AKI Jauh dari Target SDGs, Pakar UGM Dorong Skrining Prakonsepsi
AKI Indonesia masih 144 per 100.000 kelahiran hidup. Pakar UGM mendorong pemeriksaan prakonsepsi dan perbaikan sistem rujukan untuk menekan kematian ibu.
Sebuah pohon menimpa rumah di Sleman akibat hujan deras dan angin kencang, Jumat (15/2/2024). - ist/BPBD Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Sejumlah insiden bencana akibat hujan dan angin kencang terjadi di Sleman pada Kamis (14/3/2024). Meski pohon tumbang dilaporkan menimpa rumah, ruko hingga teras masjid, tidak ada korban jiwa akibat insiden ini.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Bambang Kuntoro menjelaskan peringatan dini sebelumnya telah dikeluarkan oleh BMKG DIY, mengenai potensi terjadi hujan sedang sampai lebat yang dapat disertai lilat/petir dan angin kencang di seluruh wilayah DIY. "Hal ini berdampak pada beberapa kejadian bencana yang dilaporkan," kata Bambang, Jumat (15/3/2024).
Sejumlah dampak hujan dan angin dilaporkan di berbagai Kapanewon di Sleman. Beberapa Kapanewon yang terdampak mencakup Kapanewon Ngaglik, Moyudan dan Ngemplak.
Kapanewon Ngaglik menjadi lokasi paling banyak terdampak dengan tujuh kejadian. Semuanya merupakan insiden pohon tumbang. Mulai dari pohon tumbang menutup akses jalan, menimpa ruko, menimpa motor terakhir, menimpa rumah hingga teras masjid.
"Di Masjid Al-Faizin, Candiwinagun RT 05/RW 13, Sardonoharjo Ngaglik pohon milik kas desa roboh menimpa bagunan atap galvalum teras dan jaringan kabel listrik PLN," ungkapnya.
BACA JUGA: 6 Juta Pemudik Bakal Masuk DIY, Dishub: Yang Tidak Berkepentingan Jangan Masuk Kota Jogja
Selain di Ngaglik, dua kejadian pohon tumbang juga dilaporkan di Moyudan. Di Jitar Ngemplak 2 RT 5/RW 14 Sumberarum dahan pohon munggur patah menimpa jaringan listrik penerangan jalan. Sedangkan di Setran RT 02/RW 27 Sumberarum, pohon munggur berdiameter 40 senti roboh menutup akses jalan kampung.
Sedangkan di Kapanewon Ngemplak, dua insiden pohon tumbang juga dilaporkan terjadi. Di Morangan RT 6/RW 06 Sindumartani, pohon wadang menimpa rumah utama, dua kamar tidur dan ruang tamu. Sedangkan di Jln. Umbul Rondo No.1, Pokoh, Wedomartani dua pohon tumbang melintang menutup akses jalan.
Menanggulangi berbagai dampak yang terjadi, BPBD segera melakukan asesmen dampak dan koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait. BPBD juga melakukan pemotongan pohon tumbang dan mendistribusikan bantuan darurat yang diperlukan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam berbagai insiden kali ini. "Korban jiwa nihil," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AKI Indonesia masih 144 per 100.000 kelahiran hidup. Pakar UGM mendorong pemeriksaan prakonsepsi dan perbaikan sistem rujukan untuk menekan kematian ibu.
Kasus korupsi laptop Chromebook rugikan negara Rp1,56 triliun, eks Mendikbud divonis 10 tahun penjara.
Kasus dugaan pembubaran ibadah GMS Bantul terus diselidiki, 31 saksi diperiksa, polisi siapkan penetapan tersangka.
Harga Minyakita tetap Rp15.700 per liter meski CPO naik, pemerintah prioritaskan daya beli masyarakat.
Bantul tetapkan siaga darurat kekeringan hingga September, dampak El Nino mulai terasa.
KPK minta Bupati Kuansing dan Sekda menyerahkan diri usai OTT, 10 orang diamankan.