Kasus ISPA di Bantul Masih Tinggi, Dinkes Minta Warga Waspada
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan keterangan kepada wartawan soal investasi Raffi Ahmad yang gagal di Gunungkidul, Kamis (13/6/2024). - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta kepada kabupaten kota di wilayah setempat untuk memastikan bahwa proyek investasi yang dijalankan di daerah berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hal ini diutarakan Sultan untuk merespons rencana investasi pesohor Raffi Ahmad yang batal membangun beach club di Pantai Krakal, Gunungkidul.
Sultan mengatakan, proses penerimaan izin investasi tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan Pemda DIY tidak terlibat dengan rencana pembangunan beach club itu.
"Saya tidak tahu itu lokasi yang dipilih koordinasi dengan kabupaten atau tidak. Saya tidak tahu, izin-izin kan urusannya kabupaten bukan provinsi," kata Sultan, Kamis (3/6/2024).
Menurut Sultan, jika memang lokasi yang dipilih untuk berinvestasi itu berada di kawasan karst yang dilindungi, maka sejak awal proyek tersebut tidak seharusnya diperbolehkan lantaran bakal mengganggu kelestarian alam. Investor pun seharusnya sudah mengetahui status kawasan tersebut sebelum memilih lokasi.
"Sekarang persoalannya, Raffi itu sudah mengajukan permohonan belum? Kalau belum mengajukan permohonan, berarti kan tidak pas, berarti bisa cari lokasi yang lain," jelasnya.
Sultan menganggap, dari informasi yang beredar Raffi disebut belum sepenuhnya menanamkan modalnya untuk membangun beach club itu. Rencana itu pun masih tahap awal yakni berupa koordinasi dengan kabupaten dan pejabat terkait lainnya.
"Tapi kelihatannya kok belum terealisasi ya sebetulnya kasarannya baru ngomong-ngomong," jelas Sultan.
Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu pun menegaskan bahwa jika proyek tersebut terlanjur terealisasi dan seluruh proses perizinan berada di Pemda DIY, maka piahknya lah yang harus bertanggung jawab atas kesalahan tersebut. "Mestinya kan tidak boleh kawasan itu ada bangunan," kata Sultan.
Sebelumnya, Raffi Ahmad dikabarkan bakal membangun beach club dan telah melakukan peletakan batu pertama untuk rencana pembangunannya. Gunungkidul dipilih lantaran memiliki kesamaan dengan Bali. Selain itu saat ini Gunungkidul menjadi salah satu destinasi wisata terbaik di Jogja dan banyak dikunjungi
Namun belakangan rencana pembangunan itu banyak diprotes warga lantaran dianggap bakal merusak ekosistem alam di wilayah setempat. Raffi pun merespons hal tersebut dengan mengunggah video pernyataan di sosial medianya dan mengaku membatalkan diri untuk terlibat dalam proyek beach club Gunungkidul alias batal berinvestasi di proyek itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 4 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Satpol PP Sleman menggelar 179 pembinaan kamling di 14 kapanewon selama Semester I 2026 untuk memperkuat deteksi dini gangguan ketertiban dan keamanan lingkunga
Bos Pramac Yamaha Paolo Campinoti menilai MotoGP tidak bisa sepenuhnya meniru Formula 1. Menurutnya, kemampuan F1 menembus pasar premium menjadi hal yang sulit
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 4 Agustus 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak jam keberangkatan dan tarif terbaru Rp8.000.