1.250 Pendaftar, 500 Mahasiswa Lolos Beasiswa Sleman Pintar, Ini Pesan Danang
Sebanyak 500 mahasiswa lolos Sleman Pintar 2026 dari 1.250 pendaftar. Danang Maharsa meminta penerima kuliah serius dan berprestasi.
Pernikahan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Gunungkidul mencatat bahwa angka pernikahan di Bumi Handayani memiliki tren penurunan selama lima tahun terakhir. Penurunan ini disinyalir akibat makin tingginya kesadaran usia pernikahan yang layak.
Staf Seksi Bimas Islam Kankemenah Gunungkidul, Nur Farid mengatakan jumlah pernikahan pada 2019 mencapai 5.851 pernikahan. Dari jumlah itu sebanyak 2.345 pernikahan dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA) dan 3.506 di luar KUA. “Luar kantor itu ya bisa di gedung, rumah mempelai, atau hotel. Kalau kantor ya maksudnya KUA, setingkat kecamatan,” kata Farid ditemui di kantornya, Rabu (13/3/2024).
Angka tersebut kemudian turun pada 2020 menjadi 4.963 pernikahan dengan rincian 2.126 pernikahan dilakukan di KUA dan 2.837 di luar KUA.
Barulah pada 2021, angka pernikahan itu kembali naik pada 2021 menjadi 5.178 pernikahan, 1.723 di KUA dan 3.455 di luar KUA.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kankemenag Gunungkidul, Zuhdan Aris mengaku tidak dapat memastikan penyebab tren penurunan angka pernikahan. Kemungkinannya menurut dia karena masyarakat Gunungkidul semakin sadar mengenai usia pernikahan yang layak.
BACA JUGA: Nikah Dini akibat Hamil Luar Nikah di Kulonprogo Marak, Tingkat Pendidikan Orang Tua Biangnya
Selain itu, UU No. 16/2019 tentang Perubahan atas UU No 1/1974 tentang Perkawinan yang menaikkan batas usia perkawinan menjadi 19 tahun untuk pria dan wanita juga dianggap menjadi faktor lain turunnya angka pernikahan.
“Kalau angka pernikahan turun pada 2020 itu menurut saya mungkin karena Covid-19. Ada pembatasan kegiatan termasuk pernikahan. Nikah di KUA juga dibatasi,” kata Zuhdan.
Faktor lain turunnya angka pernikahan menurut Zuhdan karena kesadaran dalam meniti karir dan pendidikan semakin meningkat. Meski telah berumur 19 tahun, seseorang cenderung berupaya mengejar tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 500 mahasiswa lolos Sleman Pintar 2026 dari 1.250 pendaftar. Danang Maharsa meminta penerima kuliah serius dan berprestasi.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 23 September 2026, kompak turun untuk Antam, Galeri 24 dan UBS. Simak harga jual dan buyback.