Parkir Lapangan Pemda Sleman Kini Berbayar, Akses Publik Disorot
Parkir berbayar di Lapangan Pemda Sleman dikritik karena dinilai membatasi akses ruang publik. Warga meminta fasilitas publik tetap mudah diakses.
Produsen menunjukkan minyak makan merah yang siap dipasarkan (ANTARA/HO-LPDB-KUMKM)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—DPRD Gunungkidul mendesak Pemkab untuk serius menanggulangi penyakit antraks yang menyerang ternak warga Padukuhan Kayoman, Kalurahan Serut, Gunungkidul.
Pasalnya, merebaknya kembali Antraks di Bumi Handayani itu dinilai merugikan para peternak. Oleh karenanya, kasus antraks harus menjadi perhatian serius oleh Pemkab karena merugikan peternak selain mengancam kesehatan manusia.
“Petani dan peternak harus dilindungi dengan dilakukan pencegahan lebih dini dari penyebaran penyakit. Keluar masuk hewan ternak juga harus diperketat,” kata Anggota Komisi C DPD Gunungkidul, Hudi Sutamto dihubungi, Jumat (15/3/2024).
Menurut Politikus PKS ini, penanganan antraks harus melibatkan semua pihak. Pasalnya, salah satu hal yang perlu disasar dalam penanganan antraks adalah kebiasaan brandu. Edukasi menjadi salah satu solusi jangka panjang yang dapat dapat diambil.
Dia juga mengaku perlu ada rumah potong hewan (RPH) untuk mengontrol peredaran daging. Dengan begitu kesehatan masyarakat juga dapat diupayakan.
Disinggung perihal kemungkinan penetapan KLB Antraks, Hudi mengatakan ada beberapa syarat yang harus perlu diperhatikan seperti kenaikan kasus dua kali lipat, tingkat kematian 50%, dan kasus muncul di tempat yang sebelumnya belum pernah ada.
Kecepatan penanganan semakin penting lantaran bakteri antraks dapat membentuk spora untuk bertahan hidup sampai 60 tahun. Pasalnya, spora tahan akan perubahan iklim.
“Hal terpenting adalah pencegahan penyebaran dan penanganan yang cepat. Makanya penanganan harus tuntas di wilayah yang terjangkit antraks supaya bakteri tidak menyebar luas,” katanya.
Hudi juga menambahkan bahwa penggantian hewan ternak yang mati di Padukuhan Kayoman akan memakan anggaran yang besar apabila kasus antraks meningkat.
Komisi C DPRD Gunungkidul, juga membidangi masalah pembangunan yang salah satunya mencakup kebencanaan.
Sebelumnya, Sekda Gunungkidul, Sri Suhartanta mengatakan belum ada rencana untuk menetapkan status KLB Antraks. Pasalnya, penetapan tersebut merupakan salah satu bentuk kebijakan yang perlu dipertimbangkan dari berbagai aspek.
“Perlu dikoordinasikan terlebih dahulu sejauh mana kejadian antraks yang sudah terjadi. Itu kami cermati kembali apakah akan mengambil KLB atau tidak,” kata Suhartanta.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul, Wibawanti Wulandari mengatakan penanganan antraks dilakukan tidak hanya di Padukuhan Kayoman namun juga Wangon. Per hari Kamis 14 Maret 2024, DPKH telah memberikan antibiotik dan vitamin ke 238 sapi dan 522 kambing dan tiga domba. Pemberian tersebut masih terus dilakukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Parkir berbayar di Lapangan Pemda Sleman dikritik karena dinilai membatasi akses ruang publik. Warga meminta fasilitas publik tetap mudah diakses.
Argentina menang 4-0 atas Bolivia. Nico Paz mencetak gol, Cristian Romero memimpin sebagai kapten, dan Messi masih disiapkan untuk laga perpisahan.
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian. Antam 1 gram tercatat Rp2,634 juta, Galeri24 Rp2,527 juta dan UBS Rp2,552 juta.
Irlandia vs Austria di Nations League 2 Oktober 2026. Simak jadwal, klasemen Grup B3, kondisi skuad, dan prediksi pertandingannya.
BMKG mengingatkan Jateng selatan mewaspadai hujan lebat, petir, angin kencang, dan puting beliung saat peralihan musim Oktober-November 2026.
DPR menerima surat pemberhentian Listyo Sigit sebagai Kapolri dan pengangkatan Kapolri baru. Komisi III menyetujui Suyudi Ario Bayu.