Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Salah satu titik kerusakan doi Jalan Godean Sleman./ Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Warga yang tergabung dalam forum komunikasi jaga warga kecamatan Minggir dan Moyudan Sleman mengeluhkan terkait kondisi Jalan Godean yang rusak dan tidak kunjung diperbaiki oleh pemerintah.
Sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi jalan Godean, terutama di ruas pasar Godean ke barat hingga Sungai Progo, forum komunikasi jaga warga kecamatan Minggir dan Moyudan akan memasang sejumlah spanduk di pinggir jalan.
Kegiatan pemasangan spanduk akan dilakukan pada Minggu 17 Maret 2024. "Yah, sekitar 40 spanduk rintang jalan atau sejajar jalan akan kami pasang. Itu murni swadaya warga karena kami sudah tidak tahu lagi harus mengeluh kepada siapa," kata Senaja, koordinator forum Jaga Warga Minggir dan Moyudan, melalui siaran tertulisnya. Selasa (12/3/2024)
Poster tersebut intinya merupakan imbauan agar pengguna jalan lebih berhati-hati, mengurangi kecepatan dan menjaga sopan santun saat berkendara, sekaligus juga untuk mengingatkan pemerintah kabupaten Sleman dan provinsi DIY.
"Sudah banyak saudara kami yang jatuh, terluka parah hingga meninggal dunia akibat bersenggolan, tabrakan, jatuh sendiri di jalan bergelombang ini, " kata H Senaja, penanggungjawab kegiatan.
Lebih lanjut Senaja mengatakan, sudah tidak kurang-kurang menyampaikan keluhan atas kondisi jalan rusak itu, baik di forum resmi maupun secara pribadi. Bahkan melalui media sosial, keluhan kondisi jalan ini sudah sering disuarakan.
"Namun perhatian sepertinya masih kurang. Kalau pun ada hanya perbaikan jalan, hanya dilakukan penambalan yang kadang justru mengganggu pengguna jalan karena tambalan lebih tinggi dari aspal kiri kanan," katanya.
Seperti diketahui ruas jalan Godean, Sleman barat merupakan jalur wisata menuju Kulonprogo, Purworejo, atau Magelang.
"Bus-bus wisata yang besar-besar yang menuju daerah kami atau seladar lewat cukup banyak. Belum mobil-mobil pribadi ataupun para pesepeda juga tidak sedikit," katanya menambahkan.
Lebih lanjut dia mengatakan, belakangan ini lubang-lubang yang sangat berbahaya terlebih di musim hujan, hanya ditandai dengan cat semprot warna putih.
"Saya pikir kalau sudah ada tanda cat semprot itu perbaikan jalan akan segera dilakukan. Tetapi yang terjadi, sampai cat semprot itu hilang, perbaikan jalan belum juga dilaksanakan," katanya.
Bagaimana pun, atas nama warga, Senaja yang mantan lurah Sumberarum, moyudan, sleman itu mengucapkan terima kasih.
Namun demikian, lanjutnya, pihaknya minta kepada pemerintah Provinsi DIY agar memperhatikan kondisi yang ada, karna status jalan itu merupakan jalan provinsi.
"Kalau motor rusak karena kejeglong atau jatuh masih bisa diperbaiki. Yang kami sangat prihatin, adanya korban luka bahkan korban jiwa akibat kondisi jalan itu," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Arab Saudi akan mendenda hingga Rp93 juta bagi jemaah haji ilegal tanpa izin resmi dan memberi sanksi deportasi serta larangan masuk 10 tahun.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini 18 Mei 2026 terpantau stabil. Simak daftar lengkap harga jual dan buyback.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA Senin 18 Mei 2026 dari pagi hingga malam, rute Tugu Yogyakarta dan Wates.
MK menggelar sidang lanjutan uji materi KUHP Baru. Pasal penghinaan presiden hingga pidana zina menjadi sorotan.