Kekeringan Sleman 2026 Diwaspadai, Pakem Tempel Paling Rawan
BPBD Sleman mewaspadai kekeringan 2026. Pakem, Tempel, dan Minggir menjadi wilayah dengan distribusi air bersih tertinggi empat tahun terakhir.
Dua nelayan Pantai Sadeng, Girisubo, Gunungkidul dilaporkan hilang dan belum ditemukan hingga Sabtu (15/5/2024) malam. Tim SAR berusaha melakukan pencarian selama sehari namun hasilnya nihil, dua nelayan yang bertugas sebagai tekong dan anak buah kapal (ABK) tersebut belum diketahui keberadaannya. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Dua nelayan Pantai Sadeng, Girisubo, Gunungkidul dilaporkan hilang dan belum ditemukan hingga Sabtu (15/5/2024) malam. Tim SAR berusaha melakukan pencarian selama sehari namun hasilnya nihil, dua nelayan yang bertugas sebagai tekong dan anak buah kapal (ABK) tersebut belum diketahui keberadaannya.
Adapun identitas kedua nelayan tersebut adalah Samuri, 60, warga Ploso, RT 02 RW, 15 Tileng, Girisubo, Gunungkidul yang bertindak sebagai tekong atau juru kemudi perahu. Adapun satu nelayan lagi adalah Pardi, 50, warga RT 02, RW 07 Pucung, Girisubo, Gunungkidul yang merupakan ABK.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Harianjogja.com, Samuri dan Pardi berangkat melaut menggunakan perahu motor tempel (PMT) jenis jukung dengan nama Gama Putra 1 milik Agung Widodo, 41 warga Mesu, Sumberagung, Pracimantoro, Wonogiri. Keduanya berangkat sekitar pukul 16.00 WIB pada Jumat (17/5/2024).
Kedua nelayan ini sudah terbiasa melaut sore hingga malam hari, kemudian mendarat di Pantai Sadeng saat dinihari. Meski demikian saat peristiwa tersebut kedua nelayan tidak terpantau mendarat di Pantai Sadeng pada Sabtu (18/5/2024). Bahkan Agung selaku pemilik kapal yang turut memantau tidak mendapati kedua nelayan ini mendapat hingga Sabtu pagi pukul 06.30 WIB.
“Seperti hari-hari sebelumnya, nelayan tersebut seharusnya mendarat pada pukul 00.00 WIB. Namun hingga Sabtu (18/5/2024), pukul 06.30 wib perahu belum juga mendarat. Pemilik kapal melaporkan hal tersebut kepada Tim SAR dan Polair Pantai Sadeng sehingga dilakukan koordinasi dan ditindak lanjuti dengan melakukan pencarian,” kata Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 1 Sunu Handoko Bayu Sagara Sabtu petang.
Sunu menyampaikan Tim SAR dan Polair Polda segera melakukan pencarian dengan menerjunkan lima tim ke tengah laut. Tim pencarian pertama berangkat pada Sabtu pukul 07.00 WIB dengan menggunakan perahu jukung sebanyak dua perahu dengan dibantu nelayan setempat. Tim SAR menyisir ke barat hingga barat pantai Baron namun hasilnya nihil.
Tim pencarian kedua pun diterjunkan dengan dibantu SAR dan Polair menggunakan kapal patroli Polair pantai Sadeng menyisir ke barat juga hingga depan pantai Baron dengan menggunakan jalur tengah. Akan tetapi hingga pukul 12.30 WIB tidak menemukan tanda-tanda keberadaan perahu Gama Putra 1 yang ditumpangi kedua nelayan tersebut.
Tak hanya itu, tim pencarian ketiga yang terdiri dari Tim SAR, 1 Polair dan nelayan berangkat pada pukul 11.00 WIB menggunakan kapal sekoci nelayan Pantai Sadeng. Mereka menyisir ke timur dan ke barat melalui jalur tengah.
"Kemudian tim pencarian keempat juga diterjunkan dari rekan Tim SAR Pantai Siung dengan menggunakan perahu jukung melakukan penyisiran melalui pinggir ke arah barat. lalu tiim pencarian kelima mengikuti setelahnya [tim keempat], para nelayan menggunakan empat perahu jukung melakukan pencarian ke tengah dengan teknis terpisah," katanya.
BACA JUGA : Kapal Nelayan Terbalik di Korsel, Sebagian Nelayan Hilang, Sebagian Besar adalah WNI
Pencarian malam atau tim pencarian keenam, dilakukan oleh nelayan dengan menggunakan dua kapal sekoci dan berangkat pada pukul 18.00 WIB. “Hasil operasi, hingga malam hari ini belum diketemukan, semua tim yang diterjunkan belum mendapatkan tanda-tanda keberadaan nelayan tersebut,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman mewaspadai kekeringan 2026. Pakem, Tempel, dan Minggir menjadi wilayah dengan distribusi air bersih tertinggi empat tahun terakhir.
Libur sekolah membawa lebih dari 200 ribu wisatawan ke Bantul. PAD dari retribusi wisata mencapai Rp2,76 miliar dan okupansi hotel naik menjadi 70 persen.
Hasto Wardoyo meminta MPLS di Kota Jogja menjadi ruang menghilangkan kecemasan siswa baru, bukan ajang bullying maupun perpeloncoan.
Bregada Jaga Malioboro Jadi Daya Tarik Wisata, Pengunjung Antusias Berfoto dan Bertanya Seputar Budaya Jogja
Program Makan Bergizi Gratis di Bantul kembali berjalan. Sekitar 100 dapur telah beroperasi, sementara 35 lainnya masih menyelesaikan persiapan.
Bendungan Jlantah di Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar adalah salah satu bendungan yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto