Profil Perry Warjiyo, Arsitek QRIS yang Mundur dari BI
Profil Perry Warjiyo, ekonom asal UGM yang mengabdi sekitar 42 tahun di Bank Indonesia dan dikenal sebagai penggagas transformasi pembayaran digital melalui QRI
Ketiga pelaku pemalsuan sertifikat tanah saat digelandang di Mapolres Bantul, Selasa (25/6/2024)/ Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL—Petugas dari Polsek Sewon menangkap DW, 40, DAP, 34, dan AWJP, 34, pelaku pemalsuan sertifikat tanah yang dianggunkan ke BPR Profidana.
Kanit Reskrim Polsek Sewon, AKP Rudianto mengatakan, DW adalah warga Padaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, DAP warga Rembang, Jawa Tengah dan AWJP warga Candisari, Semarang, Jawa Tengah.
Lebih lanjut Rudianto mengungkapkan, modus ketiga pelaku adalah meminta fotokopi sertifikat tanah, dari rumah yang mereka sewa dengan alasan rumah yang dikontrak akan dijadikan tempat usaha.
BACA JUGA: Kartu Tertelan, Pria Warga Gunungkidul Bobol Dua Mesin ATM di Jogja
Oleh para tersangka, kemudian dicetak sertifikat baru dengan material yang sama dengan kertas sertifikat asli. Adapun kertas sertifikat didapatkan dengan membelinya dari penjual melalui aplikasi online.
"Jadi awalnya DAP, ini pada 3 Juni 2024 melakukan proses pinjaman di kantor BPR Profidana yang beralamat di Jalan ringroad selatan tepatnya di Dusun Dongkelan, Panggungharjo, Sewon dengan alasan untuk menambah modal usahanya yaitu sebagai suplier Buble Wrap," katanya saat rilis kasus di Mapolres Bantul, Selasa (25/6/2024).
Saat pengajuan, DAP mengaku bernama Ishak Handoko, warga Pondok Permai Taman Tirta, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Adapun surat identitas dan agunan yaitu berupa KTP, KK, NPWP dan SHM semua palsu dan telah memakai nama palsu pelaku.
" Lalu tanggal 12 Juni 2024, pelaku berhasil mendapatkan pencairan hutang dengan nilai Rp50 juta," lanjutnya.
Dalam pengakuannya, DAP mendapatkan Rp45 juta, setelah uang masing-masing Rp2,5 juta diberikan kepada DW dan WJP yang ikut membantunya melakukan aksi tersebut. Selain itu, pelaku, kata Rudianto, juga mengaku telah melakukan modus tersebut sejak 2023.
BACA JUGA: Polisi Tetapkan Dua Tersangka Buntut Pertikaian di LBC Jalan Bhayangkara Jogja
"Karena laporan yang masuk, di Bantul ada 1, dan di Sleman ada 4 bank yang terkena," terang Rudianto.
Atas perbuatannya, ketiganya sangkakan pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 6 tahun.
Sementara DAP mengaku belajar mencetak sertifikat dari Youtube dan telah beraksi di empat bank berbeda di DIY. Pihak bank yang ditipu, diakui DAP juga telah mengecek lokasi untuk sertifikat palsu yang diangunkan.
"Uangnya buat beli sparepart mobil. Ya, karena kepepet, makanya saya lakukan pemalsuan. Sebelum ini saya jualan Buble Wrap," ucap DAP.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Profil Perry Warjiyo, ekonom asal UGM yang mengabdi sekitar 42 tahun di Bank Indonesia dan dikenal sebagai penggagas transformasi pembayaran digital melalui QRI
Polda Metro Jaya memastikan kabar ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak merupakan hoaks. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo.
Sport tourism menjadi salah satu instrumen untuk mengejar target kunjungan wisatawan pada 2026 yang dipatok mencapai 8.553.878 orang.
Pemerintah mengkaji insentif kendaraan listrik yang akan dikaitkan dengan pengembangan mobil dan motor nasional untuk memperkuat industri EV.
Genesis Mission membuka era baru riset berbasis AI. Simak peran Google, dampaknya bagi sains global, dan peluang implementasinya di Indonesia.
Pemerintah Indonesia melobi AS agar minyak sawit dikecualikan dari tarif tambahan 10 persen. Airlangga menyebut proses di USTR masih berlangsung.