Kerap Terjadi Hujan, Bantul Masih Krisis EWS Banjir

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Senin, 26 Februari 2024 18:37 WIB
Kerap Terjadi Hujan, Bantul Masih Krisis EWS Banjir

Early Warning System/Ist-OPI

Harianjogja.com, BANTUL—Memasuki musim hujan, Pemkab Bantul telah menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi akhir Februari 2024. Meski begitu, hingga saat ini Bantul masih kekurangan early warning system (EWS) banjir. 

Teknisi EWS Tsunami dan Komunikasi BPBD Bantul, Ruwadi Bege menyampaikan saat ini di Bantul hanya ada enam unit EWS banjir dari kebutuhan sekitar 10-15 unit EWS banjir. Dari jumlah EWS banjir yang ada dua unit di antaranya rusak. 

Dia menyampaikan dua unit EWS yang rusak tersebut berada di Jembatan Kiringan, Canden, Jetis dan Jembatan Kedungjati, Selopamioro, Imogiri. Di kedua lokasi tersebut, sensor EWS banjir rusak dan sinyal GSM-nya rusak, sehingga saat debit air meningkat, EWS banjir tersebut tidak dapat mengirimkan sinyal peringatan dini. Kerusakan tersebut menurutnya telah terjadi sejak sekitar tiga bulan lalu. 

Menurut Ruwadi, kerusakan sensor banjir tersebut membuat EWS banjir tersebut perlu diganti. “Kami sudah mengusulkan ke atasan untuk pergantian alat [sensor EWS banjir], Sensornya tetap diganti, tidak bisa diperbaiki,” katanya, Senin (26/2/2024). 

Dia menyampaikan EWS tersebut telah ada sejak lima tahun lalu dan baru kali ini mengalami kerusakan. 

Lebih lanjut Manajer Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah menyampaikan pihaknya masih menunggu arahan terkait dengan perbaikan dua EWS banjir tersebut. “Perbaikan [EWS banjir] menunggu anggaran dan arahan pimpinan untuk diperbaiki,” katanya. 

Dia menyampaikan jumlah EWS banjir di Bantul masih belum mencukupi kebutuhan. Menurutnya, dibutuhkan sekitar 10-15 unit EWS banjir di Bantul. 

“[Jumlah EWS banjir yang ada] Tentunya kurang. Kalau dinyatakan cukup itu kurang, kalau berbicara early warning sebelum kejadian idealnya sudah ada peringatannya,” katanya, Senin (26/2/2024). 

BACA JUGA: Bantul Butuh Banyak Tambahan EWS Longsor dan Banjir

Lantaran masih kekurangan EWS, Aka mendorong optimalisasi peringatan dini banjir melalui Pos Siaga Darurat Banjir-Longsor di 36 titik. Menurutnya, sistem peringatan dini banjir dapat dilakukan dengan mengoptimalkan jaringan komunikasi yang ada di pos siaga darurat tersebut. 

“Jadi tidak hanya EWS [banjir] tetapi juga mengoptimalkan peran masyarakat, relawan, pemerintah kalurahan, dengan membentuk pos siaga banjir di Bantul sesuai surat keputusan [SK] siaga banjir yang telah ditetapkan,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online