BNI Pikat Generasi Muda Jogja Melek Keuangan Pakai Beragam Solusi
Kehadiran BNI dalam acara ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkenalkan layanan perbankan digital yang mudah diakses sekaligus relevan.
Suasana bedah buku di Gerbang Banyu Langit Bintaran, Srimulyo, Piyungan, Bantul, Senin (6/5/2024) siang/ Harian Jogja-Jumali
BANTUL—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar kegiatan bedah buku di Gerbang Banyu Langit Bintaran, Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Senin (6/5/2024) siang.
Kegiatan yang melibatkan ibu-ibu di sekitar lokasi dan juga anggota DPRD DIY Purwanto itu membedah buku berjudul Aneka Ide dan Peluang Penghasilan Tambahan karya dari Desy Wijaya.
Buku setebal 124 halaman tersebut membahas mengenai ide dan peluang mendapatkan penghasilan tambahan utamanya untuk ibu rumah tangga, karyawan dan pegawai negeri.
Dukuh Bintaran Kulon, Srimulyo, Piyungan, Khalida Tyas Wara mengungkapkan pada bedah buku kali ini, pihaknya sengaja mengundang ibu-ibu di lingkungannya. Diharapkan dengan kehadiran ibu-ibu dalam kegiatan tersebut, tidak hanya akan menambah khazanah dan pengetahuan terkait literasi buku.
Akan tetapi juga memberikan inspirasi bagi mereka untuk memulai usaha sampingan. "Ini peluang bagi ibu-ibu yang biasanya di rumah diam saja. Maka setelah kegiatan ini, kami harapkan muncul semangat dan ide untuk memulai usaha sampingan. Sebab, apa yang disampaikan di kegiatan ini pasti akan sangat bermanfaat bagi kita semua," katanya, Senin.
Tyas juga mengungkapkan, selama ini pihaknya konsisten untuk memberdayakan ibu-ibu di lingkungannya. Berbagai kegiatan, baik pengayaan pengetahuan maupun keterampilan selama ini terus dilakukan.
"Termasuk kali ini. Ini adalah upaya kami menambah kemampuan ibu-ibu. Nanti jika ibu-ibu merasa, masih pengin adanya peningkatan skill, kami akan bantu untuk membuat pelatihan lainnya," terang Tyas.
Anggota Komisi C DPRD DIY, Purwanto mengungkapkan, pihaknya konsisten untuk meningkatkan literasi dan kegemaran masyarakat membaca buku. Oleh karena itu, DPRD DIY bekerja sama dengan DPAD menggelar bedah buku.
"Untuk kali ini, kami sengaja membedah buku berjudul Aneka Ide dan Peluang Penghasilan Tambahan. Tujuannya untuk memicu para peserta yang sebagian besar adalah ibu-ibu untuk mengembangkan pola pikir kreatif. Bisa mendapatkan penghasilan tambahan dan membantu suaminya," terang Purwanto.
Menurut Purwanto, meski saat ini banyak karyawan dan masyarakat memiliki usaha sampingan. Namun, pihaknya tetap akan memberikan pengetahuan terkait dengan bisnis.
BACA JUGA: BEDAH BUKU: DPAD DIY Dorong Tingginya Minat Baca Merata ke Semua Wilayah
Apalagi, saat ini, perkembangan teknologi telah membuat bisnis sampingan sangat mudah dilakukan. Penulis buku, Desy Wijaya mengungkapkan buku terbitan ACI Edukasi yang ditulisnya dari tujuh bab.
Ada bab yang membahas mengenai tips memulai usaha hingga contoh usaha sampingan. "Untuk memulai usaha, semua harus disesuaikan dengan minat dan bakat, jangan tergiur dengan keuntungan besar, dan usaha yang dilakukan harus berorientasi pasar," ucapnya.
Desy menyampaikan, untuk memulai usaha sampingan, diperlukan pemahaman mengenai lokasi. Oleh karena itu dibutuhkan survei lokasi. Usahakan membuka usaha di tempat yang strategis, dan tetap. Selain itu, untuk memulai usaha, dibutuhkan perencanaan matang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kehadiran BNI dalam acara ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkenalkan layanan perbankan digital yang mudah diakses sekaligus relevan.
Yogyakarta tidak hanya dikenal sebagai kota pelajar dan destinasi wisata favorit, tetapi kini juga menjadi pusat studi banding keselamatan berkendara
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 26 Mei 2026. Simak jam favorit dan tips agar tak kehabisan tiket.
Cek jadwal SIM keliling Jogja 26 Mei 2026 di Condongcatur. Layanan 08.30–13.00 WIB, syarat lengkap perpanjangan SIM.
Prakiraan cuaca Jogja 26 Mei 2026: Sleman berpotensi hujan ringan, wilayah DIY lain berawan dengan suhu 22–31 derajat Celsius.
Skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dinilai bisa menjadi jalan bagi SMK untuk keluar dari ketergantungan anggaran dan mulai membiayai pengembangannya sendiri