Api Misterius di Seyegan Muncul 118 Kali dalam 18 Hari
Fenomena api di Seyegan, Sleman, masih terjadi hingga hari ke-18. Total 118 kemunculan api tercatat di berbagai titik rumah warga.
Ilustrasi karangan bunga/Ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Guru Besar Purna Tugas Fakultas Psikologi UGM, Profesor Djamaluddin Ancok ditemukan meninggal dunia di kediamannya pada Jumat (15/3/2024) sore. Profesor yang banyak melakukan riset di bidang Social Psychology, Cross-Cultural Management, Leadership and Innovation cluster - Nursing Education ini ditemukan tergeletak di lantai kamar tamu oleh warga.
Kapolsek Depok Timur Kompol Masnoto mengungkapkan penemuan orang meninggal dunia di Sambilegi Kidul RT 05/RW 57 Maguwoharjo Depok pertama kali diketahui pada Jumat (15/3/2024). Jenazah ditemukan sekitar pukul 18.30 WIB oleh warga.
BACA JUGA : Innalillahi, Guru Besar Fakultas Psikologi UGM Prof. Djamaludin Ancok Wafat
Semula istri korban sedang berada di Jakarta meminta tolong kepada saksi yang merupakan tetangga korban untuk mengecek keadaan sang suami. Pasalnya korban tidak bisa dihubungi oleh sang istri dan tidak terlihat dalam pantauan CCTV.
"Saksi dihubungi istrinya korban dari Jakarta melalui telepon untuk mengecek suaminya yang sedang berada di rumah. Karena korban tidak bisa dihubungi melalui telepon dan di CCTV tidak pernah kelihatan," jelas Masnoto pada Sabtu (16/3/2024).
Selanjutnya, Ketua RT bersama tetangga dan adik ipar korban, mencoba mengecek kondisi korban. Namun pintu rumah dalam keadaan terkunci. Akhirnya pada pukul 18.30 pintu garasi dan pintu rumah pun dibongkar paksa. Usai pintu terbuka, korban ditemukan tergeletak sudah tidak bernyawa.
"Setelah pintu terbuka, ternyata korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, tergeletak di lantai kamar tamu," tandasnya.
Kejadian ini pun lantas dilaporkan ke Polsek Depok Timur. Terkonfirmasi, korban ialah Guru Besar Purna Tugas Fakultas Psikologi UGM, Prof. Djamaluddin Ancok.
BACA JUGA : Dua ABK Hilang di Perairan Kulonprogo Ditemukan Meninggal Dunia
Berdasarkan keterangan yang dihimpun oleh kepolisian, mendiang Profesor Djamaluddin Ancok memiliki riwayat penyakit vertigo dan asam urat. Korban terakhir terlihat oleh warga pada Rabu (13/3/2024) sore.
"Menurut keterangan keluarga, korban mempunyai riwayat penyakit vertigo dan asam urat. Korban berada di rumah sendirian dan tetangga bertemu dengan korban terakhir pada hari Rabu sore tanggal 13 Maret 2024," imbuh Masnoto.
Selain itu polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh mendiang. Polisi juga tidak menemukan adanya barang-barang yang hilang dari rumah korban.
"Tidak ada barang milik korban yang hilang. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan menurut pemeriksaan medis korban sudah meninggal 2-3 hari," katanya.
Selanjutnya korban dibawa ke RS Bhayakangkara Polda DIY untuk pemeriksaan lebih lanjut. Merujuk laman Fakultas Psikologi UGM, mendiang Prof. Djamaluddin Ancok disemayamkan di rumah duka Jl Anggrek No. 137 Maguwoharjo. Korban kemudian akan dimakamkan di Pemakaman Modinan, Maguwoharjo pada Sabtu (16/3/2024) siang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fenomena api di Seyegan, Sleman, masih terjadi hingga hari ke-18. Total 118 kemunculan api tercatat di berbagai titik rumah warga.
Kredit perbankan tumbuh 11,51 persen hingga Mei 2026. Bank Indonesia optimistis pertumbuhan kredit tetap terjaga didukung likuiditas dan permodalan yang kuat.
Proyek kereta gantung Sleman senilai Rp200 miliar masih menunggu persetujuan status lahan sebelum izin pemanfaatan tanah kas desa diproses.
Siswi SMAN 6 Jakarta meninggal dunia usai terjatuh dari motor di Kebayoran Baru. Kabel yang menjorok ke jalan diduga menjadi penyebab kecelakaan.
Parkir bus Senopati tak lagi difungsikan. DPRD Kota Jogja menyoroti akses wisatawan ke Malioboro dan Taman Pintar saat musim libur sekolah.
BPS Bantul mulai Sensus Ekonomi 2026 secara door to door hingga Agustus. Seluruh rumah tangga dan pelaku usaha menjadi sasaran pendataan.