih 1.000 Km,” ungkapnya.
Pipa asbes saat ini sudah tidak direkomendasikan karena dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan penyakit bagi masyarakat yang mengonsumsi airnya. “Dari para ahli minta HDPE yang lebih bagus, usianya bisa sampai 80 tahun,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi 2 Sleman terus dikebut. Pemasangan girder di Ring Road Utara ditarget selesai Juni 2026, termasuk pembangunan ramp off.
OpenAI meluncurkan ChatGPT Finance yang bisa terhubung ke rekening bank dan investasi untuk analisis keuangan personal pengguna.
Ekonom UAJY menilai pelemahan rupiah tetap berdampak ke warga desa dan kritik pernyataan Prabowo soal dolar AS.
KKMP di Kota Jogja sudah produksi ribuan batik ASN dan siapkan 65.000 seragam sekolah meski belum punya gerai permanen.
Apple mulai uji produksi chip iPhone dan Mac di Intel untuk kurangi ketergantungan pada TSMC di tengah tekanan AI dan geopolitik