DPRD Bantul Dorong RJIT di Pansela untuk Cegah Gagal Panen
DPRD Bantul mendorong pembangunan dan rehabilitasi RJIT di kawasan Pansela untuk membantu petani mendapatkan pasokan air dan menekan risiko gagal panen.
Wingko Ngasem yang menjual bakpia dan wingko yang dimasak dengan menggunakan apinarang di Plaza Ngasem, Rabu (15/5/2024)/ Harian Jogja - Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA - Pasar Ngasem yang terletak di sisi selatan Kraton Yogyakarta menyimpan segudang kuliner legendaris khas Jogja. Jika ke tempat itu pada pagi hari, deretan jajanan yang menggoda selera pasti membuat orang yang melintas dan berkunjung tertarik mencicipinya.
Salah satunya adalah Wingko Ngasem yang terletak di sebelah timur belakang pasar. Kudapan khas Jogja ini sudah beroperasi sejak 1996 silam dan bertahan sampai sekarang. Yang unik, proses penyajiannya masih menggunakan cara tradisional yang memakai arang.
Bambang pemilik Wingko Ngasem menjelaskan, selain menjual wingko dirinya juga menawarkan bakpia. Kedua makanan khas Jogja itu dimasak dengan menggunakan arang, sehingga tingkat kematangannya lebih merata dan beda rasanya dengan produk lain yang dimasak dengan menggunakan api kompor.
"Dari dulu memang dimasak pakai arang, jadi lebih alami dan sehat sehingga tingkat kematangannya maksimal," kata Bambang, Rabu (15/5/2024).
Wingko merupakan jajajan yang terbuat dari parutan kelapa, gula dan ketan. Proses pembuatannya, kelapa yang sudah diparut akan dicampur dengan ketan dan gula. Kemudian dikukus lantas dicetak sesuai selera. Setelahnya baru dipanggang di tungku dengan menggunakan api arang.
"Untuk wingko saya jualan sejak 1996 sementara bakpia baru dua tahunan ini," jelasnya.
Bambang mengatakan, banyak pembeli dari Jogja dan wisatawan yang tertarik dengan produk ini karena merasa beda dengan produk lainnya. Proses memasak dengan menggunakan arang menjadi salah satu penyebab jajanan ini banyak diminati orang.
BACA JUGA: Rekomendasi Oleh-oleh Bakpia Khas Jogja
"Kalau hari biasa bisa jual antara 500 sampai 1.000 bakpia dan wingko. Sementara akhir pekan bisa 1.500 sampai 1.800," ujarnya.
Selain bisa dinikmati sebagai kudapan, jajanan ini juga bisa dijadikan oleh-oleh. Produk ini bisa tahan sampai empat hari dan tanpa bahan pengawet. Per kotak isi lima dijual Rp10.000 dan satu kotak isi 10 dijual Rp20.000.
Sintia Rahayu, wisatawan asal Bandung adalah salah satu yang berminat mencicipi jajanan ini. Dia yang berlibur bersama keluarga memang penasaran dengan rasa bakpia dan wingko yang dimasak dengan menggunakan arang itu, sehingga berkunjung ke Pasar Ngasem.
"Katanya bakpia dan wingko di sini luar biasa enak. Saya suka dan istimewa rasanya lembut dan melebur di lidah," ujarnya.
Sintia mengaku baru pertama kali ini melihat bakpia dan wingko yang dimasak dengan menggunakan arang. Selain berpengaruh terhadap rasanya, produk ini juga cocok dibeli sebagai buah tangan dan snack di acara tertentu
"Di Pasar Ngasem memang sangat cocok sekali berburu kuliner legendaris Jogja," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mendorong pembangunan dan rehabilitasi RJIT di kawasan Pansela untuk membantu petani mendapatkan pasokan air dan menekan risiko gagal panen.
Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menegaskan tiga hal yang harus ditingkatkan ASN Sleman, mulai produktivitas hingga standar pelayanan.
Gol debut Melvyn Lorenzen ke gawang Bali United mendongkrak kepercayaan diri jelang laga kandang PSS kontra Madura United.
DPRD Bantul mengawal target perbaikan 600 km jalan hingga 2030 di tengah tren penurunan anggaran sektor pekerjaan umum.
IRGC menyebut teknologi canggih AS tak bisa menghindari sistem pengawasan Iran di Selat Hormuz setelah drone bawah laut AS disita.
BPS menegaskan masyarakat yang terdaftar DTSEN tidak otomatis menerima bantuan karena penerima ditentukan berdasarkan kriteria program.