Khitan Massal Gratis PMI Sleman Dibuka, Kuota Hanya 25 Anak

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Selasa, 23 Juni 2026 04:27 WIB
Khitan Massal Gratis PMI Sleman Dibuka, Kuota Hanya 25 Anak

Palang Merah Indonesia

Harianjogja.com, SLEMAN—Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman kembali membuka program khitan massal gratis bagi anak-anak. Pendaftaran kegiatan bertajuk Sunat Ceria Bersama Klinik Pratama PMI Sleman tersebut dibuka hingga 28 Juni 2026 dengan kuota peserta yang terbatas.

Program khitan massal gratis ini menjadi salah satu layanan sosial PMI Sleman yang rutin digelar saat masa libur sekolah. Selain membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan tanpa biaya, kegiatan ini juga memberikan akses khitan yang aman dan nyaman bagi anak-anak.

Ketua PMI Kabupaten Sleman, Mafilindati Nuraini, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian PMI terhadap kesehatan anak sekaligus upaya meringankan beban masyarakat dalam mendapatkan layanan khitan.

"Program khitan massal gratis ini kami hadirkan sebagai bentuk pelayanan sosial PMI kepada masyarakat. Kami mengajak Ayah dan Bunda yang memiliki putra untuk segera mendaftarkan karena kuota peserta sangat terbatas," kata Mafilindati saat dihubungi, Senin (22/6/2026).

Pendaftaran dibuka mulai 17 hingga 28 Juni 2026. Masyarakat dapat mendaftarkan putra mereka secara langsung di Klinik Pratama PMI Kabupaten Sleman pada jam pelayanan maupun melalui nomor 0851-2620-0914.

Layanan pendaftaran tersedia setiap Senin hingga Sabtu pukul 08.00-16.00 WIB, sedangkan pada hari Minggu dan tanggal merah tidak beroperasi.

Dalam pelaksanaannya, peserta akan memperoleh layanan khitan menggunakan metode flashcutter, obat pascakhitan, serta goodie bag. Metode tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman khitan yang lebih nyaman bagi anak-anak selama proses penyembuhan berlangsung.

Mafilindati menegaskan jumlah peserta yang dapat mengikuti program ini dibatasi hanya 25 anak. Oleh karena itu, orang tua diimbau segera melakukan pendaftaran sebelum kuota yang tersedia terpenuhi.

"Program khitan massal kami gelar setiap tahun ketika libur panjang sekolah. Jadi kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dan segera mendaftarkan putra mereka sebelum kuota habis," katanya.

Program khitan massal gratis PMI Sleman terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang ekonomi peserta.

"Program khitan massal ini diperuntukkan untuk masyarakat umum, tidak terbatas apakah berasal dari keluarga miskin atau tidak," ujarnya.

Selain memiliki nilai budaya dan keagamaan yang kuat di tengah masyarakat, khitan juga memberikan sejumlah manfaat kesehatan. Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, tindakan khitan dapat membantu menurunkan risiko infeksi saluran kemih, terutama pada bayi dan anak-anak.

Khitan juga berperan dalam mencegah terjadinya phimosis dan paraphimosis, yakni gangguan pada kulup penis yang berpotensi menimbulkan kondisi darurat medis apabila tidak ditangani dengan baik.

Lebih lanjut, berbagai penelitian menunjukkan pria yang telah menjalani khitan memiliki risiko lebih rendah terhadap sejumlah infeksi menular seksual, seperti HIV, herpes simpleks tipe 2, dan human papillomavirus (HPV).

Dari sisi kesehatan jangka panjang, khitan juga dikaitkan dengan penurunan risiko kanker penis serta berbagai peradangan pada area penis, termasuk balanitis dan posthitis. Dengan berbagai manfaat tersebut, khitan tidak hanya menjadi bagian dari tradisi dan keyakinan masyarakat, tetapi juga merupakan langkah preventif untuk menjaga kesehatan reproduksi anak hingga dewasa.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online