Harga BBM Naik, Bus Sekolah Gunungkidul Pangkas Layanan
Kenaikan BBM non subsidi bikin layanan bus sekolah Gunungkidul dipangkas. Dishub hanya operasikan layanan pagi hari.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat bertukar cenderamata dengan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Selasa (2/7/2024). Harian Jogja/David Kurniawan.
Harianjogja.com, SLEMAN—Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo bersama jajarannya melakukan study banding tentang pengembangan konsep ecotourism yang dikembangkan di Kabupaten Banyuwangi, 1-4 Juli 2024. Diharapkan ilmu yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk pengembangan wisata di Bumi Sembada yang lebih massif lagi.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengatakan, kabupatennya sempat memiliki citra negatif karena dikenal sebagai kota santet. Namun, perlahan citra tersebut dapat dihapuskan sehingga seakrang dikenal sebagai wilayah tujuan wisata unggulan.
BACA JUGA : Jelang Lebaran 2024, Destinasi Rawan Bencana Hidrometeorologi di DIY Mulai Dipetakan
“Perubahan itu sudah terlihat dan prosesnya melibatkan semua pihak mulai dari Masyarakat hingga jajaran di pemerintahan,” katanya, Selasa (2/7/2024).
Dia menjelaskan, proses perubahan ini sudah dilakukan sejak 14 tahun lalu. Upaya yang dilakukan dengan menggali potensi yang ada di setiap kecamatan untuk ditampilkan sebagai wajah baru di Banyuwangi.
“Bisa dilihat dari keberadaan tari gandrung yang awalnya hanya ditampilkan di desa-desa. Tapi, sekarang sudah menjadi ikon di Kabupaten Banyuwangi. Selain itu, juga banyak destinasi unggulan yang kami miliki,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Sekda Banyuwangi, Mujiono. Pemkab memilih membangun pariwisata berbasis alam dan budaya strategi utama pembangunan serta sebagai sarana konsolidasi semua potensi yang ada. “Kami mengembangkan konsep ecotourism, dengan menekankan aspek partisipasi warga setempat, community-based tourism, sehingga bisa berkelanjutan,” katanya.
Mujiono mengungkapkan dengan konsep yang ada, masyarakat tidak hanya menjadi objek pariwisata, tapi juga harus menjadi subjek. Dari sisi infrastruktur juga membuat kebijakan pembatasan pembangunan hotel karena yang dibangun minimal Bintang tiga dan berjejaring.
Selain itu, setiap pengelola diwajibkan mengikuti program Hotel Asuh Homestay. Diharapkan dengan program ini, maka homestay dapat berkembang dengan kualitas layanan setara dengan hotel berbintang karena mendapatkan pendampingan dari manajemen perhotelan di Banyuwangi.
“Dikarenakan jumlahnya terbatas, maka saat hotel penuh, maka pengunjung bisa menginap di homestay yang ada agar warga juga bisa merasakan manfaatnya,” katanya.
Ia mengklaim, melalui program ini berhasil meningkatkan jumlah tamu yang menginap di homestay dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Mujiono juga menekan, Budaya lokal juga menjadi perhatian utama Pemkab Banyuwangi sebagai daya tarik wisata. “Kami menggelar berbagai event untuk menarik wisatawan. Pada tahun 2024 saja, ada 79 event yang direncanakan dari skala nasional hingga internasional. Kami juga ada program UMKM naik kelas agar produknya bisa diterima di pasaran,” katanya.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan, banyak ilmu yang didapatkan dalam kunjungan ke Banyuwangi. Menurut dia, hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan sektor kepariwisataan di Sleman yang lebih baik lagi.
BACA JUGA : Peringati Hari Lingkungan Hidup, Bantul Gelar Pembuatan Eco Enzyme Massal
“Kami saling bertukar pengalaman dan ini sangat penting untuk pengembangan yang lebih baik lagi,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zayid menitikberatkan kunjungan di Banyuwagi tentang konsep setiap tempat adalah destinasi dan setiap destinasi ada atraksi. Hal ini membuktikan bahwa setiap Lokasi bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata sesuai dengan potensi yang dimiliki.
“Yang menarik lagi adalah dalam pelaksanaan seluruh OPD ikut terlibat dalam menggelar kegiatan di kalender wisata. ini yang bisa ditiru karena tidak hanya diurusi oleh dinas pariwisata, tapi dinas-dinas lain bisa terlibat didalam gelaran even kepariwisataan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenaikan BBM non subsidi bikin layanan bus sekolah Gunungkidul dipangkas. Dishub hanya operasikan layanan pagi hari.
KPK buru keterangan Heri Black usai rumahnya digeledah terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sempat mangkir, perannya kini disorot.
Penemuan jasad Pariman terkubur di dapur rumah di Boyolali gegerkan warga. Polisi masih selidiki penyebab kematian.
Kulonprogo gabungkan OPD akibat kekurangan ASN. Sebanyak 345 PNS pensiun, rekrutmen minim, birokrasi dirampingkan.
Dosen UNISA Jogja jadi dosen tamu di UKM Malaysia, kupas kesehatan mental, otak, hingga isu bunuh diri lintas disiplin.
Indonesia jadi target baru sindikat judi online dan scam internasional. 320 WNA ditangkap di Jakarta, DPR minta pengawasan diperketat.