In This Ekonomi, Ini Cara Efektif Mengelola Keuangan di Tengah Inflasi
Biaya hidup yang terus meningkat menuntut pengelolaan keuangan yang lebih disiplin. Simak delapan langkah praktis agar kondisi finansial tetap aman hingga akhir
Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Yogyakarta melakukan perbaikan tambahan (renvoi) data daftar pemilih tetap Pemilu 2024 saat rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara Pemilu Kota Jogja di Hotel Tara, Jogja, Rabu (28/2/2024). - Antara/Andreas Fitri Atmoko\r\n\r\n
Harianjogja.com, BANTUL—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul telah menyelesaikan rapat pleno terbuka rekapitulasi suara Pemilu 2024 tingkat kabupaten di Kantor KPU Bantul, Jumat (1/3/2024) malam. Hasil rekapitulasi bakal menjadi dasar penentuan calon terpilih hasil Pemilu 2024.
Ketua KPU Bantul Joko Santosa mengatakan rapat pleno terbuka rekapitulasi suara Pemilu 2024 tingkat kabupaten sejatinya menjadwalkan selesai pada Minggu (3/3/2024). Namun, dalam realisasinya, rekapitulasi suara Pemilu 2024 tingkat kabupaten yang digelar sejak Rabu (28/2/2024) sore, mampu selesai pada Jumat (1/3/2024) malam.
Menurut Joko, selesainya rekapitulasi suara Pemilu 2024 tingkat kabupaten dari target awal, tidak lepas dari tidak banyaknya perubahan pada perolehan suara partai politik antara rekapitulasi suara tingkat kabupaten dengan rekapitulasi tingkat kapanewon. Di mana, formulir D Hasil atau hasil rekapitulasi suara di tingkat kapanewon sudah valid.
Sementara terkait dengan perolehan kursi dan caleg yang terpilih, Joko mengaku hal itu belum bisa dilakukan. Sebab, masih ada proses yang harus dilalui dan penepatan alokasi kursi serta calon terpilih akan ditetapkan secara secara resmi oleh KPU RI.
"Tentunya setelah MK [Mahkamah Konstitusi] menyatakan sudah tidak ada perkara konstitusi. Jadi masih nunggu sidang di MK, itu di bulan April," terang Joko, Sabtu (2/3/2024).
Jadi, kata Joko, rekapitulasi suara Pemilu 2024 tingkat kabupaten ini hanya menetapkan hasil penghitungan perolehan suara lima jenis pemilihan di tingkat kabupaten. Baik itu Pilpres, DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/ Kota.
"Jadi setelah ini, perolehan suara ini akan kami bawa ke rekapitulasi suara Pemilu 2024 di tingkat provinsi, pada Senin (4/3/2024)" terang Joko.
Disinggung terkait dengan evaluasi pelaksanaan rekapitulasi suara Pemilu 2024 tingkat kabupaten, Joko mengaku pada rekapitulasi tahun ini ada kemajuan dibandingkan pada Pemilu 2019. Ia melihat keberadaan aplikasi Sirekap Web justru mempermudah rekapitulasi jika ada perbedaan angka di masing-masing tingkatan.
"2019 kan dulu sampai enam hari untuk rekapitulasi di tingkat kabupaten. Kalau sekarang, cukup dua hari saja," ungkap Joko.
BACA JUGA: BMKG: Waspadai Potensi Hujan Lebat Siang Ini di Jogja dan Sekitarnya
Selain itu, Joko mencatat sejauh ini rekapitulasi suara Pemilu 2024 tingkat kapanewon dan kabupaten tidak ada kendala berarti. Sebab, rekapitulasi suara Pemilu 2024 tingkat kapanewon tidak ada permasalahan, sehingga membuat rekapitulasi suara Pemilu 2024 tingkat kabupaten bisa berjalan cepat.
"Maka kemarin dari 17 kapanewon itu kami adakan mitigasi sejak awal. Jangan sampai meninggalkan masalah, karena penyelesaian di tingkat kapanewon, penyelesaiannya kan dekat. Kalau di tingkat kabupaten, rujukannya jauh," papar Joko.
Joko menambahkan, saat rekapitulasi suara Pemilu 2024 tingkat kapanewon, lima komisioner KPU Bantul dan sekreatriat KPU Bantul juga turun dan melakukan pendampingan. Ini dilakukan untuk meminimalisasi kesalahan data saat rekapitulasi suara Pemilu 2024 tingkat kapanewon.
"Harusnya mudah di tingkat kapanewon jangan sampai di bawa ke tingkat kabupaten. Untuk itu kemarin kami benar-benar melakukan pendampingan di tingkat kapanewon," ucap Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Biaya hidup yang terus meningkat menuntut pengelolaan keuangan yang lebih disiplin. Simak delapan langkah praktis agar kondisi finansial tetap aman hingga akhir
Kemenaker akan mengklarifikasi perbedaan data PHK dengan Apindo setelah muncul selisih angka pekerja terdampak sepanjang 2026.
Warga Gowongan dari anak-anak hingga lansia dapat belajar tari klasik Yogyakarta gratis melalui Kampung Menari Hasta Budaya.
Kasus rubella di Bantul naik menjadi 35 kasus pada 2026. Dinkes mempercepat imunisasi MR melalui BIAS mulai Agustus.
PM Prancis mengklaim kebakaran hutan mulai terkendali meski luas lahan terbakar telah melampaui rekor sebelumnya.
Sejumlah orang tewas dalam penembakan di Idaho, AS. Polisi menyatakan ancaman telah berakhir, sementara penyelidikan masih berlangsung.