Advertisement
Jelang Lebaran 2024, Beberapa Ruas Jalur Mudik di Bantul Masih Gelap Gulita
Ilustrasi lampu penerangan jalan umum (IST - Freepik)\\r\\n
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul mencatat ada beberapa ruas jalan di Bantul jelang Lebaran 2024 masih kurang Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU). Oleh karena itu, Dishub meminta kepada pemudik ataupun wisatawan untuk waspada dan mempersiapkan kondisi kendaraan mereka.
Kepala Dinas Perhubungan Bantul, Singgih Riyadi, mengungkapkan, beberapa ruas jalan yang masih kurang LPJU adalah di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Jalan Sedayu-Gesikan, Jalan Jogja-Wates dan Jalan Palbapang-Srandakan. Sebab jalur tersebut merupakan jalan yang berstatus provinsi dan nasional.
Advertisement
"Untuk jalan milik kabupaten, sudah relatif tertangani. Karena sudah ada penerangan, meksipun belum optimal," kata Singgih, Sabtu (16/3/2024).
Lebih lanjut Singgih mengungkapkan, untuk jalan kabupaten utamanya di Jalan Parangtritis dari Druwo sampai Bakulan, Dishub melakukan perbaikan dan penambahan LPJU. Begitu juga dengan beberapa ruas jalan kabupaten di wilayah Kota Bantul.
"Untuk Druwo sampai Bakulan, kami lakukan pergantian lampu dan penambahan. Ada sebanyak 150 titik LPJU dengan LED. Begitu juga dengan ruas di Kota Bantul ada 30 titik yang kami lakukan pergantian," terang Singgih.
Plt Kepala Bidang Perlengkapan Jalan, Agus Sutomo menambahkan, Jalan Parangtritis menjadi sasaran dari pemasang LPJU dengan LED dikarenakan masih terdapat banyak lampu konvensional yang sudah tidak memadai untuk menerangi jalan. Sehingga butuh penggantian agar dapat memberi kenyamanan bagi pengendara.
"Karena kan sudah lama menggunakan lampu konvensional dan sudah waktunya diganti," kata Agus.
Sementara untuk mengantisipasi adanya lampu penerangan jalan yang mati, Dishub, kata Singgih juga telah menyiagakan mobil layanan perbaikan selama 24 jam.
Untuk Jalan Palbapang-Srandakan, utamanya di simpang Sapu Angin ke barat, Dishub Bantul telah meminta adanya penambahan LPJU ke pihak Dishub DIY. Sebab, jalan tersebut menjadi kewenangan dari Dishub DIY. Namun sampai saat ini masih belum ada penambahan LPJU.
"Begitu juga dengan JJLS. Karena itu jalan berstatus Jalan Nasional sehingga kami tidak bisa berbuat banyak,” imbuh Singgih.
Untuk pengadaan LPJU di Jalur Cinomati, Singgih memastikan sudah tidak ada kendala. Bahkan, Dishub Bantul telah memasang 15 LPJU tenaga surya di jalur tersebut.
"Selain itu juga ada penambahan rambu dan rambu larangan kendaraan besar dan bus lewat di jalur tersebut. Saat lebaran, kami juga telah meminta jalur itu diberi tanda merah di Google Maps, karena rawan kecelakaan," ucap Singgih.
Oleh karena itu, Singgih berharap agar pemudik atau wisatawan lebih memanfaatkan siang hari untuk berkunjung ke Bantul. Jika harus melintas pada malam hari, pihaknya berharap agar pemudik atau wisatawan hati-hati dengan menyiapkan lampu kendaraan.
Bagi pemudik atau wisatawan yang belum hafal jalan, Singgih meminta agar mereka melintasi jalur utama selama kondisi jalur utama masih lancar atau belum padat. “Karena jalur alternatif, hanya jadi pilihan kedua," papar Singgih.
Singgih mengungkapkan, jelang Lebaran 2024, pihaknya nantinya akan mendirikan lima pos pengamanan arus mudik lebaran, yakni di Jalan Srandakan, Jalan Jogja-Wates di Klangon, Jalan Piyungan-Wonosari di simpang tiga Piyungan, dan Pos Pengamanan lebaran di Pasar Seni Gabusan. "Juga pos induk kami dirikan di TPR Induk Pantai Parangtritis," kata Singgih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
Advertisement
Advertisement









