Jadwal SIM Keliling Kulonprogo 11 Juli 2026, Ini Lokasinya
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa yang sekaligus sebagai Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Sleman. Ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten Sleman mendapatkan anugerah Program Ekonomi Terpuji dalam kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Stunting dalam ajang detikjateng-jogja Awards 2024.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran serta Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa sekaligus sebagai Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Sleman.
Danang juga menjadi Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Sleman. Dia mengaku berhasil menciptakan strategi empat program khusus dalam penanggulan kemiskinan di Sleman.
BACA JUGA: Selain Pencegahan Stunting, Peningkatan Kualitas Lansia Kunci Capai Indonesia Emas
Pertama, melalui program Sleman Pintar, program beasiswa yang diberikan kepada anak keluarga miskin yang bekerjasama dengan Universitas AMIKOM Jogja dan Universitas 'Aisyiyah Jogja. "Kedua, melakukan pendampingan, pelatihan, dan penguatan modal terhadap UMKM yang masuk dalam kategori rentan miskin dan miskin," kata Danang, Selasa (7/5/2024).
Selain kedua hal tersebut, sambungnya, Pemkab juga menggalakkan jaminan sosial berupa jaminan pendidikan dan jaminan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Sleman dengan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) di Dinas Sosial.
"Terakhir atau yang keempat, memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada lansia dan disabilitas," ujar Danang.
Strategi tersebut, menurut Danang dirumuskan setelah dirinya aktif turun di masyarakat untuk menerima masukan-masukan untuk penanggulangan kemiskinan. Sebelum merumuskan program khusus tersebut, katanya, Pemkab bersama Sekretariat Pemberdayaan Masyarakat (SepedaMas) aktif turun langsung di setiap Kapanewon untuk menerima masukan kemudian kita ramu menjadi strategi pananggulangan kemiskinan.
"Jadi keberhasilan tersebut berkat semuanya terlibat memikirkan masalah kemiskinan," ujar Danang.
Diketahui angka kemiskinan di Sleman mengalami penurunan yang tercatat pada tahun 2022 sebesar 7,74% turun menjadi 7,52% di tahun 2023. Selanjutnya angka stunting di Kabupaten Sleman juga mengalami penurunan. Pada 2021 angka stunting 16%, di tahun 2022 turun menjadi 15%, dan pada tahun 2023 turun 2,6% menjadi 12,40%.
Menurut Danang keberhasilan tersebut didasari dengan suksesnya Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menjalankan 8 aksi konvergensi penanggulangan stunting.
"Tentunya 8 aksi konvergensi penanggulangan stunting ini membutuhkan dukungan semua kalangan baik pada OPD terkait, TPPS di masing-masing Kapanewon dan Kalurahan, serta masyarakat luas. Tanpa dukungan dari semua tentu tidak akan jalan," tutup Danang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
Pemprov DIY menetapkan empat kalurahan sebagai percontohan revitalisasi Lumbung Mataraman untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.