Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Sejumlah kendaraan melintasi jalur fungsional Tol Solo-Yogyakarta di Boyolali, Jawa Tengah./Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perhubungan DIY memprediksi sebanyak 6 juta orang akan masuk wilayah DIY pada libur Lebaran tahun ini. Jumlah tersebut lebih banyak sekitar 4,09% dari pemudik tahun sebelumnya.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dishub DIY, Sumaryoto, menjelaskan sekitar 6 juta pemudik yang akan masuk DIY. “Dilihat dari tren beberapa tahun lalu, ada kenaikan rata rata 4,09 persen per tahun. Kalau tidak ada lonjakan, paling angkanya sekitar 6 juta,” katanya, Jumat (15/3/2024).
Pihaknya memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-2 dan H+2 Lebaran, yakni 8 dan 13 April 2024. Kendaraan pribadi akan didominasi oleh roda empat yang masuk melalui tol fungsional Jogja-Solo. “Jadi banyak karena ada kemudahan akses, fungsional tol,” katanya.
Jika berkaca pada tahun lalu, jumlah kendaraan yang masuk ke DIY baik mobil, sepeda motor dan lainnya totalnya 4.773.282 kendaraan. Sedangkan untuk moda transportasi umum totalnya ada sebanyak 842.525 penumpang, dengan moda kereta api mendominasi sebesar 43,3%, lalu bus 29% dan pesawat 27,7%.
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas pada Lebaran 2024 ini, Dishub DIY akan menyiapkan rambu darurat jalur alternatif. “Yang tidak berkepentingan tidak masuk kota kami arahkan jalur alternatif seperti libur Natal dan Tahun Baru lalu,” katanya.
BACA JUGA: Kemenhub Prediksi Puncak Arus Mudik 8 April 2024 dengan Potensi Pergerakan 26,6 Juta Orang
Jalur alternatif disediakan baik dari pintu masuk timur maupun barat. “Dari barat misal dari YIA, bisa kami arahkan ke kanan menuju Bantul. Pemudik yang mau ke Magelang bisa diarahkan dari Sentolo [Kulonprogo] ke kiri, Klangon. Dari timur yang enggak mau lewat kota, bisa lewat JJLS, cuma memang belum nyambung,” ungkapnya.
Untuk rambu lalu lintas Dishub DIY masih menggunakan yang sudah ada, karena tidak ada pengadaan baru. “Kondisi infrastruktur yang ekstrim kita gunakan banner untuk beri peringatan ke pengguna, misal di bukit Bego agar hgunakan gigi rendah dan persiapkan kendaraan,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.