Advertisement
Sleman Siapkan Hewan Kurban dengan Standar Asuh
Sapi, hewan kurban / Ilustrasi freepik
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Kebutuhan untuk hewan kurban pada Hari Raya Iduladha di Kabupaten Sleman disiapkan menggunakan standara Asuh. Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman menyebut standar Asuh adalah kependekan dari aman, sehat, utuh dan halal (Asuh).
"Pangan hewani yang memenuhi kriteria ASUH merupakan manifestasi konkrit dari salah satu sasaran pembangunan di bidang keamanan pangan," kata Kepala DP3 Kabupaten Sleman Suparmono di Sleman, Jumat (17/5/2024).
Advertisement
Menurut dia, ketersediaan pangan yang ASUH dicirikan oleh terbebasnya masyarakat dari jenis pangan yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan tidak sesuai dengan keyakinan masyarakat.
"Setiap tahun masyarakat di Kabupaten Sleman mengadakan penyembelihan hewan kurban yang mencapai ribuan ekor sapi, kambing dan domba," katanya.
Ia mengatakan, penyembelihan hewan kurban biasanya dilakukan oleh pengurus atau takmir masjid yang rata-rata belum berpengalaman dalam higienis dan sanitasi pemotongan hewan.
"Terkait hal tersebut, dari tahun ke tahun kami selalu mengadakan kegiatan pemantauan sebagai upaya memberikan jaminan keamanan pangan utamanya daging kurban yang ada di masyarakat," katanya.
Ia mengatakan, kegiatan pemantauan tersebut meliputi ketersediaan ternak kurban di Kabupaten Sleman pada tahun ini. "Dari hasil pemantauan saat ini tercatat jumlah hewan kurban untuk sapi sebanyak 3.892 ekor, kambing 126 ekor, domba 1.468 ekor," katanya.
Sedangkan dengan estimasi kebutuhan ternak kurban pada tahun ini diperkirakan untuk sapi 9.600 ekor, kambing: 12.100 ekor dan domba 2.700 ekor. "Seperti tahun-tahun sebelumnya, Kabupaten Sleman mengalami kekurangan dalam mencukupi kebutuhan ternak kurban," katanya.
Suparmono mengatakan untuk mencukupi kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dari pemasukan ternak melalui kelompok-kelompok ternak, pasar kurban, pelaku usaha ternak yang lain. "Selain itu juga dengan pembelian langsung dari luar daerah," katanya.
BACA JUGA: Harga Bawang Masih Tinggi di Pasaran, Disperindag DIY Gencarkan Operasi Pasar
Ia mengatakan kegiatan pemantauan pasar hewan kurban, sudah rutin dilakukan setiap tahun dengan sasaran utama kandang kelompok ternak. Kabupaten Sleman terdapat sekitar 549 kandang kelompok ternak binaan (477 kandang kelompok), dimana kandang kelompok ternak sapi menyediakan ternak sapi potong untuk kurban.
"Pemantauan di kelompok ternak dilakukan dengan kunjungan atau pelayanan terpadu hewan (Yanduwan) yang rutin dilakukan oleh petugas dari puskeswan di Kabupaten Sleman, bekerja sama dengan Penyuluh Pertanian dari UPT Balai Penyuluhan Pertaian Pangan dan Perikanan setempat," katanya.
Kemudian pemantauan pasar hewan kurban dilakukan tim Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DP3 Sleman yang bekerja sama dengan petugas puskeswan setempat.
"Pemeriksaan dilakukan dengan memeriksa fisik hewan dan keterangan asal hewan. Ternak yang dijual di Pasar Hewan Kurban kambing atau domba berasal dari lokal Kabupaten Sleman, Gunungkidul, serta dari Muntilan, Magelang, Temanggung, Wonosobo dan Klaten (Jawa Tengah)," katanya.
"Selama beberapa tahun dilakukan pemantauan pasar hewan kurban secara rutin, namun belum pernah ditemukan adanya ternak sapi yang harus diafkir karena penyakit hewan menular seperti penyakit Antraks," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement








