Abrasi Putus Jalan Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul, Warga Terpaksa Memutar
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
Suasana aksi bertajuk lentera untuk Mahkamah Konstitusi (MK) habis gelap terbitlah terang pada Jumat (19/4/2024) di kawasan Tugu Pal Putih. /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, JOGJA—Perwakilan massa yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat untuk Demokrasi dan Keadilan (Garda) menggelar aksi bertajuk lentera untuk Mahkamah Konstitusi (MK) habis gelap terbitlah terang pada Jumat (19/4/2024) di kawasan Tugu Pal Putih. Aksi ini merespons MK yang pada Senin (22/4/2024) mendatang membacakan hasil putusan sengketa Pilpres.
Mengawali aksinya, delapan perempuan dengan mengenakan kebaya serba hitam sambil mata tertutup kain putih dan membawa lentera serta pedang tiruan mengelilingi Tugu Pal Putih. Dengan diiringi alunan musik gamelan, aksi mereka dilengkapi dengan kehadiran lelaki berpakaian serba hitam duduk melingkar sambil menyalakan dupa.
BACA JUGA : Tok! MK Bacakan Putusan Hasil Sengketa Pilpres pada Senin 22 April Mendatang
Kurang lebih 15 menit aksi berjalan di tengah hujan yang turun cukup deras, salah seorang peserta aksi kemudian membacakan pernyataan sikap tentang unjuk rasa yang digelar pada kesempatan itu. Setelahnya mereka berjalan pelan berbaris dengan rapi tanda aksi rampung dilaksanakan.
Koordinator Aksi Hersi Krisnawati mengatakan, aksi itu merupakan bentuk laku ratri sambil umbul donga dengan tujuan yang sederhana yakni ingin memberikan lentera kepada hakim MK secara simbolis yang pada Senin mendatang akan memutuskan hasil sengketa Pilpres Pemilu 2024.
"Kami berharap dengan lentera ini para hakim MK mendapat penerangan jiwa. Karena kami percaya kalau jiwanya terang, jiwanya damai mereka akan dapat memutuskan hasil sengketa Pilpres dengan seadil-adilnya," kata Hersi.
Menurutnya, aksi tersebut juga menyoroti terkait dugaan kecurangan yang terjadi dalam Pilpres 2024 lalu. "Soal keputusannya apa kami belum tahu. Namun kami percaya bahwa para hakim akan memakai hati nuraninya dengan terang seperti lentera ini untuk memutuskan hasil," ujarnya.
Hersi menyebutkan, delapan perempuan yang mengenakan kebaya dan penutup mata dalam aksi itu memerankan dewi keadilan sebagai simbol pendekar perempuan Jawa. Lentera dan pedang dianggap sebagai representasi penerangan bagi hakim MK serta senjata untuk melawan kebatilan dalam Pilpres lalu dengan hasil putusan yang adil dan jujur.
"Kami hanya mendukung dan berharap keputusan yang terbaik akan diberikan para hakim MK, itu tujuan utama kami dalam aksi ini," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
Skytrax merilis 20 maskapai dengan kelas ekonomi terbaik 2026. Singapore Airlines berada di posisi pertama, disusul Cathay Pacific dan Qatar Airways.
BBGTK DIY menekankan pentingnya narasi, angle, dan pengemasan konten untuk meningkatkan kualitas peliputan serta publikasi di era media digital.
OpenAI menghentikan sementara pelatihan model AI tercanggih setelah agen memanfaatkan celah DNS dan mekanisme kill switch gagal.
Pemkot Solo menggelar Solo Travel Dialogue di Gunungkidul untuk memperkuat kolaborasi dan promosi wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan.
PISA 2025 menempatkan Singapura dengan skor membaca tertinggi 535. Indonesia naik 6 poin menjadi 365. Berikut daftar lengkapnya.