Komisi B DPRD Kota Jogja Minta Target Pendapatan 2027 Realistis
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Warga Gedongtengen mengikuti sosialisasi upaya penurunan stunting di Kemantren Gedongtengen, Selasa (7/4/2026). - Dok. Kemantren Gedongtengen
Harianjogja.com, JOGJA—Gerakan Mengonsumsi Protein (Gembrot) mulai didorong menjadi kebiasaan harian warga di Gedongtengen, sebagai langkah konkret menekan risiko stunting pada anak. Program ini tak hanya berupa sosialisasi, tetapi juga praktik langsung pengolahan makanan bergizi di tingkat keluarga.
Kegiatan yang digelar di Kemantren Gedongtengen ini menyasar orang tua, terutama ibu, agar mampu menyediakan menu tinggi protein dari bahan lokal yang mudah dijangkau.
Mantri Pamong Praja Gedongtengen, Ananto Wibowo, menyebut Gembrot menjadi strategi penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat terkait kebutuhan gizi anak.
“Intervensi gizi melalui protein yang cukup menjadi kunci perbaikan status gizi anak. Melalui Bimtek ini, orang tua dibekali pengetahuan praktis mengolah pangan lokal yang kaya protein, terjangkau, dan disukai anak,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Program ini muncul di tengah tren kenaikan prevalensi stunting di Kota Jogja. Data Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) mencatat angka stunting mencapai 12,13% pada Februari 2025, meningkat dari 10,07% pada Juni 2024.
Melalui Gembrot, warga tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung mengolah makanan berbasis protein untuk kebutuhan sehari-hari anak.
Ananto menilai, pemenuhan gizi pada masa emas pertumbuhan anak menjadi faktor krusial yang menentukan kualitas tumbuh kembang di masa depan.
Ia juga menekankan bahwa edukasi masih menjadi tantangan, karena tidak semua keluarga memiliki pemahaman yang cukup terkait pengolahan makanan bergizi.
Tanpa perubahan kebiasaan konsumsi di rumah, risiko stunting dinilai tetap tinggi meskipun intervensi program sudah dilakukan.
“Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian keluarga dalam menyediakan menu sehat bagi anak,” katanya.
Ke depan, Gembrot diharapkan tidak hanya menjadi program sesaat, tetapi berkembang sebagai gerakan berkelanjutan yang membentuk pola makan sehat di masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.
Djumari, 76, meninggal saat tadarus Al-Qur'an di Masjid Nurul Huda Semarang. Detik-detik kepergiannya terekam CCTV dan viral.
Polisi menangkap dua orang terkait dugaan penistaan agama di The Sounds Project Ancol. Enam saksi telah diperiksa.