Kebakaran Tembus 153 Kasus di Gunungkidul, Warga Harus Aktif Mencegah
Sebanyak 153 kasus kebakaran terjadi di Gunungkidul hingga September 2026. DPRD meminta warga aktif mencegah kebakaran sejak dini.
Sejumlah sukarelawan saat mengevakuasi pohon tumbang dampak hujan deras dan angin kencang di Sleman./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—BPBD Sleman mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana yang disebabkan adanya cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Upaya mitigasi dilakukan agar saat terjadi bencana dampaknya dapat ditekan sekecil mungkin.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan BMKG berkaitan dengan update terkini kondisi cuaca di Kabupaten Sleman. Perkembangan ini menjadi salah satu acuan dalam upaya mitigasi bencana. “Potensi cuaca ekstrem yang ditandai hujan lebat petir dan angin kencang masih mungkin terjadi,” katanya, Jumat (15/3/2024).
Dia mencontohkan, pada Sabtu (16/3/2024) dan Minggu (17/3/2024) masih ada potensi hujan lebat yang disertai dengan angin kencang dan petir. Potensi ini menyasar ke beberapa kapanewon seperti Sleman, Mlati, Turi, Tempel dan Minggir. “Berdasarkan prakiraan dari BMKG potensi hujan di Sleman terjadi pada siang dan sore hari,” ungkapnya.
Menurut Bambang kewaspadaan dan kesiapsiagaan dibutuhkan untuk mengurangi risiko saat terjadi bencana yang disebakan karena cuaca ekstrem. Pasalnya, saat terjadi hujan lebat yang disertai dengan angin sering terjadi musibah mulai dari pohon tumbang, potensi banjir dan longsor.
Dia mencontohkan, hujan yang terjadi pada Kamis (15/3/2024) menyebabkan pohon tumbang di sejumlah kapanewon seperti Ngaglik, Ngemplak dan Moyudan. “Pohon tumbang ini tidak hanya menimpa rumah, tapi juga ada yang mengenai instalasi listrik. Namun, untuk saat ini sudah terkondisikan semua,” katanya.
BACA JUGA: Hujan Lebat Angin Kencang: 75 Pohon Tumbang, 28 Rumah Terdampak dan 1 Orang Luka Berat
Bambang menambahkan, guna mengurangi risiko bencana akibat dari cuaca ekstrem, warga bisa mengambil tindakan dengan memangkas dahan dan ranting pohon di sekitar rumah yang relah rimbuh. Langkah ini sebagai upaya mengurangi potensi pohon ambruk karena embusan angin kencang. “Untuk risiko banjir bisa dilakukan dengan memastikan saluran air di sekitar rumah lancar. Kalau ada sumbatan harap dibersihkan,” katanya.
Terpisah, Kepala BMKG Yogkayarta, Warjono mengatakan, untuk saat sekarang masih masuk musim hujan. Dalam beberapa hari ke depan juga masih ada potensi cuaca ekstrem sehingga perlu diwaspadai untuk mengurangi risiko terjadinya bencana. “Kami terus melakukan update terkini cuaca dan hasilnya diinformasikan ke publik,” kata Warjono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 153 kasus kebakaran terjadi di Gunungkidul hingga September 2026. DPRD meminta warga aktif mencegah kebakaran sejak dini.
Jejak erupsi masa lalu membantu memahami pola aktivitas gunung api dan menjadi data pendukung mitigasi serta penyusunan peta KRB.
Jalan Solok-Padang di Arosuka tertutup material banjir bandang. Pengendara sementara diarahkan menggunakan jalur alternatif via Padang Panjang.
Pameran arsip UIN Sunan Kalijaga menelusuri jejak PTAIN 1951–1961, dari foto hingga dokumen Pakualaman.
Cole Palmer, Marcus Rashford, dan Declan Rice absen dari timnas Inggris di Nations League karena kebugaran dan cedera.
Dugaan pungli food truck di Alkid masuk tahap baru. Aipda S ditetapkan sebagai terduga pelanggar dan menjalani pemeriksaan Propam.