Ribuan Pohon Ditanam di Kawasan Rawan Longsor Lereng Jono
Sebanyak 3.000 pohon ditanam di lereng rawan longsor di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Senin (18/5).
Dwi Asri Wulandari, warga Kalurahan Bimomartani, Ngemplak sangat terbantu dengan kepesertaan BPJS Kesehatan. Jaminan Kesehatan bisa untuk berobat gratis. / Ist
SLEMAN—Keterlibatan negara dalam memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat Indonesia terbukti atas kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang selalu memberikan layanan kesehatan yang komprehensif, adil dan merata. Hal tersebut dipandang karena kesehatan merupakan aset bagi kesejahteraan fisik, mental, dan sosial bagi masyarakat. Satu dekade dalam penyelenggaraan Program JKN, berbagai manfaat yang diberikan telah dirasakan langsung oleh seluruh peserta JKN, khususnya bagi Dwi Asri Wulandari (44) warga Kalurahan Bimomartani, Ngemplak, Sleman, yang merupakan salah satu karyawan swasta.
Ia sudah terdaftar jadi peserta JKN sejak program ini diluncurkan. Saat ini, memiliki jaminan kesehatan menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi setiap masyarakat. Dengan memiliki jaminan kesehatan, masyarakat dapat terjamin kesehatannya dan terproteksi dari segala risiko penyakit serta biaya yang akan dikeluarkan saat jatuh sakit. BPJS Kesehatan sebagai badan penyelenggara hadir menjawab kebutuhan jaminan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Hingga sekarang sudah banyak manfaat yang dirasakannya.
BACA JUGA: Asyik! 1.254 Anggota Bamuskal di Gunungkidul Kini Dicover BPJS
Pelayanan yang diberikan baik di kantor cabang maupun di Fasilitas Kesehatan (Faskes) terus mengalami peningkatan guna memberikan kepuasan bagi peserta JKN dalam mengakses pelayanan. Asri menceritakan pengalamannya selama mengakses layanan JKN.
"Awal mula saya menggunakan kartu JKN masih ada keraguan di dalam hati, karena beberapa kali mendengar informasi adanya iur biaya jika periksa ke faskes. Tetapi ketika saya menggunakan kartu JKN sampai saat ini semuanya gratis tanpa ada biaya tambahan sepeserpun, semuanya dijamin oleh BPJS Kesehatan. Hari ini kebetulan saya batuk dan pilek, sehingga periksa ke dokter di Klinik Kalasan Sehat,” ucap Asri, Senin (14/05).
Asri menyampaikan bahwa Program JKN ini tidak hanya untuk periksa dan berobat saja, tetapi juga dapat dimanfaatkan keperluan pengecekan di laboratorium asalkan semua karena indikasi medis bukan permintaan sendiri oleh peserta.
“Saya pernah memanfaatkan kartu JKN untuk pemeriksaan pap smear. Awalnya ada keluhan di bagian serviks, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Panti Rini oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Lalu disarankan oleh dokter untuk periksa pap smear di laboratorium. Oleh RS Panti Rini saya di rujuk ke laboratorium yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Pemeriksaan dilakukan sekitar dua bulan yang lalu dan segala biaya ditanggung oleh BPJS Kesehatan, jadi tidak ada iur biaya sama sekali,” kata Asri.
Asri juga menceritakan betapa terkejutnya dia saat tahu saat ini untuk mengakses layanan JKN di FKTP maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) hanya butuh menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja, tanpa perlu membawa berkas lainnya. Asri sama sekali tidak memiliki ekspektasi positif saat akan menggunakan kartu JKN, tapi ternyata semuanya tidak seperti yang dibayangkan. Kini layanan Program JKN semakin mudah, cepat dan setara.
BACA JUGA: Kabar Gembira! Uztaz dan Takmir Masjid di Jogja Akan Dapat BPJS Kesehatan
“Agak kaget sih ya, waktu petugas administrasi klinik hanya meminta saya menunjukkan KTP. Saya memang punya Kartu JKN, tapi karena buru-buru tertinggal di rumah. Tetapi sekarang sudah ada Aplikasi Mobile JKN di handphone, jadi ada kartu digital. Tidak berekspektasi lebih awalnya, cuma kemudahan yang saya rasakan ini sudah luar biasa membantu sekali. Saya benar-benar merasa aman menjadi peserta JKN, sekarang sudah tidak ribet harus membawa fotokopi berkas macam-macam,” tambah Asri.
Ia juga menambahkan pelayanan kesehatan dengan memanfaatkan BPJS Kesehatan juga berlangsung baik dan tidak ada masalah. Selama ini tidak ada kendala karena semua lancar dan tertangani dengan baik. Oleh karena itu diharapkan seluruh peserta JKN mendapatkan layanan kesehatan sesuai dengan indikasi medis dan prosedur yang berlaku. Jadi peserta JKN dapat mengikuti alur pelayanan kesehatan agar seluruh biaya kesehatan dijamin oleh Program JKN. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 3.000 pohon ditanam di lereng rawan longsor di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Senin (18/5).
Prabowo Subianto menegaskan pemerintah siap memakai radar dan satelit untuk melacak aset ilegal serta memburu koruptor hingga bungker bawah tanah.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 21 Mei 2026 melayani rute Jogja dan Sleman dengan tarif Rp80.000 serta konektivitas antarmoda.
Inter Miami dikabarkan selangkah lagi merekrut Casemiro dengan status bebas transfer untuk bermain bersama Lionel Messi di MLS.
Jadwal angkutan KSPN Malioboro menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini Kamis 21 Mei 2026 lengkap dengan tarif terbaru.
Jadwal pemadaman listrik Jogja hari ini Kamis 21 Mei 2026 terjadi di Gejayan, Bantul, Gunungkidul, dan Sedayu akibat pemeliharaan PLN.