Libur Sekolah, Ancaman Ubur-Ubur di Pantai Gunungkidul Meningkat
Ubur-ubur mulai muncul di pantai Gunungkidul. Wisatawan diminta waspada karena lima orang sudah tersengat saat libur sekolah.
Ilustrasi Pilkada /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Sleman memastikan kadernya siap meramaikan kontestasi Pilkada 2024. Meski demikian, untuk bisa maju harus berkoalisi dengan partai lain.
Ketua DPC Gerindra Sleman, Sukaptana mengatakan peta kekuatan untuk Pilkada 2024 sudah diketahui. Hal ini terlihat dari hasil rekapitulasi perhitungan suara yang dilakukan di tingkat kabupaten.
Meski belum ada pengumuman secara resmi dari KPU Sleman, namun partai politik sudah membuat perhitungan berkaitan dengan kursi DPRD yang didapatkan. “Sama seperti di Pemilu 2019, kami masih mendapatkan enam kursi,” kata Sukaptana, Senin (4/3/2024).
Menurut dia, adanya enam kursi di DPRD Sleman bisa menjadi modal untuk menghadapi pilkada yang rencananya diselenggarakan November mendatang. Hasil pembahasan di internal partai adan beberapa nama yang menjadi kandidat untuk diusung sebagai calon bupati maupun wakil bupati di Sleman.
BACA JUGA: Bapanas Mengklaim Harga Beras Turun Jadi Rp14.000 per Kilogram
Bakal calon pertama adalah dirinya sendiri. Sebagai Ketua DPC, ia mengakui siap maju apabila mendapatkan restu dari DPP Gerindra. “Tentunya saya siap,” katanya.
Adapun calon kedua adalah pengurus DPP sekaligus caleg terpilih DPRD provinsi dari Dapil Sleman 6, yakni M Lisman Pujakusuma. “Dia adalah sosok kader muda potensial yang dimiliki Gerindra,” kata Sukaptana.
Disinggung mengenai posisi yang diincar, ia mengakui belum mematok target pasti. Sukaptana berdalih partainya tidak bisa mengusung calon sendiri karena harus berkoalisi dengan partai lain.
“Kami hanya punya enam kursi, sedangkan persyaratan maju minimal memiliki sepuluh kursi DPRD. Jadi, kami masih berusaha mencari kawan koalisi dan untuk posisi calon bupati atau wakil butuh dikomunikasikan dengan partai lain,” katanya.
Menurut dia, lobi-lobi kecil dengan partai lain sudah dilakukan. Meski demikian, ia memastikan proses tersebut masih penjajakan awal. “Telepon-telepon sudah, tapi masih penjajakan awal sehingga butuh komunikasi yang lebih intens,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Ketua DPC PKB Sleman, R Agus Choliq. Menurut dia, dengan raihan tujuh kursi DPRD Sleman di Pemilu 2024, maka partainya harus membentuk koalisi untuk bisa mengusung calon bupati maupun wakil bupati di Pilkada Sleman.
“Kami tidak bisa mengusung calon sendiri karena harus berkoalisi dengan calon lain,” katanya. Menurut dia, untuk sekarang masih dalam pembahasan internal. Rencananya di Maret ini membuka penjaringan bakal calon yang diusung di pilkada.
“Mungkin pertengahan bulan, kalau tidak akhir Maret kami buka pejaringan calon bupati dan wakil bupati,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ubur-ubur mulai muncul di pantai Gunungkidul. Wisatawan diminta waspada karena lima orang sudah tersengat saat libur sekolah.
Swiss vs Kanada jadi penentu juara Grup B Piala Dunia 2026. Kedua tim sama-sama berpeluang lolos ke fase gugur.
Rupiah melemah ke Rp17.952 per dolar AS dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan sentimen global terbaru.
Prabowo tegaskan tak ada yang lebih genting dari kelaparan. Program MBG dinilai penting di tengah ancaman krisis pangan global.
PLN pastikan listrik di DIY kembali normal sejak 20 Juni 2026, layanan pelanggan kini stabil dan siap mendukung aktivitas masyarakat.
Kejari Kulonprogo kembalikan Rp344 juta uang korupsi BUMDes ke dua kalurahan untuk pemulihan kerugian masyarakat.