Bedah Buku HOMEPOWER, Dorong Keluarga Bangun Kedekatan di Rumah
Bedah buku HOMEPOWER di Kotabaru membahas pentingnya membangun kedekatan keluarga, budaya literasi, dan peran rumah sebagai sumber kekua
Suasana bedah buku bertajuk Menyiapkan dan Membentuk Jiwa Entrepreneur pada Anak di Pendopo Projomino, Dusun Jomblangan, Banguntapan, Kapanewon Banguntapan, Senin (18/3/2024)./Harian Jogja - Stefani Yulindriani
BANTUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY berkolaborasi dengan DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menyiapkan dan Membentuk Jiwa Entrepreneur pada Anak di Pendopo Projomino, Dusun Jomblangan, Banguntapan, Kapanewon Banguntapan, Senin (18/3). Bedah buku tersebut digelar untuk menumbuhkan jiwa wirausaha pada anak sejak dini.
Anggota DPRD DIY Amir Syarifudin menyampaikan pihaknya berupaya menyiapkan dan menumbuhkan jiwa wirausaha atau entrepreneurship pada anak-anak. Menurutnya, anak-anak mulai dari usia PAUD hingga perguruan tinggi perlu disiapkan dan dibekali kemampuan berwirausaha.
"Kita terkadang tidak tahu anak-anak akan menjadi apa. Kita siapkan [anak-anak] saja sesuai kehendak Tuhan YME, kita berikan bekal yang terpenting entrepreneurship," katanya di Pendopo Projomino, Senin.
Dia mengatakan diskusi buku tersebut digelar untuk membekali para pendidik dan orang tua untuk dapat menyiapkan anak-anak agar memiliki jiwa wirausaha sejak dini. "Dengan perkembangan zaman, teknologi, tidak bisa kita pungkiri, kemampuan berwirausaha harus kita siapkan," katanya. Dalam bedah buku tersebut diundang pula berbagai lapisan masyakat antara lain kelompok pendidik dari PAUD, PKK, dan dasawisma setempat.
BACA JUGA: DPAD DIY Bawa Acara Bedah Buku Masuk ke Desa-Desa
Penulis buku, Sri Yatmi menyampaikan pentingnya pendidikan di sekolah dan keluarga untuk menanamkan jiwa wirausaha pada anak. "Pendidikan kewirausahaan yang diajarkan di rumah dan sekolah akan membentuk jiwa wirausaha yang sejak dini harus benar-benar ditanamkan pada anak-anak kita untuk pencapaian tujuan menjadi seorang wirausaha yang sukses nantinya ketika dewasa," kata Sri Yatmi.
Menurutnya menumbuhkan jiwa wirausaha pada anak dapat dilakukan dengan konsep bermain sambil belajar. Konsep tersebut menurutnya dapat meningkatkan stimulasi mencapai keterampilan dalam pemecahan masalah. "Keterampilan memecahkan masalah itulah yang dinamakan life skill, sebuah metode yang bisa dilakukan dalam memberikan pembelajaran kepada anak-anak usia dini," katanya.
Dengan demikian, menurut Sri, pendidikan informal harus benar-benar dikembangkan untuk menumbuhkan karakter jiwa entrepreunership atau kewirausahaan sejak dini demi tercapainya sumber daya manusia yang berkualitas untuk kemajuan perekonomian suatu negara. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bedah buku HOMEPOWER di Kotabaru membahas pentingnya membangun kedekatan keluarga, budaya literasi, dan peran rumah sebagai sumber kekua
Harga emas Pegadaian Kamis 24 September 2026: Galeri24 Rp2,545 juta, Antam Rp2,645 juta, UBS Rp2,57 juta per gram.
Sjamsul Kahar, tokoh pers Aceh dan pendiri Serambi Indonesia, meninggal dunia. Ia dikenal sebagai wartawan senior dan ayah Nezar Patria.
Kemdiktisaintek masih menghitung skema kuliah gratis hingga perguruan tinggi. Penerapan serentak atau bertahap belum final.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp104.850 per kg berdasarkan PIHPS 24 September 2026. Simak harga pangan pokok lainnya.
Diduga dijaminkan tanpa izin ahli waris, sertifikat tanah warga Karangsari menjadi sengketa hingga Lurah dan dua Direktur BUMDes digugat ke PN Wates.