Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Suasana diskusi termpumpung dengan ormas keagaman terkait pendataan wakaf yang diselengarakan Kemenag Kulonprogo. Dok Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kantor Kemenag Kulonprogo menggandeng organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah dalam melakukan percepatan pendataan tanah wakaf.
Pendataan ini agar memastikan wakaf yang sudah ada tidak bermasalah, terutama dengan ahli warisnya. Pendataan tanah wakaf di Kulonprogo ini dirancang melibatkan ormas keagamaan melalui satuan tugas (satgas).
BACA JUGA: Soal Nilai Ganti Rugi Lahan Tol Jogja-YIA, Warga Minta Lebih Tinggi, Ini Alasannya
"Kami rasa sangat perlu segera dibentuk tim satgas khusus penanganan wakaf di Kulonprogo. Satgas yang dibentuk nantinya bisa beranggotakan dari semua unsur masyarakat dan ormas keagamaan,” kata Kepala Kemenag Kulonprogo, Wahib Jamil pada Minggu (28/4/2024).
Kerja sama dengan ormas keagamaan agar berperan dalam satgas wakaf ini diajukan Kemenag Kulonprogo saat diskusi terpumpun minggu kemarin.
"Perlu juga dilakukan sinergitas dengan Baznas atau lembaga amil zakat lainnya, maupun perbankan syariah dalam mendukung pendanaan pada proses sertifikasi tanah wakaf. Adanya sinergi tersebut diharapkan dapat memberikan keringanan bagi masyarakat di dalam mengurus sertifikasi tanah wakaf," terangnya.
Kemudahan sertifikasi wakaf tersebut, jelas Wahib, terutama pada pembiayaan administratif agar masyarakat yang akan mewakafkan hartanya tidak terbebani lagi. "Kemudahan keringanan biaya nantinya dapat dilakukan dengan membuat proposal ke perbankan syariah tersebut," ungkapnya.
BACA JUGA: Lindungi Rumah Ibadah dari Mafia Tanah, AHY: Program Sertifikat Wakaf Penting
Tak hanya kemudahan sertifikasi wakaf, lanjut Wahib, Kemenag Kulonprogo juga menjanjikan lebih giat lagi berkoordinasi dengan pihak lain agar wakaf yang ada tersertifikasi sepenuhnya. “Perlu juga untuk dilakukan berbagai langkah praktis seperti audiensi dengan pihak-pihak terkait, seperti BPN, Dispertaru, Pemda, KUA, Lurah, dan lain-lain,” paparnya.
Sementara itu petugas penyelenggara zakat dan wakaf Kemenag Kulonprogo, Haris Widiyanto menyebut ada beragam tantangan sertifikasi wakaf di Kulonprogo. ”Permasalahan wakaf yang ditemui di lapangan sangatlah beragam. Akan tetapi ada hal yang mendesak yang perlu dilakukan pembenahan, yaitu permasalah kompetensi penerima atau nazhir wakaf," ujarnya.
Banyak penerima wakaf, menurut Haris, tak mencatatkan wakaf karena gagap teknologi dimana sudah ada sistem yang memudahkan sertifikasi tersebut. "Nazhir wakaf banyak yang sudah sepuh dan gaptek. Maka perlu tambahan tenaga yang lebih muda dan paham IT. Selain itu perlu juga dilakukan pelatihan dan pengembangan kompetensi bagi para nazhir wakaf,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Westlife bakal konser di GBK Jakarta 2027. Simak jadwal presale, harga tiket lengkap, dan cara beli tiketnya di sini.
PSM vs PERSIB jadi laga penentu juara. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan kondisi terbaru kedua tim di sini.
Sidang Isbat 1 Zulhijah 1447 H digelar hari ini oleh Kemenag. Cek jadwal lengkap dan link live streaming penetapannya.
Bali United vs Bhayangkara FC sore ini. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan peluang kemenangan di laga kandang terakhir musim ini.
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.