Terdampak Tol Jogja-Solo, Pembangunan SDN Nglarang Dikebut Mei
Pembangunan gedung baru SDN Nglarang terdampak Tol Jogja-Solo di Sleman ditarget mulai Mei 2026 setelah pematokan lahan rampung.
Sejumlah rambu peringatan terpasang di pinggir jalur fungsional tol Solo-Yogyakarta di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (22/12/2023). PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) mulai mengoperasikan jalur fungsional tol Solo-Yogyakarta untuk arus mudik liburan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 sehingga pengemudi dapat melewatinya melalui gerbang tol Banyudono dan gerbang tol Colomadu hingga Karanganom, Klaten. - Antara/Aloysius Jarot Nugroho\r\n
Harianjogja.com, SLEMAN—Pembukaan jalur fungsional Tol Jogja-Solo sepanjang 22 kilometer dari Colomadu hingga Ngawen diprediksi akan berimbas pada volume kendaraan di perbatasan timur DIY.
Sebagai area yang paling dekat dengan pintu keluar masuk tol di Ngawen, Klaten, konsentrasi kendaraan pemudik di DIY diprediksi akan terjadi di Prambanan.
Prediksi titik kosentrasi pemudik ini diungkpkan langsung oleh Kapolda DIY, Irjen Pol Suwondo Nainggolan. Jalur fungsional tol yang makin mendekati wilayah DIY membuat proses pemasukan kendaraan ke DIY pun juga makin cepat.
"Prambanan [konsentrasi kendaraan] karena imbas dari tol yang difungsionalkan itu akan mempercepat proses masuknya ke Jogja," tegas Suwondo ditemui pada Rabu (3/4/2024).
Menyikapi potensi limpahan kendaraan yang keluar dari jalan tol, penarikan arus lalu lintas akan dilakukan. Dalam konteks ini, pengendara akan diarahkan ke sejumlah jalur yang ada.
BACA JUGA: Jalan Tol Jogja Solo Difungsikan untuk Mudik Lebaran 2024, Exit Tolnya di Ngawen Klaten
Bila pemudik hendak ke arah Magelang maka diarahkan langsung ke arah ring road utara. Sedangkan bila pemudik ingin ke arah selatan akan di arahkan ke Piyungan atau Janti. Dengan demikian, tidak semua kendaraan yang mungkin hanya sekadar melintas di Jogja melewati tengah-tengah Kota Jogja.
"Maka kita akan bermain tengah dikurangi, misalnya enggak [ke Jogja] digeser yang hanya mau melintas. Silakan melintas tidak masuk tengah-tengah Kota Jogja, itu upaya yang kita lakukan," tegas Suwondo.
Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Alfian Nurrizal mengungkapkan untuk menghitung jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah DIY, sistem accounting traffic di Prambanan akan digunakan. Sistem ini akan menghitung jumlah kendaraan yang masuk dari pintu Prambanan.
Pada taraf ini, Alfian akan melihat panjang penumpukan kendaraan dari wilayah timur ke arah Prambanan. Bila ekor kemacetan telah sampai pada panjang tertentu, maka penarikan arus secara contraflow akan segera dilakukan.
"Bila ekornya nanti sudah berapa panjang sampai di daerah Klaten, tentunya kita akan membantu melakukan penarikan arus yaitu yang dari Prambanan menuju ke Maguwo dengan upaya yaitu melakukan contraflow," ungkapnya.
Tindakan contraflow sendiri merupakan sistem rekayasa lalu lintas dengan cara mengubah sebagian arah arus lalu lintas kendaran di jalan raya yang mengalami kepadatan. Misalnya bila salah satu arah lalu lintas mengalami kemacetan, maka arah sebaliknya yang lebih lengang akan dipecah untuk melintas kendaraan yang mengalami kepadatan.
Dampaknya arus yang mengalami kepadatan akan makin banyak ditarik masuk sehingga panjang kemacetan dan berkurang. Di Prambanan, kendaraan yang masuk akan diarahkan sesuai keperluannya.
BACA JUGA: Tol Jogja Solo Dibuka Fungsional Mulai 5 April untuk Pemudik, Berikut Ketentuannya
Pemudik yang ingin mengarah ke Magelang akan diarahkan menuju ring road utara, sedangkan pemudik yang ingin pulang ke Jogja akan dimasukkan lewat jalan di sekitar UIN Sunan Kalijaga. Sementara pengemudi yang sifatnya ingin berwisata ke daerah selatan Jogja akan dilewatkan Piyungan atau Janti.
"Kita harus mengantisipasi dengan cara bertindaknya yang mengarah ke Magelang bisa kita arahkan ke ring road, yang ingin masuk ke Kota [Jogja] bisa kita luruskan lewati UIN dan apabila kita mau wisata bisa melewati Piyungan atau melewati Janti," tegasnya.
Alfian meyakini manajemen rekayasa lalu lintas ini dapat mengurangi kemacetan dalam periode mudik di wilayah DIY. "InsyaAllah saya yakin dengan manajemen rekayasa ini mengurangi daripada kemacetan, tapi kepadatan pasti, untuk mengurangi kemacetan iya," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan gedung baru SDN Nglarang terdampak Tol Jogja-Solo di Sleman ditarget mulai Mei 2026 setelah pematokan lahan rampung.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.