Pemkot Jogja Tekan Belanja Pegawai Lewat Pembatasan Rekrutmen
Belanja pegawai Pemkot Jogja masih 35,7 persen dari APBD 2026. BPKAD menekan anggaran melalui pembatasan rekrutmen ASN dan memanfaatkan tingginya angka pensiun
Ilustrasi hotel/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL–Okupansi hotel di Bantul menurun selama awal Ramadan 2024. Meski begitu, Pemkab Bantul berupaya meningkatkan event malam hari untuk mendorong peningkatan length of stay atau lama tinggal wisatawan.
Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bantul Yohanes Hendra menyampaikan dalam dua hari belakangan terjadi penurunan okupansi hotel di Bantul. “Reservasinya mulai menurun dari kemarin, walaupun ini masih libur [Nyepi], karena Menteri Agama sudah memutuskan puasa tanggal 12 [Maret 2024], otomatis pesanan kamar sudah mulai turun dari kemarin,” ujarnya, Senin (11/3/2024).
Hendra menyampaikan dalam dua hari belakangan okupansi hotel di Bantul mencapai 30%, dari sebelumnya sekitar 45%-50%. Menurut Hendra penurunan okupansi hotel tersebut cenderung terjadi Ramadan. “Pasti seperti itu sudah rutin [penurunan okupansi], karena kegiatan Dinas ada tetapi dikurangi, musim kampanye anggaran habis, musim puasa,” katanya.
Baca Juga
Puasa, Kunjungan Wisata DIY Diprediksi Turun sampai 70%
Sederet Tempat Wisata Gratis Jogja yang Cocok untuk Buka Puasa
Rasakan Sisi Spiritual Ramadan di Istanbul
Dia pun berharap saat Idulfitri 2024, reservasi hotel di Bantul dapat meningkat kembali. Dia memperkirakan peningkatan tersebut akan terjadi sekitar H-6 lebaran. PHRI Bantul pun menargetkan okupansi hotel dalam kurun waktu tersebut berkisar 80%-85%. “Harapan kami libur hari raya kemarin lebih baik dari kemarin,” ujarnya.
Sementara Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul, Kwintarto Heru Prabowo menyampaikan Dispar Bantul tengah merancang beberapa event wisata malam hari untuk meningkatkan length of stay. Saat ini length of stay di Bantul masih berada pada angka 1,8 hari, sementara ditargetkan dapat menyentuh dua hari.
Dia berencana merancang event dengan durasi waktu yang lebih lama, sehingga dapat menahan wisatawan berkunjung lebih lama di Bantul. Dia menyampaikan perpanjangan durasi waktu penyelenggaraan event serta rencana penyelenggaraan event malam hari diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sehingga berdampak pada peningkatan lama tinggal wisatawan. “Targetnya tidak hanya orang datang menonton acara kita tetapi juga berlama-lama disitu, makan di situ, beli oleh-oleh disitu,” katanya.
Dengan lama tinggal wisatawan semakin tinggi, dia berharap akan memberi dampak pula bagi masyarakat Bantul. “Dampak ekonomi di sektor ikutannya akan ikut semakin baik. Konsep pariwisata tidak sekadar konsep peningkatan PAD, tetapi bagaimana pengunjung semakin banyak, tinggalnya semakin lama dan belanjanya semakin banyak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Belanja pegawai Pemkot Jogja masih 35,7 persen dari APBD 2026. BPKAD menekan anggaran melalui pembatasan rekrutmen ASN dan memanfaatkan tingginya angka pensiun
Kronologi temuan 995 senjata di yayasan sekolah Pondok Pinang, Jakarta Selatan, kini diselidiki polisi bersama laporan dari pihak yayasan.
Maarten Paes tampil penuh saat Ajax mengalahkan Shelbourne 3-1 pada leg pertama kualifikasi Liga Conference. FC Twente menang 6-0.
Sedikitnya 100 imigran dilaporkan tewas dalam krisis migrasi di Ceuta. Spanyol meminta solidaritas Uni Eropa untuk mengatasi situasi tersebut.
Nilai tukar rupiah hari ini 7 Agustus 2026 diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.850-Rp17.950 per dolar AS di tengah penantian data penting.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.