Menara Telekomunikasi di Bantul Tembus 300, Minat Investor Menurun
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
Penampakan vandalisme yang dialami sejumlah toko di kawasan Malioboro pada Selasa (30/4/2024). /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah pertokoan di Malioboro Jogja di bagian sisi barat, tepatnya di deretan toko obat Sumber Husodo jadi korban vandalisme dengan coretan yang beragam pada Selasa (30/4/2024). Pelaku usaha merasa terganggu dengan keberadaan mural tersebut dan meminta pemerintah setempat melakukan penertiban.
Koordinator Lapangan Perkumpulan Pengusaha Malioboro dan Ahmad Yani (PPMAY) Karyanto Purbohusodo mengatakan, sedikitnya ada lima sampai enam toko yang menjadi korban vandalisme itu. Ia mengetahui coretan yang dibuat pada dinding dan pintu depan toko itu pada pagi hari ini.
BACA JUGA : Pasang Iklan di Rambu Lalu Lintas Bisa Kena Denda Rp50 Juta
"Saya tahunya tadi pagi. Saya tanya sama pedagang kaki lima sekitar katanya sekitar jam 01.00 WIB dini hari tadi masih bagus dan belum ada coretan," katanya.
Menurut Karyanto, dimungkinkan aksi vandalisme itu dilakukan sekitar jam 03.00 WIB atau 04.00 dini hari tadi. Perbuatan kelompok yang dinilainya mengganggu kenyamanan pengunjung itu sempat terekam CCTV, tetapi wajah terduga pelaku tidak terlalu jelas.
"Sudah pernah dulu begini juga, sempat kapok dan ini berulang lagi. Kami sudah lapor ke UPT Malioboro supaya ditertibkan," ujarnya.
Karyanto merasa terganggu dengan adanya aksi tersebut. Pelaku usaha juga menjadi repot dan keluar biaya untuk membersihkan coretan yang membekas di dinding dan pintu depan toko. Pihaknya meminta agar patroli kembali digencarkan untuk mengantisipasi kejadian serupa.
BACA JUGA : Vandalisme: Antara Iseng & Eksistensi
"Kalau bisa dibuat CCTV di pertokoan Malioboro atau bagian lorongnya. Jangan hanya yang menghadap ke jalan, di lorong juga dipasang dari utara ke selatan atau sebaliknya," ujarnya.
Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Jogja Ekwanto sudah menerima laporan soal tindakan vandalisme di sejumlah pertokoan Malioboro tersebut. Hanya saja petugas masih kesulitan mengidentifikasi wajah terduga pelaku, sehingga belum tertangkap.
"Kecuali kalau tertangkap langsung saat mereka mencoret-coret itu biasanya langsung kami tindak. Kalau remaja orang tuanya kami panggil dan minta dicat ulang seperti biasa," katanya.
Menurutnya, fenomena vandalisme sudah terjadi berulang kali di Malioboro. Bahkan petugas sudah melakukan tangkap tangan sebanyak empat kali kepada pelaku vandal yang kerap beroperasi di Malioboro.
BACA JUGA : Bangunan Cagar Budaya di Sleman Jadi Korban Vandalisme
"Biasanya mereka melakukan aktivitasnya saat petugas jaga lengah. Pada jam 00.00 kan pergantian apel petugas jaga, sehingga yang jaga kosong. Tentunya ini jadi bahan evaluasi kami ke depan untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan di Malioboro," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
Disdag Kota Jogja menemukan Minyakita dijual Rp21.000 per liter di Pasar Giwangan sebelum pedagang mendapat pembinaan.
Oman dan Iran membahas kebebasan navigasi Selat Hormuz di tengah negosiasi Iran-AS dan potensi pelonggaran sanksi minyak.
Pasangan pengantin di Bekasi rugi Rp85,5 juta usai diduga menjadi korban penipuan wedding organizer yang kabur jelang resepsi pernikahan.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat
Antrean penyeberangan saat libur Iduladha 2026 diprediksi naik hingga 20%, terutama di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk.