Kekeringan hingga Oktober, DPRD Gunungkidul Siapkan Rp400 Juta
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Kecelakaan lalu lintas - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—DPRD DIY mengaku segera mengevaluasi metode pengamanan internal untuk menghadapi aksi unjuk rasa di lingkungannya buntut demo mahasiswa menolak Tapera yang berujung ricuh pada Senin (10/6/2024) sore. Kericuhan itu disebut hanya kasuistik saja lantaran petugas keamanan menjalankan fungsinya menjaga ketertiban di lingkungan setempat.
"Kami evaluasi segera. Teman-teman pengamanan kan bertindak atas tanggung jawabnya, mereka ingin tidak terjadi hal negatif di kantor ini, kemudian ada emosi di lapangan," kata Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana.
Huda menyayangkan kericuhan itu terjadi dan mengakibatkan seorang peserta aksi luka cukup serius. Pihaknya mengaku siap bertanggung jawab untuk pengobatan mahasiswa yang terluka di bagian kepala itu. Politisi PKS itu pun berharap kejadian serupa tidak lagi terulang saat masyarakat menyampaikan aspirasinya.
"Nanti kami akan mempersiapkan pengobatan dan kebutuhan lain. Ini hanya insiden saja," ujarnya.
Kapolresta Jogja Kombes Pol Aditya Surya Dharma menyebut petugas kepolisian akan mengidentifikasi kericuhan yang terjadi itu. Saksi dan rekaman kamera pengawas akan dikumpulkan guna penyelidikan lebih lanjut. "Malam ini kami akan identifikasi langsung bagaimana kronologi awalnya dan melihat siapa yang melakukan pemukulan," kata Aditya.
Baca Juga
Aksi Unjuk Rasa Menolak Tapera di DPRD DIY Ricuh, Ini Penyebabnya
DPR Minta Agar Tapera Ditunda, Jadwalkan Pemanggilan Menteri PUPR
Apindo Minta Tapera Dibatalkan Bukan Ditunda
Terhadap klaim dari korban yang menyatakan terdapat anggota kepolisian yang ikut melakukan dugaan persekusi, Aditya mengaku akan mengecek lebih lanjut. Dirinya akan memeriksa internalnya apakah benar insiden kericuhan itu melibatkan anggotanya. "Kami akan identifikasi dulu benar ada atau tidak, tentu belum bisa dipastikan sekarang," katanya.
Sebelumnya diberitakan Aksi unjuk rasa menolak kebijakan pungutan iuran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) oleh sejumlah mahasiswa di Jogja diwarnai kericuhan. Satu orang peserta aksi mengalami luka di bagian kepala setelah bentrok dengan aparat keamanan di gedung DPRD DIY, Senin (10/6/2024) sore.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Jadwal perpanjang SIM Kulonprogo Agustus 2026 tersedia di SIMMADE, MPP, Satpas hingga Simenor Ngabuburit. Cek lokasi dan jam layanan.
BGN menutup permanen 504 dapur MBG karena tak layak sanitasi. Sebanyak 3.000 dapur lainnya masih menjalani pemeriksaan.
WhatsApp menghadirkan Meta Business Agent untuk bisnis Indonesia. Agen AI ini membantu melayani pelanggan 24 jam dan mempercepat respons hingga penjualan.
Jetty Muara Sungai Bogowonto di Kulonprogo rusak akibat gelombang tinggi. BBWSSO menyebut kerusakan sekitar 2 persen dan fungsi masih aman.
Ferran Torres dikabarkan pindah dari Barcelona ke PSG dengan nilai transfer 48,5 juta euro. Simak profil dan perjalanan kariernya.