46 Sekolah di Gunungkidul Belum Cairkan Dana Revitalisasi dari Pusat
Sebanyak 46 dari 176 sekolah penerima bantuan revitalisasi di Gunungkidul belum mencairkan dana. Pemkab sudah melaporkan persoalan ini ke kementerian.
Nyamuk - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan Sleman mencatat sudah ada 393 kasus DBD hingga akhir Juni 2024. Jumlah ini naik dua kali lipat ketimbang yang terjadi di 2023 lalu dengan 149 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Sleman, Khamidah Yuliati mengatakan, penyebaran penyakit DBD tetap harus diwaspadai, meski telah memasuki musim kemarau. Pasalnya, jumlah korban terjangkit di Bumi Sembada masih terus bertambah sampai saat ini.
BACA JUGA: 799 Meninggal Akibat DBD selama 23 Pekan di 2024
Dia menjelaskan, hingga akhir Juni tercatat ada 393 warga terjangkit DBD. Dari ratusan kasus ini, terdapat dua warga yang meninggal dunia karena penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegepty.
“Yang meninggal satu kasus terjadi pada anak-anak dan satunya lagi orang dewasa,” kata Yuli, sapaan akrabnya, Kamis (11/7/2024).
Menurut dia, dengan jumlah ini, maka kasus DBD di Sleman naik dua kali lipat dibandingkan dengan yang terjadi di tahun lalu. Oleh karenanya, Yuli meminta kepada Masyarakat untuk ikut berperan dalam upaya pencegahan agar kasus tidak semakin bertambah.
“Trennya memang ada kenaikan yang lumayan. Jadi, upaya penanggulangan dan pencegahan harus digalakkan agar lajun penyebaran bisa ditekan,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama mengatakan, upaya sosialisasi terhadap pencegahan DBD terus dilakukan. Salah satunya melalui Gerakan Kesehatan Masyarakat (Germas) dengan melibatkan kader-kader Kesehatan di Tingkat kalurahan.
“Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat [PHBS] serta rutin berolahraga dan makan-makanan bergizi sangat penting dalam upaya menjaga Kesehatan sehingga tidak mudah terserang penyakit,” katanya.
Selain itu, untuk mengurangi risiko terjangkit juga dilakukan upaya Gerakan pemberantasan sarang nyamuk. Ia berpendapat, Masyarakat sudah mengetahui cara penanggulangan mulai dengan menutup tempat-tempat wadah air, menguras hingga mengubur benda-benda yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Diharapkan melalui program penanggulangan ini, maka laju penyebaran bisa dikendalikan. “Ini penting agar pencegahan terhadap penyebaran penyakit DBD bisa terus ditekan. Jadi, upaya penanggulangan tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tapi warga harus ikut berperan aktif agar hasilnya bisa dimaksimalkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 46 dari 176 sekolah penerima bantuan revitalisasi di Gunungkidul belum mencairkan dana. Pemkab sudah melaporkan persoalan ini ke kementerian.
Administrasi Risto Vidakovic belum rampung. Guntur Cahyo Utomo masih memimpin PSIM saat menjamu Dewa United di Stadion Sultan Agung.
Kapolri menegaskan penanganan kasus dugaan penyadapan ilegal dengan tiga personel Polri sebagai tersangka murni proses penegakan hukum.
KSAD Jenderal Tandyo Budi Revita memimpin pemakaman Kapten Nurhafiz di Semarang setelah gugur dalam kecelakaan heli MI-17 saat operasi karhutla.
Ekonomi DIY tumbuh 5,79% secara tahunan pada triwulan III 2026. Sektor akomodasi dan makan minum menjadi salah satu pendorong utama.
Petani di Saptosari, Gunungkidul, resah karena kawanan monyet ekor panjang merusak tanaman saat musim tanam baru dimulai.