4.278 Anak di Sleman Tak Sekolah, Gandheng ATS Resmi Diluncurkan
Sebanyak 4.278 anak di Sleman tercatat tidak sekolah. Pemkab meluncurkan Gandheng ATS berbasis EWS untuk mendeteksi risiko putus sekolah.
Sutrisna Wibawa./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ketua DPD Partai Golkar Gunungkidul, Heri Nugroho menyampaikan bahwa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar telah menurunkan surat penugasan kepada Sutrisna Wibawa dan Sunaryanta sepekan sebelum Lebaran untuk menjadi Calon Bupati (Cabup) Gunungkidul.
“Nanti DPP kerja sama dengan lembaga survei untuk menyurvei elektabilitas apakah Sutrisna atau Sunaryanta [yang berpontensi memenangi Pilkada],” kata Heri dihubungi, Kamis (18/4/2024).
Hasil survei tersebut akan menentukan arah dukungan partai. Heri mengaku DPP Partai Golkar juga akan membuka pendaftaran Cabup dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) pekan depan. Calon yang terjaring akan dipertimbangkan maju sebagai Cabup atau Cawabup.
Terkait dengan surat rekomendasi dari DPP, Heri mengaku surat tersebut kemungkinan akan turun pada Juli 2024. “Sebelum surat rekom turun kan masih ada proses penentuan koalisi dan pasangan calon. Surat itu turunnya sudah dalam bentuk pasangan calon bupati dan wakil bupati. Sekarang baru penugasan saja,” katanya.
BACA JUGA: 6 Nama Diusulkan Golkar Jadi Bakal Calon Peserta Pilkada Bantul, Salah Satunya Lurah
Heri mengaku Sutrisna Wibawa dan Sunaryanta diusulkan karena banyak pihak yang memberikan saran. Dengan kata lain, kedua orang tersebut berpotensi meraup suara paling banyak dibandingkan kandidat lain.
Disinggung perihal arah koalisi, Heri mengatakan bahwa DPP Partai Golkar menyarankan agar DPD Partai Golkar Gunungkidul menjalin koalisi dengan parpol yang sama seperi koalisi Pilpres “Koalisi Indonesia Maju”. “Tetapi itu bisa disesuaikan dengan situasi dan kondisi lapangan. Hanya arahannya memang kalau bisa seperti Koalisi Indonesia Maju,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 4.278 anak di Sleman tercatat tidak sekolah. Pemkab meluncurkan Gandheng ATS berbasis EWS untuk mendeteksi risiko putus sekolah.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.