Gempur Rokok Tanpa Cukai di Gunungkidul Ratusan Ribu Batang Diamankan
Satpol PP Gunungkidul dan Bea Cukai sita 152 ribu batang rokok ilegal dalam razia beruntun di sejumlah kapanewon.
Proses kirab pusaka dalam kegiatan Gumregah Culture Festival 2024 yang berlangsung di Balai Kalurahan Sambirejo, Prambanan. Minggu (7/7/2024)./Harian Jogja-David Kurniawan
SLEMAN—Kalurahan Sambirejo, Prambanan kembali menggelar acara Gumregah Culture Festival. Tidak hanya untuk memperingati hari jadi ke-97 Kalurahan Sambirejo sekaligus acara bersih desa, tetapi juga mengenalkan potensi seni dan budaya yang dimiliki kalurahan tersebut.
Pelaksanaan festival berlangsung dengan meriah. Sebelum puncak acara yang diselenggarakan pada Minggu (7/7/2024), rangkaian acara sudah digelar sejak Kamis (4/7/2024) dengan mengambil tujuh air dari sumber yang berasal dari setiap padukuhan di Sambirejo.
Adapun hari berikutnya diselenggarakan kegiatan nyekar makam leluhur dan kenduri budaya. Selanjutnya pada Sabtu (6/7/2024) diselenggarakan Festival Jathilan di Panggung Umbul Malang Tebing Breksi.
Adapun di hari terakir diisi dengan rangkaian kirab gunungan yang berisikan hasil bumi untuk kemudian diperebutkan oleh warga yang hadir dalam acara tersebut.
Cuaca yang tengah panas menyengat tak menghalangi warga menyaksikan prosesi ini, bahkan isi gunungan yang ada langsung ludes hanya dalam waktu kurang dari dua menit.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyambut baik diselenggarakannya Gumregah Culture Festival ke-2 di tahun ini. Menurut dia, acara ini memiliki banyak makna karena sebagai salah satu wujud Syukur kepada Allah SWT atas berbagai limpahannya kepada Masyarakat.
Di sisi lain, pelaksanaan kegiatan juga sebagai sarana mempererat tali persaudaraan antar warga. “Kegiatan ini dikemas bersamaan dengan acara bersih desa dan sebagai bentuk Syukur ke Allah SWT serta guyub rukun warga dan golo gilig untuk menyokong pembangunan di Sambirejo,” katanya, Minggu siang.
BACA JUGA: Desa Sambirejo, Mengubah Tambang Batu Cadas Menjadi Emas Tak Terbatas
Kustini berharap keberadaan festival ini bisa mendukung pengembangan wisata di Kawasan Tebing Breksi sehingga dampaknya juga dapat dirasakan oleh warga sekitar. “Saya ucapakan selamat dan harapannya sektor pariwisata di sini [Kalurahan Sambirejo] bisa terus dikembangkan bersamaan dengan keberadaan seni adat dan tradisi yang dimiliki,” katanya.
Lurah Sambirejo, Wahyu Nugroho mengatakan, Gumregah Culture Festival 2024 banyak acara yang dilaksanakan. Menurut dia, proses berjalan dengan lancar dan meriah. “Kegiatan diawali dengan pengambilan air sumber panguripan dari penjuru padukuhan. Selanjutnya ada fetival jathilan, kirab budaya, kirab gunungan hingga pentas ketoprak,” katanya.
Menurut dia, juga ada kegiatan nyekar makam para leluhur. Hal ini sebagai pengingat akan usaha dari leluhur sehingga dengan jerih payah para leluhur, lambat laun Sambirejo yang dulu dikenal dengan desa tertinggal bisa terus berkembang. “Di sisi lain agenda budaya ini juga menjadi daya tarik sehingga kunjungan ke Breksi bisa terus ditingkatkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpol PP Gunungkidul dan Bea Cukai sita 152 ribu batang rokok ilegal dalam razia beruntun di sejumlah kapanewon.
Istana menegaskan Presiden Prabowo rutin mengevaluasi seluruh program kementerian dan lembaga sebagai bagian dari penguatan pengawasan serta pemberantasan korup
Noel minta maaf kepada Prabowo setelah divonis 4,5 tahun penjara dalam kasus korupsi sertifikasi K3 dan gratifikasi Rp3,43 miliar.
KPK menduga perusahaan towing dipakai sebagai kedok menyamarkan dana hasil pemerasan KITAS dan KITAP yang menyeret pejabat Imigrasi.
Program BSPS DIY 2026 melonjak menjadi 3.000 unit rumah. Kementerian PKP memperbesar bantuan bedah rumah untuk mempercepat penanganan RTLH.
Pelantikan Kepala BGN Nanik S. Deyang dijadwalkan pekan depan. Istana meminta fokus membenahi Program Makan Bergizi Gratis.