Kontrak 3.335 PPPK Paruh Waktu Bantul Diperpanjang, DPRD Minta Presensi Dievaluasi
DPRD Bantul meminta Pemkab mengevaluasi presensi PPPK paruh waktu agar tidak disalahgunakan dan kedisiplinan pegawai tetap terjaga.
Kecelakaan lalu lintas - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—DPRD DIY mengaku segera mengevaluasi metode pengamanan internal untuk menghadapi aksi unjuk rasa di lingkungannya buntut demo mahasiswa menolak Tapera yang berujung ricuh pada Senin (10/6/2024) sore. Kericuhan itu disebut hanya kasuistik saja lantaran petugas keamanan menjalankan fungsinya menjaga ketertiban di lingkungan setempat.
"Kami evaluasi segera. Teman-teman pengamanan kan bertindak atas tanggung jawabnya, mereka ingin tidak terjadi hal negatif di kantor ini, kemudian ada emosi di lapangan," kata Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana.
Huda menyayangkan kericuhan itu terjadi dan mengakibatkan seorang peserta aksi luka cukup serius. Pihaknya mengaku siap bertanggung jawab untuk pengobatan mahasiswa yang terluka di bagian kepala itu. Politisi PKS itu pun berharap kejadian serupa tidak lagi terulang saat masyarakat menyampaikan aspirasinya.
"Nanti kami akan mempersiapkan pengobatan dan kebutuhan lain. Ini hanya insiden saja," ujarnya.
Kapolresta Jogja Kombes Pol Aditya Surya Dharma menyebut petugas kepolisian akan mengidentifikasi kericuhan yang terjadi itu. Saksi dan rekaman kamera pengawas akan dikumpulkan guna penyelidikan lebih lanjut. "Malam ini kami akan identifikasi langsung bagaimana kronologi awalnya dan melihat siapa yang melakukan pemukulan," kata Aditya.
Baca Juga
Aksi Unjuk Rasa Menolak Tapera di DPRD DIY Ricuh, Ini Penyebabnya
DPR Minta Agar Tapera Ditunda, Jadwalkan Pemanggilan Menteri PUPR
Apindo Minta Tapera Dibatalkan Bukan Ditunda
Terhadap klaim dari korban yang menyatakan terdapat anggota kepolisian yang ikut melakukan dugaan persekusi, Aditya mengaku akan mengecek lebih lanjut. Dirinya akan memeriksa internalnya apakah benar insiden kericuhan itu melibatkan anggotanya. "Kami akan identifikasi dulu benar ada atau tidak, tentu belum bisa dipastikan sekarang," katanya.
Sebelumnya diberitakan Aksi unjuk rasa menolak kebijakan pungutan iuran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) oleh sejumlah mahasiswa di Jogja diwarnai kericuhan. Satu orang peserta aksi mengalami luka di bagian kepala setelah bentrok dengan aparat keamanan di gedung DPRD DIY, Senin (10/6/2024) sore.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul meminta Pemkab mengevaluasi presensi PPPK paruh waktu agar tidak disalahgunakan dan kedisiplinan pegawai tetap terjaga.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo terjaring OTT KPK. Simak perjalanan karier dan rincian harta Rp5,98 miliar dalam LHKPN periode 2025.
Timnas Putri Indonesia diproyeksikan naik ke peringkat ke-105 dunia setelah dua kali imbang di FIFA Matchday Oktober 2026. Pembaruan resmi FIFA dijadwalkan 20 O
KPK menangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam OTT ke-23 sepanjang 2026. Sejumlah ASN Pemkab Klaten dan pihak swasta turut ditangkap.
PSG memimpin klasemen Liga Champions 2026/2027 usai mengalahkan Man City 4-2. Inter dan Napoli masih tanpa poin, sedangkan Roma di luar 24 besar.
Peringatan Hari Jadi ke-75 Kulon Progo menyoroti pembangunan rumah sakit Rp170 miliar, infrastruktur jalan, penataan sekolah, serta komitmen menjaga pelayanan