MAXI Yamaha Day 2026 Padukan Touring dan Budaya di Kuningan
“Priangan Timur merupakan salah satu wilayah yang pertumbuhan konsumen MAXI Yamaha-nya terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir,"
Peserta pelatihan kuliner yang diselenggarakan Dinas Pariwisata DIY berfoto bersama anggota DPRD DIY, Sudaryanto. Selasa (14/5/2024)./Harian Jogja-David Kurniawan
SLEMAN—Anggota DPRD DIY, Sudaryanto mendorong desa wisata untuk mengembangkan kuliner yang khas. Hal ini disampaikan saat menghadiri kegiatan pelatihan kuliner di Joglo Tanjung di Padukuhan Banteran, Donoharjo, Ngaglik, Selasa (14/5/2024).
“Kuliner bisa menjadi daya tarik bagi pengunjung. Banyak lokasi berada di tempat terpencil tapi didatangi pengunjung karena ingin merasakan kulinernya,” kata Sudaryanto.
Oleh karena itu, DPRD DIY bersama dengan Dinas Pariwisata DIY menggelar pelatihan kuliner. Pelatihan ini tidak hanya sebatas mengolah aneka masakan, tetapi juga diberikan ketrampilan untuk menyajikan menu yang telah dimasak sehingga bisa menarik perhatian pengunjung. “Tentunya dengan pelatihan ini, para peserta bisa menerapkannya untuk mendukung pengembangan Desa Wisata Tanjung yang ada di sini,” katanya.
Sudaryanto berharap ketrampilan yang diperoleh saat pelatihan benar-benar bisa diimplementasikan. Di sisi lain, ia juga meminta agar terus beriovasi sehingga daya tarik ke pengunjung akan semakin banyak. “Banyak yang bisa dikreasikan seperti olahan patin dan lain sebagainya agar ada ciri khas tersendiri,” katanya.
Dia menyakini keberadaan kuliner yang khas tidak hanya menunjang pengembangan desa wisata. pasalnya, dampak dari kunjungan juga bisa memberikan manfaat untuk peningkatan kesejahteraan warga sekitar. “Tentunya dengan banyaknya kunjungan, maka perekonomian warga juga bisa meningkat,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Jabatan Fungsional Bidang Sumber Daya Pariwisata, Dinas Pariwisata DIY, Erni Sri Jarwati Harahap. Menurut dia, pelatihan kuliner yang terselenggara berkat kerja sama dengan DPRD DIY merupakan bentuk komitmen untuk pengembangan desa wisata.
Itulah sebabnya, pengembangan tidak hanya sebatas pada destinasi, tapi juga menyasar kepada kapasitas sumber daya manusia. “Peningkatan SDM ini sangat penting. Salah satunya dengan memberikan pelatihan kuliner ke pengelola desa wisata,” katanya.
Erni menjelaskan, pelatihan yang digelar kali ini ada beberapa resep, mulai dari pembuatan ayam bakar Arto Moro, ikan pepes bumbung, sayur bening kelor, bir pletok dan aneka sambal Nusantara. “Mudah-mudahan dengan pelatihan ini, pengelola wisata bisa terus berkreasi sehingga pengembangan desa wisata dapat maju dan dampaknya bisa dirasakan secara langsung,” katanya.
Pengurus Desa Wisata Tanjung, Samiasih Sutarman berterimakasih adanya pelatihan kuliner yang diberikan. Menurut dia, kegiatan ini memiliki banyak manfaat, khususnya untuk olahan kuliner guna mendukung pengembangan desa wisata.
“Banyak ilmu yang didapatkan dari pelatihan ini. tapi, harapannya setelah pelatihan selesai ada bantuan untuk proses mendapatkan PIRT atau sertifikasi halal sehingga makanan yang disajikan bisa semakin berkualitas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Priangan Timur merupakan salah satu wilayah yang pertumbuhan konsumen MAXI Yamaha-nya terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir,"
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.
Sebanyak 287 pelajar mengikuti KAP Kota Jogja 2026. PASI Kota Jogja menargetkan menjadi juara umum POPDA 2029 melalui pembinaan atlet berkelanjutan.