Ingat! Sertifikat Lomba Bisa Tak Diakui Saat Daftar SPMB 2026
Disdik Sleman temukan banyak sertifikat lomba belum dikurasi Puspresnas. Ini bisa gagalkan jalur prestasi SPMB 2026.
Pernikahan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Gunungkidul mencatat bahwa angka pernikahan di Bumi Handayani memiliki tren penurunan selama lima tahun terakhir. Penurunan ini disinyalir akibat makin tingginya kesadaran usia pernikahan yang layak.
Staf Seksi Bimas Islam Kankemenah Gunungkidul, Nur Farid mengatakan jumlah pernikahan pada 2019 mencapai 5.851 pernikahan. Dari jumlah itu sebanyak 2.345 pernikahan dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA) dan 3.506 di luar KUA. “Luar kantor itu ya bisa di gedung, rumah mempelai, atau hotel. Kalau kantor ya maksudnya KUA, setingkat kecamatan,” kata Farid ditemui di kantornya, Rabu (13/3/2024).
Angka tersebut kemudian turun pada 2020 menjadi 4.963 pernikahan dengan rincian 2.126 pernikahan dilakukan di KUA dan 2.837 di luar KUA.
Barulah pada 2021, angka pernikahan itu kembali naik pada 2021 menjadi 5.178 pernikahan, 1.723 di KUA dan 3.455 di luar KUA.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kankemenag Gunungkidul, Zuhdan Aris mengaku tidak dapat memastikan penyebab tren penurunan angka pernikahan. Kemungkinannya menurut dia karena masyarakat Gunungkidul semakin sadar mengenai usia pernikahan yang layak.
BACA JUGA: Nikah Dini akibat Hamil Luar Nikah di Kulonprogo Marak, Tingkat Pendidikan Orang Tua Biangnya
Selain itu, UU No. 16/2019 tentang Perubahan atas UU No 1/1974 tentang Perkawinan yang menaikkan batas usia perkawinan menjadi 19 tahun untuk pria dan wanita juga dianggap menjadi faktor lain turunnya angka pernikahan.
“Kalau angka pernikahan turun pada 2020 itu menurut saya mungkin karena Covid-19. Ada pembatasan kegiatan termasuk pernikahan. Nikah di KUA juga dibatasi,” kata Zuhdan.
Faktor lain turunnya angka pernikahan menurut Zuhdan karena kesadaran dalam meniti karir dan pendidikan semakin meningkat. Meski telah berumur 19 tahun, seseorang cenderung berupaya mengejar tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdik Sleman temukan banyak sertifikat lomba belum dikurasi Puspresnas. Ini bisa gagalkan jalur prestasi SPMB 2026.
IHSG hari ini ditutup amblas 3,54% ke level 6.094,94. Investor panik merespons rencana aturan eksportir tunggal BUMN di bawah PT Danantara.
Kurs rupiah hari ini ditutup melemah ke Rp17.667 per dolar AS imbas sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan penutupan Selat Hormuz akibat perang.
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.
Penjualan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha tidak merata, sebagian naik tajam, sebagian turun meski harga meningkat.
Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.